Senin, 18 Mei 2026

Travis Scott Didepak dari Headliner Coachella 2022 setelah Tragedi Astroworld yang Tewaskan 10 Orang

Rapper Travis Scott dikabarkan telah dikeluarkan dari jajaran bintang utama Coachella Valley Music and Arts Festival 2022 mendatang.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
Editor: bunga pradipta p
Instagram @travisscott
Travis Scott, Rapper asal AS. - Travis Scott dikabarkan telah dikeluarkan dari jajaran bintang utama Coachella Valley Music and Arts Festival 2022 mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM - Rapper Travis Scott dikabarkan telah dikeluarkan dari jajaran bintang utama Coachella Valley Music and Arts Festival 2022 mendatang.

Hal itu merupakan buntut dari tragedi Festival Astroworld di Houston, Texas pada 5 November 2021 yang menewaskan 10 orang dan melukai ratusan orang.

Dikutip dari Daily Mail, pemecatan Travis Scott dari Festival Coachella muncul setelah adanya petisi di Change.org tentang pemboikotannya.

Petisi online itu meminta penyelenggara Coachella, Goldenvoice dan Paul Tollett untuk menghapus rapper dari festival musik setelah konsernya di Houston.

Pada pemeriksaan terakhir pada Jumat malam, petisi tersebut telah mengumpulkan hampir 60.000 tanda tangan.

Baca juga: Travis Scott Tolak Gugatan Korban Astroworld, Pengacara Korban: Upaya Melarikan Diri yang Memalukan

Adapun berita bahwa Travis Scott tidak akan lagi menjadi bagian dari jajaran Festival Coachella pertama kali dilaporkan oleh KESQ di Palm Springs.

KESQ mengaitkan keputusan tersebut, sebagian berdasarkan pertimbangan perwakilan Kota Indio dan Manajer Layanan Masyarakat Jim Curtis.

Sejauh ini, perwakilan Travis Scott, Festival Coachella dan Kota Indio, California, tempat acara tersebut diadakan, belum mengonfirmasi laporan KESQ.

Untuk diketahui, pertama kali diluncurkan pada tahun 1999, Festival Coachella sekarang dianggap sebagai festival musik terbesar di Amerika Utara, dengan kapasitas 125.000.

Sebagai perbandingan, Festival Astroworld memiliki sekitar 50.000 penggemar pada malam tragedi itu.

Baca juga: Sebagian Keluarga Korban Konser Astroworld Tolak Biaya Pemakaman yang Ditawarkan Travis Scott

Travis Scott, bersama dengan Rage Against the Machine dan Frank Ocean pertama kali diumumkan sebagai headliner Festival Coachella pada Januari 2020.

Akan tetapi festival tersebut telah ditunda beberapa kali karena pandemi Covid-19.

Ocean sejak itu memutuskan untuk mendorong kembali penampilannya ke tahun 2023, tetapi RATM dan Travis Scott masih menjadi headliner hingga perkembangan terakhir ini.

Dengan slot Travis Scott di Festival Coachella sekarang terbuka, penyelenggara festival harus mengisi dua set headline untuk tahun 2022, yang sudah terjual habis.

Biasanya penyelenggara mengumumkan formasi selama hari-hari pertama tahun baru, jadi kemungkinan itu akan terjadi lagi awal tahun depan.

Pengunjung melihat peringatan di luar festival Astroworld yang dibatalkan di NRG Park pada 7 November 2021 di Houston, Texas. (Photo by Alex Bierens de Haan / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Pengunjung melihat peringatan di luar festival Astroworld yang dibatalkan di NRG Park pada 7 November 2021 di Houston, Texas. (Photo by Alex Bierens de Haan / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) (Getty Images via AFP/ALEX BIERENS DE HAAN)

Travis Scott Tolak Gugatan Korban Astroworld

Travis Scott membantah tuduhan kelalaian dalam gugatan yang diajukan terhadapnya atas tragedi Festival Astroworld pada 5 November 2021.

Diketahui, lebih dari 140 gugatan telah diajukan dalam tragedi yang menewaskan 10 orang dan melukai ratusan orang itu.

Sebagian besar menuduh Travis Scott lalai dan hanya berdiri untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar dari konser, tanpa memedulikan nasib penonton yang berdesakan hingga terluka dan tewas.

Adapun seorang juru bicara Travis Scott memberikan dokumen yang diajukan pada Senin (6/12/2021) atas nama bintang rapper itu dan label rekamannya, Cactus Jack Records.

Baca juga: Bocah 9 Tahun yang Koma Usai Hadiri Konser Travis Scott Dinyatakan Meninggal, Korban Tewas Bertambah

Dokumen tersebut merupakan tanggapan atas enam gugatan yang dikenakan terhadap Travis Scott.

"Terdakwa pada umumnya menyangkal tuduhan yang diajukan," kata dokumen pengadilan, yang meminta klaim ditolak dengan prasangka, yang berarti mereka tidak dapat dibawa ke pengadilan lagi.

Dikutip dari CNN, keluarga Bharti Shahani, seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang meninggal dalam tragedi tersebut, dan perwakilan Joseph Ferguson, yang hadir, mengkritik pengajuan pengadilan.

Menurut pengacara Houston James Lassiter, yang mewakili Shahani dan beberapa peserta festival lainnya yang menderita luka parah, upaya Travis Scott untuk melarikan diri dari tanggung jawab adalah hal yang memalukan.

"Upaya Travis Scott untuk melarikan diri dari tanggung jawab untuk menciptakan situasi mematikan yang tidak dapat dihindari oleh para penggemarnya adalah memalukan dan, sayangnya, benar terjadi," kata Lassiter.

"Sementara dia terus menggunakan media sosial untuk menampilkan citra publik tentang seseorang yang berduka atas hilangnya nyawa akibat bencana yang disebabkan oleh tindakannya, dia diam-diam membayar pengacara selebriti untuk menyatakan bahwa korbannya tidak lebih dari bantuan simbolis dengan biaya pemakaman," tambah Lassiter.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved