Breaking News:

Tak Seperti Judulnya yang Bikin Sakit Hati, Bayu Skak Optimis Film Lara Ati Bikin Happy Penonton

Judulnya memang Lara Ati, namun filmnya optimis akan membahagiakan penonton,, bukan sakit hati.

TRIBUNNEWS.COM/Fauzi Nur Alamsyah
Jumpa pers film Lara Ati dilakukan secara daring, Jumat (5/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Nur Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Judulnya memang Lara Ati, namun filmnya optimis akan membahagiakan penonton,, bukan sakit hati.

Bayu Eko Moekito atau yang biasa dipanggil Bayu Skak mengungkapkan film yang ia akan garap kali ini sangat mengutamakan adat tradisional dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Melalui film “Lara Ati” Bayu ingin mengangkat berbagai kisah tentang sakit hati yang menjadi bagian dari perjalanan hidup semua orang serta di tambah dengan unsur komedi di dalamnya.

Baca juga: Bayu Skak Pastikan Proses Syuting Film Lara Ati Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Baca juga: Pernah Sakit Hati, Bayu Skak Tuangkan Pengalamannya di Film Lara Ati

“Yang saya harapkan adalah penonton juga dapat merasakan karena saya pun menyajikan karya dan cerita ini tidak jauh-jauh dari masyarakat, karena semua dari kita pernah merasakan sakit hati atau lara ati, bukan cuma dipercintaan saja, namun secara luas,” ucap Bayu, Jumat (5/3/2021).

Tim film Lara Ati, jumpa pers melalui daring, Jumat (5/3/2021).
Tim film Lara Ati, jumpa pers melalui daring, Jumat (5/3/2021). (TRIBUNNEWS.COM/Fauzi Nur Alamsyah)

“Lara Ati” menceriakan kisah tentang sepasang sahabat, Joko dan Ayu yang sama-sama tengah lara ati atau patah hati.
Joko, seorang akuntan muda yang ditinggal kekasihnya, dan Ayu yang ‘digantung’ dan diacuhkan oleh sang pacar karena kepindahannya ke Surabaya. Mereka saling membantu, untuk bisa kembali mendapatkan kembali hati sang kekasih.

Bayu berharap melalui film yang akan dia sutradarai ini dapat memberikan pesan dan kesan baik setelah menyaksikan di bioskop yang rencananya akan ditayangkan pada tahun 2021 ini.

“Saya harapkan ketika pulang dari bioskop akan merasakan lebih plong, lebih bisa memilih bahwa selama kita hidup ini tidak ada salahnya sesekali mendengarkan isi hati kita sendiri bukan orang lain, jadi kita bahagian itu bukan karena bahagia dimata orang lain tapi di dirikita senidiri juga,” katanya.

“Dan aku akan optimis ketika semua sudah menonton film ini akan happy,” tambah Bayu.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved