Breaking News:

Pesan Opick untuk Para Penyanyi Baru di Industri Musik Religi

Opick mengungkapkan, segala sesuatunya untuk meraih prestasi harus melewati segala rintangan.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Opick 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Lama berkecimpung di industri musik religi, penyanyi religi Opick menyampaikan pesan kepada para penyanyi baru untuk tegar menghadapi segala proses.

Opick mengungkapkan, segala sesuatunya untuk meraih prestasi harus melewati segala rintangan, selain itu kunci utamanya yakni terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hampir 30 tahun Opick sudah berada di industri musik tanah air, dirinya terus memberi motivasi kepada rekan-rekannya khususnya penyanyi baru untuk tetap berkarya meskipun banyak hambatan yang dilalui.

"Aku bilang sama semua teman-teman di musik religi, kamu harus tetap berkarya meskipun yang beli ibumu sendiri, kamu harus tetap berkarya meskipun yang beli adik kamu atau diri kamu sendiri," kata Opick saat jumpa pers virtual, Kamis, (8/4/2021).

Baca juga: Cerita Proses Produksi Album Mini Wahai Pemilik Jiwa, Opick: Mood Naik Turun

"Kenapa, jangan berhenti, kalau berhenti kamu selesai. Terus berkarya, jadi jangan terlalu percaya pada pasar, nanti Allah kasih rezeki pada dirimu sendiri," tambahnya.

Hal tersebut selalu ia tanamkan pada dirinya dan juga untuk rekan-rekan musiknya.

Opick juga menuturkan bahwa ia sempat tidak percaya lagunya yang berjudul Tombo Ati pada 2005 lalu mengantarkan ia menjadi penyanyi religi yang di kenal masyarakat Indonesia.

Dalam urusan bermusik, ia sangat menekankan untuk selalu berkarya apabila itu merupakan suatu kecintaanya.

"Yang namanya sukses adalah ketika kau utuh menjadi dirimu dalam berkarya, nanti feedbacknya, nanti Allah semua yang atur," pungkasnya.

Sekedar informasi, Opick baru saja merilis mini album 'Wahai Pemilik Jiwa yang berisikan enam lagu.

Enam lagu tersebut yakni 'TanpaMu', 'Wahai Pemilik Jiwa' dan "Indahnya Ramadan', 'Sang Cahaya Kehidupan (Sholawat)', 'Allahu Ya Karim' dan 'Jangan Tangisi'.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved