Breaking News:

Ajukan PK dan Berharap Bebas Lebih Cepat, Zumi Zola: Ibu Saya Sudah Sepuh, Saya Ingin Merawat Beliau

Zumi Zola beberapa waktu lalu mengajukan PK ke Pengadilan Tipikor, guna meninjau kembali kasus suap RAPBD dan gratifikasi di Jambi.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Zumi Zola ketika ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola terlihat berada di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Kepada awak media, Zumi Zola beberapa waktu lalu mengajukan PK ke Pengadilan Tipikor, guna meninjau kembali kasus suap RAPBD dan gratifikasi di Jambi.

"Lagi sidang PK ya. Panggilannya resmi, jadi saya hadir di sidang ini dengan dikawal ketat dari pihak Lapas," kata Zumi Zola kepada awak media.

"Agendanya sekarang ini adalah pembuktian PK saya," tambahnya.

Baca juga: Meski di Penjara, Zumi Zola Tetap Nafkahi Anak, Mantan Istri Beri Dukungan dengan Berjualan Kue

Baca juga: Idap Diabetes, Zumi Zola: Ke Mana-mana Saya Selalu Bawa Insulin

Tentu ada alasan mengapa pria berusia 40 tahun itu mengajukan PK atas kasus suap dan gratifikasinya.

Dalam kasus itu, Zumi divonis enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.

Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Gubernur Jambi nonaktif itu dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Gubernur Jambi nonaktif itu dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya ajukan ini sebagai bentuk ikhtiar saya, usaha saya untuk mendapatkan keringanan hukuman. Semata-mata niatnya adalah untuk bisa cepat pulang merawat ibu saya," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved