Minggu, 3 Mei 2026

Kisah Cretta Cucu Abdullah, Alumni DSC yang Sukses Merintis Pasar Dunia lewat NAMM Show 2023

NAMM Show merupakan pameran instrumen dan perangkat musik tahunan terbesar di dunia dan dihadiri para prinsipal peralatan instrumen musik

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Cretta Cucu Abdullah, founder dan CEO Seruni Audio, berpose bersama salah satu musisi internasional saat tampil berpameran di National Association of Music Merchants 2023 di California, Amerika Serikat, pada 12-14 April 2023. Seruni Audio merupakan produsen amplifikasi suara khususnya mikrofon, satu dari dua alumni program kewirausahaan Diplomat Success Challenge (DSC) yang berangkat ke Amerika Serikat mewakili Indonesia di NAMM Show. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seruni Audio, produsen amplifikasi suara khususnya mikrofon, menjadi satu dari dua alumni program kewirausahaan Diplomat Success Challenge (DSC) yang berangkat ke Amerika Serikat mewakili Indonesia untuk tampil di National Association of Music Merchants 2023 California, Amerika Serikat (NAMM Show).

NAMM Show merupakan pameran instrumen dan perangkat musik tahunan terbesar di dunia dan dihadiri para prinsipal peralatan instrumen musik serta para musisi dunia.

Event ini berlangsung selama tiga hari pada 12-14 April 2023.

Cretta Cucu Abdullah, founder dan CEO Seruni Audio dalam perbincangan virtual dengan Tribunnews baru-baru ini mengungkapkan kegembiraannya bisa tampil di NAMM Show 2023.

Di ajang ini Cucu memamerkan mikrofon handmade buatannya yang membuat decak kagum pengunjung NAMM Show. Di Tanah Air, produk mikrofon buatan Seruni antara lain digunakan oleh musisi terkenal seperti Eross Candra (SO7), Dewa Budjana (Gigi) dan beberapa musisi luar negeri.

Baca juga: Baru 2 Minggu Dirilis, Lagu Perfume Milik NCT DoJaeJung Menangkan 2 Penghargaan Musik

"Kami sudah beberapa kali kali berpameran di luar negeri. Tahun 2018 kami pernah berpameran di Austin, kemudian ke Cannes di Prancis dan ke Frankfurt. Untuk pameran ke AS, ini yang kedua. Justru berpameran ke ASEAN saya sama sekali belum," ungkap Cucu.

Yang membuat dia salut dan merasa mendapat kehormatan tinggi adalah para musisi dan audiens pameran ini termasuk para vendor instrumen musik dunia, sangat menghargai orisinalitas dan kualitas produk yang dipamerkan tanpa memandang negara asal produk yang dipamerkan.

"Cara pandang masyarakat di luar negeri memandang produk yang bagus, ya bagus-bagus saja tanpa melihat berasal dari mana. Apalagi jika tahu barang yang dipamerkan berasal dari Indonesia, rasa ingin tahu jadi lebih dalam," ujar Cucu.

Yang membanggakan baginya, keikutsertaan Seruni Audio di NAMM Show 2023 telah membuka peluang pasar luar negeri yang begitu lebar.

"Serunya, pameran ini jadi hub bagi para pelaku seni di industri musik. Tidak hanya untuk jualan saja tapi juga bisa membangun networking," kata dia.

Di pameran Seruni Audio juga melakukan penjualan langsung agtau direct sales melalui penjualan on the spot di lokasi pameran. Namun yang bisa dijual on the spot tidak banyak karena keterbatasan kapasitas bagasi saat terbang ke AS.

Selama pameran berlangsung, Cucu mengaku intensif melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan dari Kanada yang mengelola distribusi alat alat musik dari seluruh dunia.

"Dia meminta sample produk dari kita juga," ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan temu bisnis dengan perusahaan distributor dari Jerman dan Inggris yang meminta penawaran produk dari Seruni Audio. Di hari terakhir juga ada penawaran  memasarkan produk Seruni Audio oleh sebuah perusahaan dari Israel.

"Ketika kami ikut meeting dengan vendor dari Kanada, ada point  menarik yang kami dapatkan. Sekarang banyak customer luar negeri terutama di AS yang lebih tertarik pada produk yang made in-nya menampilkan orisinalitas dari negara aslinya. Yakni, produk-produk yang punya identitas negaranya dengan orisinalitasnya. Itu yang sangat dilirik," bebernya.

"Di NAMM ini kita bertemu peserta pameran yang membawa merek Bromo. Kita sempat sambangi dan ternyata produknya berasal dari China," ungkapnya.

Selama tiga hari tampil sebagai exhibitor di pameran ini, Cucu menilai Indonesia sanhat exciting bagi pasar AS.

"Kalau kita bisa branding produk kita itu akan menjadi nilai plus yang besar sekali. Terbukti di NAMM kemarin kita bisa berinteraksi dengan mereka yang datang ke booth," ungkapnya.

Nilai kompetitif produk

Cucu mengatakan, produk mikrofonnya siap bersaing di pasar internasional karena kualitas produk menjadi concern pertama Seruni Audio agar kompetitif di pasar.

"Standar kualitas produk kita mengacu pada top notch produk yang ada di pasaran," kata Cucu.

"Di produk mikrofon ada top notch produk yang harganya bisa 600 sampai 700 euro per unit. Sementara kita menjualnya hanya 99 dolar AS dan itu bikin orang nggak percaya. Tapi karena benchmark kualitasnya kita kejar ke sana, orang jadi percaya," bebernya.

"Kami sadar, sebenarnya produk kita dari Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk lain asal kita bisa mengisi value-nya. tidak hanya sebatas kualitas produk yang kita kerjakan," ungkapnya.

Baca juga: Sinopsis Film Wish Upon, Kotak Musik Pembawa Petaka, Tayang Malam Ini di Trans TV

"Di NAMM kemarin kami bertemu langsung dengan prinsipal-nya dan ini dari sisi bisnis membuka kesempatan kami untuk membangun networking dan kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan, termasuk ketika kita bertemu dengan networking baru seperti misalnya kami bertemu dan bertukar kontak dengan musisi pemenang Grammy Award," lanjutnya.

"Kami sangat mengapresiasi sikap open mind mereka dan ini menjadi suatu kehormatan bagi kami," lanjutnya.

Dari kesempatan mengikuti event NAMM Show 2023, Cucu menargetkan komposisi ekspor produknya mencapai 25 persen baik secara melalui jalur distributor maupun direct sales.

Tekankan quality control

Untuk menjaga agar produk mikrofonnya tetap terstandarisasi, Cucu mengatakan, sejak awal dia menekankan kepada tim produksi di Seruni Audio agar selalu konsisten menjaga quality control produk.

"Misal produk itu kita buat 300 atau 500 unit, kita berusaha agar kualitas produknya selalu konsisten. Untuk itu metode production-nya selalu kita perbaiki. Jadi jika volume produksi kita bertambah metode production-nya ini akan kita gunakan sebagai acuan," kata Cucu.

Riset produk juga dilakukan secara internal oleh Seruni Audio.

"Untuk benchmark, pada produk mikrofon andalan kita Seruni SM 02, benchmark-nya pakai produk dari Denmark namanya DBA Microphone yang jika masuk ke Indonesia harganya sekitar sembilan jutaan rupiah. Salah satu pemakainya di Indonesia adalah musisi Addie MS untuk orkestranya," ungkap Cucu.

"Saya juga pernah bertemu Addie MS tentang penggunaan mikrofon ini. Ini akan menjadi kolaborasi yang menarik ke depannya jika Addie MS menggumakan mikrofon dari kami," lanjutnya.

Seruni Audio juga merilis mikrofon MKS 14. "Benchmark yang kita pakai adalah salah satu produk mikrofon broadcast. Jadi setiap kali mengeluarkan produk baru, benchmark-nya adalah produk yang menjadi top notch di pasar."

Cucu mengatakan, setiap bulan tim riset dan pengembangan di Seruni Audio selalu mencari peluang merilis produk baru.

"Proses RnD di kami terus berjalan, namun untuk mengeksekusinya perlu upaya yang matang karena kita sifatnya bukan pabrik, tapi kami kerjakan secara in-house," imbuhnya.

Dia menekankan, di bisnis mikrofon untuk pasar internasional seperti digeluti Seruni Audio, pekerjaan rumah paling besar sebenarnya bukan di aspek R n D tapi di production plan agar produk-produk yang dihasilkan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan market internasional.

"Dari awal kita mendesain produk sampai tahap produksi kita lalui dulu fase prototyping. Produk prototipe ini saya bawa keliling ke teman-teman musisi di Jakarta. Untuk produk mikrofon MKS 14, saya sempat keliling ke beberapa studio karena produk satu ini kita tujuan ke teman-teman voice talent, pengisi suara, untuk keperluan iklan, sampai dubbing stiudio. Saya kelilinng ke mereka untuk minta input dan feedback."

Setelah input yang didapatkan dirasa cukup, dia kemudian masuki ke tahapan eksekusi produk. "Kami juga melibatkan expertise di luar tim internal kita untuk menghasilkan produk Seruni yang lebih berkualitas," ujar Cucu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved