Kabar Artis

Denada Galau, Menangis Jika Pergi ke Indonesia Tinggalkan Aisyah Putrinya yang Berobat di Singapura

Denada tak tahu mengapa, satu minggu sebelum pulang ke Indonesia, hatinya sering gundah gulana dan menangis.

YouTube Maia ALELDUL TV
Denada Galau, Menangis Jika Pergi ke Indonesia Tinggalkan Aisyah Putriya yang Berobat di Singapura 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Denada harus rela bekerja keras sampai letih mencari nafkah untuk kehidupan dan kesembuhan putrinya, Aisyah yang mengidap kanker darah atau leukimia.

Denada harus sering ke Indonesia dari Singapura, karena ia sadar pekerjaannya berada di Tanah Air bukan di tempat tinggal sementaranya itu.

"Jadi sebulan sekali aku masih suka ke Indonesia. Selama satu atau dua minggu aku disini buat kerja," kata Denada ketika ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: Kabar Baru Denada, Demi Anak Kini Bolak Balik Singapura-Indonesia Jadi Instruktur Zumba

Wanita berusia 43 tahun itu berbagi cerita.

Denada tak tahu mengapa, satu minggu sebelum pulang ke Indonesia, hatinya sering gundah gulana dan menangis.

Penyanyi Denada beralih profesi menjadi instruktur zumba sejak tahun 2020 saat pandemi, dirinya nyaris tidak memiliki pekerjaan.
Penyanyi Denada beralih profesi menjadi instruktur zumba sejak tahun 2020 saat pandemi, dirinya nyaris tidak memiliki pekerjaan. (Tangkapan layar YouTube Cumicumi)

"Setiap kali aku mau pulang ke Indonesia, penuh air mata. Kalau udah H-7 cari tiket pulang, setiap malam aku nangis," ucapnya.

"Aku berusaha setiap malam sayang sayang dia (Aisyah), pelukan saat tidur, elus elus dia, doakan dia setiap malam dan pagi," sambungnya.

Rapper bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu mengakui, jadi ingin punya waktu banyak dengan anak, sebelum ia tinggalkan ke Indonesia.

Baca juga: Denada Ceritakan Perjuangan Tinggal di Singapura untuk Temani Putrinya Berobat: I Dont Say Bangkrut

"Karena aku tau di Indonesia selama 1 atau 2 minggu. Aku berusaha santai, dihari hari biasa gamau grow up sedih mau pulang ke Indonesia. Aku gamau kirim atmosfir sedih itu kedia, karena dia harus sekolah di Singapura," jelasnya.

"Aku berusaha selalu senang dihadapannya sebelum ke Indonesia," sambungnya.

Tapi, diakui Denada, sang anak menganggap ibunya selalu senang setiap ke Indonesia dan meninggalkan dirinya di Singapura.

"Begitu kemarin aku mau pulang ke indonesia, aku bilang dan mohon mohon ke dia. Kamu percaya ya, 'gak ada tempat di dunia ini yang aku kepingin yang paling menyenangkan buatku daripada disamping kamu' gitu," terangnya.

"Terus, 'Kalau aku boleh memilih, aku memilih ada disamping kamu 24 jam, bisa tetap memprovide dapat nafkah'. Tapi engga begitu berjalannya," tambahnya.

Denada mengakui, Aisyah memintanya untuk mencari pekerjaan di Singapura supaya tidak selalu meninggalkannya dan hidup jarak jauh selama beberapa minggu.

"Dia belum mengerti, tidak seperti itu berjalannya dan sistemnya. Ya pekerjaan aku di Indonesia. Ini resiko yang harus aku hadapi," ujar Denada.

Sumber: Warta Kota
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved