Paula Verhoeven Disebut Ditakuti 2 Putranya, Pengacara: Anak-Anak Manja dengan Ibunya
Polemik Paula Verhoeven dan Baim Wong rupanya belum usai. Hak asuh masih jadi polemik. muncul narasi kalau kedua anak kliennya takut bertemu ibunya.
Ringkasan Berita:
- Ramai lagi soal putusan hak asuh Baim Wong dan Paula Verhoeven.
- Dalam putusan cerai muncul narasi kalau kedua anak Baim Wong takut bertemu ibunya.
- Namun Pengacaranya ungkap fakta berbeda.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik antara Paula Verhoeven dengan Baim Wong rupanya belum usai, setelah pernikahan mereka diputus cerai oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada 16 April 2024.
Paula Verhoeven pun keberatan dengan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan memberikan hak asuh kepada kedua putranya yang masih kecil kepada Baim Wong.
Baca juga: Sudah Cerai dengan Baim Wong, Paula Verhoeven Diperiksa Bawas MA, Ada Apa?
Keberatan itu menjadi sebuah aduan yang dilakukan oleh Paula Verhoeven ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA), pada April 2024.
Kuasa hukum Paula Verhoeven, Alvon Kurnia menyebut dalam putusan cerai muncul narasi kalau kedua anak kliennya takut bertemu ibunya.
Alvon mengungkapkan bahwa Paula baru saja bertemu dengan anak-anaknya pada pekan lalu, semua terjalin sangat baik dan hangat, bertolak belakang dengan klaim yang muncul di persidangan.
Baca juga: Perubahan Baim Wong setelah Cerai dari Paula Verhoeven hingga Disadari Orang-orang
"Faktanya anak bertemu dengan ibunya tidak kenapa-kenapa. Malah terlihat manja. Jadi di mana letak ketakutan itu? Itu sangat berbeda dengan hasil psikolog yang diajukan lawan," kata Alvon Kurnia Palma ketika ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2025).
Alvon pun menanyakan narasi ketakutan yang tertuang dalam putusan cerai Paula dan Baim, karena dalam pertemuannya, model cantik ini justru tidak dijauhi oleh anak-anak.
"Faktanya Anak bertemu dengan Ibu, dan tidak kenapa-kenapa. Malah terlihat manja pada Ibunya. Jadi di mana letaknya (ketakutan itu)?" ucapnya.
"Ya utu sangat berbeda dengan hasil psikolog yang diajukan pemohon," tambahnya.
Alvon menilai proses observasi yang dilakukan tidak imparsial atau tidak berimbang, salah satu contohnya kesimpulan psikolog yang menyebut anak lebih dekat kepada ayah
"Bagaimana mungkin menyimpulkan anak takut kepada ibu jika tidak dipertemukan? Itu hanya klaim sepihak, tidak konfirmasi pihak lain," jelasnya.
Alvon mengatakan kalau Paula masih terus berharap dari Baim, untuk membuat kesepakatan waktu agar bisa bertemu dan meluapkan kasih sayang kepada anak-anak.
"Paula berkeinginan agar kedua orang tua tetap berperan sebagai orang tua. Ayah sebagai ayah, ibu sebagai ibu. Itu yang harus dijaga demi psikologis anak," ujar Alvon Kurnia. (Ari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anak-paula-verhoeven-nangis.jpg)