Rabu, 15 April 2026

Sal Priadi dan Slank Tukar Lagu di Pestapora 2025, Kolaborasi Mereka Pecahkan Suasana

Sal Priadi lebih dulu naik ke panggung dan membuka set dengan “Anyer 10 Maret”, lagu yang dipopulerkan grup band Slank. 

Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah
FESTIVAL MUSIK - Slank tampil di festival musik Pestapora 2025 yang digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (5/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penampilan penuh kejutan terjadi dalam hari pertama Pestapora 2025 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Utara,  Jumat (5/9/2025).

Musisi Sal Priadi dan grup legendaris Slank tampil sepanggung, saling membawakan lagu masing-masing hingga menutup kolaborasi dengan campuran “Ku Tak Bisa” dan “Gala Bunga Matahari” yang disambut gegap gempita penonton.

Sal Priadi lebih dulu naik ke panggung dan membuka set dengan “Anyer 10 Maret”. 

Ia mengajak penonton yang berpanas-panasan untuk tetap semangat menikmati jalannya festival. 

Baca juga: Pestapora 2025 Digelar Sejak Pagi, Penonton Rasakan Pengalaman Baru

Dalam penampilannya, Sal juga menghadirkan “Ada Titik-titik di Ujung Doa” yang menurutnya terinspirasi dari karya-karya Slank.

“Lagu ini kami bawakan karena terinspirasi dari Slank. Mudah-mudahan tuntutan-tuntutan kita terpenuhi semua, Aamiin!” ucap Sal.

Sal kemudian membawakan lagu “Orkes Sakit Hati”, diiringi visual 17+8 tuntutan yang terpampang di layar panggung.

Sorak sorai makin ramai saat Sal menutup set solonya dengan “Terlalu Manis” milik Slank

“Kata nyokap gua sebelum berangkat, nggak nyangka bisa nyanyi bareng Slank. Anjay,” ungkap Sal.

Tak lama, Slank naik panggung dengan lagu “Serta Mulia” dan langsung menyapa penonton.

“Assalamualaikum, Pestapora, let’s get into it!” ujar Kaka.

Aksi panggung Slank dilanjutkan dengan lagu “I Miss You But I Hate You” dan “Dari Planet Lain”.

“Apresiasi tinggi untuk Sal Priadi and band, saya resmi jadi fans club Sal. Enak main di depan penontonnya Sal, banyak ceweknya,” kata Kaka sambil bercanda.

Slank kemudian menghadirkan “Mawar Merah” sebelum membawakan lagunya, “Birokrasi Complex”.

Puncak momen terjadi ketika Sal Priadi kembali ke panggung. Bersama Slank, ia menutup penampilan dengan kolaborasi madley “Gala Bunga Matahari” dan “Ku Tak Bisa” yang membuat penonton bernyanyi serentak hingga akhir.

Medley adalah satu karya musik tunggal yang terdiri dari rangkaian potongan beberapa lagu berbeda yang dimainkan secara berurutan.

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved