Senin, 18 Mei 2026

Keluhkan Fitur Paylater Aplikasi Ojek Online, Nana Mirdad: Serasa Terjerat Pinjol!

Nana Mirdad merasa diperlakukan layaknya nasabah pinjaman online (pinjol) karena metode penagihan yang menurutnya terlalu berlebihan.

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
Selebritis Nana Mirdad saat menghadiri acara peluncuran Bango Less Sugar di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2024). Nana Mirdad dalam menjalani gaya hidup sehat ingin selalu melindungi kesehatan keluarga. Dirinya selalu memastikan anak-anak punya kegiatan outdoor yang aktif dan selalu mengonsumsi makanan sehat. Menurutnya Inovasi dari Bango Less Sugar membantu mengurangi asupan gula serta tidak merubah cita rasa masakan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis Nana Mirdad menyampaikan kekesalannya terhadap fitur paylater yang tersedia di salah satu aplikasi ojek online

Ia merasa diperlakukan layaknya nasabah pinjaman online (pinjol) karena metode penagihan yang menurutnya terlalu berlebihan.

Dalam unggahan Instagram Story, Nana mengaku awalnya tertarik menggunakan fitur tersebut karena dianggap memudahkan transaksi tanpa perlu melakukan isi ulang saldo.

"Jujur awalnya aku tertarik karena aku pikir ini memang gesture baik aja untuk mempermudah kita karena biasanya aku isi top up dan itu agak rempong pas lagi buru-buru," tulis Nana, dikutip Senin (5/5/2025).

Baca juga: Nana Mirdad dan Andrew White Soroti Ancaman HPV: Bukan Hanya untuk Perempuan

"Enggak ada kepikiran ini kaya pinjol. Soalnya dari app yang terpercaya kan," lanjutnya.

Namun, pengalaman buruk justru dialaminya belakangan ini. 

Nana mengaku merasa terganggu dengan metode penagihan yang dinilainya agresif, termasuk kiriman pesan WhatsApp yang bersifat intensif.

"Tapi namanya manusia kadang gak sempet top up dan akhirnya kepake juga. Kadang 800 ribu, kadang 1 jutaan. Bukan milyaran, bukan. Ehhh kali ini sampe di WA ganggu banget," kata Nana.

"Akhirnya baru tau dari kalian kalo ini memang adalah bentuk pinjol legal dan bahayanya mereka legal jadi betul-betul punya link untuk bikin data kita jelek di BI," imbuhnya lagi.

Nana juga mengaku tidak menyangka bahwa penggunaan paylater bisa memengaruhi riwayat kredit seseorang dalam sistem BI Checking. 

Ia menyesalkan kekeliruan memahami bahwa fitur tersebut hanya sekadar sistem pembayaran tunda.

"Bayangin ngga kalo yang nagih modelannya begini, pasti pelaporannya ke BI juga berantakan, seenaknya, sesuka hatinya. DUAR!! Bye. gak deh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nana menegaskan dirinya tak pernah berniat mengajukan pinjaman online, namun merasa diperlakukan seolah demikian.

"Enggak ada niatan cari pinjaman sama sekali lho. Tapi ternyata perlakuannya bener kaya jadi terjerat pinjol gitu ya. Padahal di aplikasi berbeda lho fitur untuk pinjaman dan fitur untuk paylater... Tapi ternyata fungsinya sama sepertinya musti kudu hati-hati ya," tulisnya.

Unggahan tersebut rupanya mendapat banyak respons dari warganet. 

Banyak dari mereka yang mengaku mengalami hal serupa, sehingga mendorong Nana membagikan pengalamannya secara terbuka.

Hingga berita ini ditulis, pihak aplikasi ojek online terkait belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan publik tersebut.
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved