Breaking News:

Saipul Jamil Bebas

Minta Stasiun TV Tak Beri Ruang Saipul Jamil Tampil, Komisioner KPAI Imbau Masyarakat Lakukan Ini

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta seluruh stasiun televisi (TV) tak beri ruang Saipul Jamil untuk tampil: Harusnya Diboikot.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti usai rapat dengan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Rabu (27/2/2019)| Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta seluruh stasiun televisi (TV) tak beri ruang Saipul Jamil untuk tampil: Harusnya Diboikot. 

TRIBUNNEWS.COM -  Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta seluruh stasiun televisi (TV) di Indonesia tak beri ruang kepada pendangdut Saipul Jamil.

Hal itu seiring dengan munculnya petisi sejumlah masyarakat, meminta Saipul Jamil diboikot dari siaran TV dan kanal YouTube.

Seperti diketahui, Saipul Jamil sempat mendekam di penjara karena terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Petisi ini mengingatkan kita semua tidak mentolerir dan memberikan ruang kepada orang yang melakukan pencabulan terhadap anak."

"Saya mengimbau dunia hiburan dan pertelevisian, pemberitaan, ini untuk tidak memberikan ruang itu harusnya."

"Ini harusnya diboikot," ucap Retno, dikutip dari kanal YouTube-nya Jurnal Retno Listyarti, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Pernyataan KPI soal Saipul Jamil: TV Diminta Tak Lakukan Glorifikasi yang Munculkan Kesan Merayakan

Komisioner KPAI Retno Listyarti di SMAN 12 Kota Bekasi
Komisioner KPAI Retno Listyarti di SMAN 12 Kota Bekasi (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Menurutnya, apabila tidak segera diboikot, akan tetap masih ada orang yang menyaksikannya.

Ia menegaskan, dalam hal ini, media harus ikut berperan penting dalam perlindungan anak, di mana tidak memberikan ruang kepada pelaku pencabulan anak.

Retno juga meminta media pemberitaan untuk menambah catatan bahwa Saipul Jamil sempat terjerat kasus pencabulan anak.

"Kalaupun diberitakan, ada penekanan dalam pemberitaan yaitu mengingat kembali rekam jejaknya bahwa yang bersangkutan pernah melakukan pecabulan kepada anak,"

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved