Breaking News:

Lama Terhempas Pandemi Covid-19, Pementasan Wayang Bakal Digelar Lagi, Perdana di Kemenparekraf

Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi untuk penciptaan lapangan kerja.

istimewa
Lama Terhempas Pandemi Covid-19, Pementasan Wayang Bakal Digelar Lagi, Perdana di Kemenparekraf 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi untuk penciptaan lapangan kerja.

Dibutuhkan juga peningkatan keterampilan para pelaku lewat pelatihan serta pendampingan. Hal ini yang diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

"Harapan saya, kehadiran kita di sini dapat semakin menggeliatkan roda ekonomi sehingga aktivitas komunitas industri wayang segera bangkit," kata Sandiaga dalam acara peluncuran Gerakan Sosial #KitaPeduli di Kota Surakarta, Sabtu (9/10/2021).

Sebagai salah satu bentuk dukungan lainnya, Sandiaga mengatakan dirinya akan mencoba untuk membuat gelaran wayang pada akhir tahun.

Baca juga: Puncak Perayaan Ultah Kota Jogja Ke-265 Makin Meriah, Ada Perhelatan Wayang Jogja Night Carnival

Baca juga: Menparekraf akan Terus Bantu UMKM Bertransformasi dan Terdigitalisasi, Ini Strategi yang Dilakukan

Gelaran wayang dikatakannya memiliki mulitplier effect yang tinggi karena banyak pelaku yang terlibat dalam satu kali pementasan.

"Kita akan coba gelar sebelum akhir tahun di kantor Kemenparekraf dengan pola hybrid," kata Sandiaga.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ikuti acara peluncuruan Gerakan Sosial #KitaPeduli untuk bantu Parekraf Indonesia terdampak pandemi. Salah seorang pewayang daerah Solo memberikan wayang menyerupai wajah Sandiaga, Surakarta, Sabtu (9/10/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ikuti acara peluncuruan Gerakan Sosial #KitaPeduli untuk bantu Parekraf Indonesia terdampak pandemi. Salah seorang pewayang daerah Solo memberikan wayang menyerupai wajah Sandiaga, Surakarta, Sabtu (9/10/2021). (tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)

Di sisi lain, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan, kota Solo saat ini telah turun ke PPKM Level 2.
Perlahan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk seni dan budaya mulai coba dijalankan kembali.

Namun ia mengatakan hal ini membutuhkan waktu, terlebih anggaran di tahun ini yang telah banyak dialihkan untuk penanganan COVID-19.

"Tapi kami tetap mencoba untuk membuat event-event, seperti SIPA meski anggarannya terbatas dan venue juga kecil, tapi kami tetap mencoba untuk jalan karena saya tahu sangat berat bagi seniman saat pandemi," kata Gibran.

Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan agar kondisi pandemi COVID-19 dapat terus terjaga dengan baik.

"Anggaran untuk tahun 2022 sedang dibahas di Banggar, dan kegiatan event sudah kami masukkan. Tapi kami yakin tidak usah menunggu tahun depan, tapi akhir tahun kita sudah dapat bangkit. Tapi kita tidak lakukan tanpa dukungan bapak dan ibu semua," papar Gibran lagi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved