Breaking News:

Konser Hybrid Jadi Opsi Penyelenggaraan Acara Musik di Masa Pandemi

Industri musik merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mengalami tekanan selama pandemi COVID-19.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM/Firda Fitri Yanda
Ilustrasi konser musik. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri musik merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mengalami tekanan selama pandemi COVID-19.

Penyelenggaraan konser musik selain sebagai sarana aktualisasi pekerja seni juga menjadi sumber ekonomi mereka yang berkecimpung di subsektor ini.

Direktur Musik, Film, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Mohammad Amin mengatakan, konser musik tetap bisa digelar di masa pandemi dengan melakukan sejumlah improvisasi.

"Misalnya konser di sejumlah titik destinasi wisata superprioritas seperti Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba dan Candi Borobudur tanpa penonton.

Meski tanpa penonton tapi sangat fenomenal karena idenya menarik, yaitu berlangsung di titik-titik destinasi wisata penting,” ujar Amin.

Baca juga: Ivanka Slank Berharap Penyederhanaan Administrasi Terkait Izin Konser

Konser Hybrid, kata Amin merupakan alternatif yang pas untuk menggelar event/konser di masa pandemi.

“Bahkan setelah pandemi selesai fenomena hybrid akan terus bertambah, karena digitalisasi tdk terhindarkan.

Dunia musik masuk ke dalam digitalisasi ini.

Musik itu bagian dari kesenian, orang akan cenderung kreatif di masa sulit karena banyak karya besar lahir di masa sulit.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved