Jumat, 29 Mei 2026

Mata Kuning Bisa Jadi Gejala Tumor: Ini Perbedaan Stadium, Peluang Sembuh, dan Tips Hidup Sehat

Mata kuning bisa menjadi pertanda adanya gangguan serius, termasuk tumor yang menyerang organ hati atau sistem pencernaan lainnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
www.freepik.com
Ilustrasi mata. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Munculnya warna kuning pada mata sering kali dianggap sepele. 

Padahal, dalam banyak kasus, mata kuning bisa menjadi pertanda adanya gangguan serius, termasuk tumor yang menyerang organ hati atau sistem pencernaan lainnya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kabar baiknya adalah peluang untuk sembuh masih terbuka lebar, khususnya jika kondisi ini diketahui sejak dini dan ditangani dengan tepat.

Hal ini diungkapkan oleh Konsultan Sub spesialis bedah digestif Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B., Subsp.BD(K) dari RS Sardjito. 

Baca juga: Mata Kuning Akibat Batu Empedu Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Penjelasan Dokter

“Peluang untuk sembuh total dengan cara yang melakukan penanganan sejak dini saat tumornya belum ganas,” jelasnya pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (5/8/2025).

Stadium 1 dan 2, Saat Peluang Sembuh Masih Besar

Dalam dunia medis, tingkat keparahan tumor dibagi menjadi beberapa stadium. Stadium awal yaitu stadium 1 dan 2, menjadi fase emas di mana pengobatan bisa memberikan hasil yang sangat baik.

“Tentu saja kalau tumornya masih stadium awal, kita bilang stadium 1 atau 2, itu masih sangat atau masih besar sekali peluang untuk sembuh dan tidak kambuh ya,” tegasnya.

Pada stadium 1, tumor masih bersifat lokal atau belum menyebar ke jaringan sekitar. 

Sedangkan stadium 2 menunjukkan adanya potensi penyebaran, meskipun masih dalam batas organ atau sistem getah bening.

Penanganan pada tahap ini umumnya mencakup operasi, kemoterapi, atau terapi tambahan lainnya, tergantung lokasi dan jenis tumornya.

Namun, saat tumor memasuki stadium lanjut, kondisinya menjadi jauh lebih kompleks. 

Tumor bisa menempel ke organ sekitar bahkan menyebar ke organ vital lain seperti paru-paru, hati, dan otak. 

Pada titik ini, peluang bertahan hidup mulai menurun, dan pengobatan pun lebih difokuskan pada memperpanjang harapan hidup serta mengurangi gejala.

“Berarti kemungkinan dia untuk survive atau bertahan kurang baik. Jadi memang perhatian pengenalan gejala-gejala sejak ini sangat penting untuk pasien,” lanjutnya.

Mata Kuning Bukan Sekadar Masalah Liver, Ini Kaitannya dengan Tumor

Mata kuning umumnya dihubungkan dengan masalah hati seperti hepatitis, namun ternyata kondisi ini juga berkaitan dengan penyumbatan saluran empedu yang bisa disebabkan oleh tumor. 

Tumor pada pankreas, saluran empedu, atau bahkan hati sendiri bisa menyebabkan penumpukan bilirubin yang membuat mata menjadi kuning.

Gejala ini sering diabaikan karena tidak disertai rasa sakit. Padahal, deteksi cepat pada fase ini bisa jadi kunci untuk menyelamatkan nyawa.

Pola Hidup Sehat Adalah Benteng Utama Pencegahan

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. 

Untuk itu, menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit, termasuk tumor penyebab mata kuning.

“Yang pertama tentu saja hidup sehat ya. Hidup sehat artinya kita harus menyeimbangkan antara asupan makanan yang masuk dan makanan yang harus dikeluarkan. Energinya maksudnya ya,” kata dr Yuda.

Ia juga menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi harus mengandung gizi seimbang. 

Serta dihindari dari bahan tambahan yang berlebihan seperti pengawet, pewarna, dan perasa buatan. 

Selain itu, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan makanan tinggi lemak juga menjadi pemicu utama munculnya gangguan metabolisme yang bisa berkembang menjadi tumor.

Tak kalah penting adalah aktivitas fisik. Tren olahraga saat ini seperti bersepeda atau lari dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh. 

Tapi harus diperhatikan juga cara tubuh mengeluarkan energi.

Sering begadang, menggunakan obat stimulan tanpa pengawasan, atau gaya hidup tidak sehat lainnya justru menciptakan energi negatif dalam tubuh yang bisa berakibat buruk bagi organ-organ vital.

“Misalnya sering bergadang, sering menggunakan obat-obat yang membuat dia energi negatif, ya istilahnya keluar karena tidak makanan yang masuk, energi yang dari makanan tapi energi yang poster dari obat dan sebagainya juga kurang baik. Jadi perlu diperhatikan itu,” tutupnya. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved