Nindy Ayunda Tutupi Luka Lebam Akibat KDRT Askara, di Depan Teman-Temannya Pakai Topi dan Masker

Nindy Ayunda menutupi lebam di mata dan tangan akibat kekerasan yang dilakukan Askara Parassady dengan make up, topi dan masker.

Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Nindy Ayunda saat tiba Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengikuti sidang dugaan KDRT, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nindy Ayunda mengakui bahwa dirinya harus menutupi luka lebam ke teman-temannya.

Nindy Ayunda menutupi lebam di mata dan tangan akibat kekerasan yang dilakukan Askara Parassady dengan make up, topi dan masker.

"Ya iyalah kan saya tutupin karena lebam yaa, buat apa saya bohong (ke temen)," beber Nindy Ayunda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Bantah Tudingan Selingkuh, Nindy Ayunda Mengaku Ajak Askara Ikut ke Bali Tapi Ditolak

Baca juga: Nindy Ayunda Bantah Askara Lakukan KDRT karena Cemburu, Menduga Sakit Hati karena Ucapan Ini

"Kondisinya pada saat ketemu mereka, mereka kaget melihat saya nangis lebam-lebam ditutupi pakai topi, masker dan konsiler. Saya merasa tidak nyaman saat itu," jelasnya.

Usai alami kekerasan dari Askara, Nindy mengatakan dirinya tak pergi ke rumah sakit untuk berobat. Ia langsung ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk melaporkan tindakan Askara yang saat itu masih menjadi suaminya.

Nindy Ayunda saat menemani sahabat-sahabatnya hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/8/2021).
Nindy Ayunda saat menemani sahabat-sahabatnya hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/8/2021). (TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA)

"Saya nggak berobat ke klinik mana-mana saya cuman visum aja," ucap Nindy.

"Saya tanggal 18 dipukul tanggal 19 masih di rumah tapi pisah kamar, malamnya ketemu ibu saya dan langsung berangkat untuk visum ke Polres Metro Jakarta Selatan, saya dibawa ke Rumah Sakit Jakarta yang di Semanggi, udah itu aja," terangnya.

Nindy enggan disebut membuka cerita lama saat membeberkan kronologi beserta imbas dari kekerasan tersebut.

"Ini kan saya cerita karena persidangan terbuka nanti saya dianggap cerita lagi, pertanyaan temen-temen (media) kan karena hadir di sidang, bukan niat saya menjelek-jelekan pihak sana," tambahnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved