Minggu, 19 April 2026

Ubay Sempat Down Hadapi Pro Kontra Saat Awal Jadi Vokalis Nidji

Penolakan dari sebagian penggemar Nidji terhadap Ubay tak terhindarkan, karena band tersebut telah memiliki legacy selama dua dekade.

Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah
PRO-KONTRA - Muhammad Yusuf Nur Ubay atau Ubay (baju hitam) ditemui dalam perayaan Anniversary 1 tahun album Nidji, Manifestasi di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ubay menggantikan posisi Giring sebagai vokalis Nidji pada 2019
  • Penunjukan Ubay sebagai vokalis Nidji menuai pro kontra di kalangan fans
  • Ubay memilih untuk lebih fokus berkarya bersama Nidji dan tidak lagi menghabiskan energi memikirkan komentar negatif

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vokalis Nidji, Muhammad Yusuf Nur Ubay atau Ubay, mengungkapkan pengalamannya menghadapi berbagai pro dan kontra saat pertama kali bergabung dengan band tersebut. 

Ubay mengaku sempat merasa ragu dan mempertanyakan posisinya di Nidji akibat komentar negatif dari warganet.

Ia mengakui bahwa penolakan dari sebagian penggemar Nidji tak terhindarkan, terutama karena band tersebut telah memiliki legacy selama dua dekade.

Baca juga: Kunci Gitar Lagu Di Atas Awan - Nidji: Kuatkan Semua Persahabatan, Kita Penantang Impian

"Dulu sering sih, sering banget kalau lihat komentar di YouTube, Instagram, atau sekarang di TikTok. Selama setahun-dua tahun tuh kayak, ini bener nggak ya gue di sini, gue ini blend in nggak sih sama anak-anak,” ujar Ubay dalam perayaan Anniversary 1 tahun album Nidji, Manifestasi di Halte Transjakarta Todari, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).

Ubay menuturkan, sejak resmi bergabung dengan Nidji pada 2019, ia menyadari bahwa proses penyesuaian tidak bisa terjadi secara instan.

Menurutnya, mustahil untuk langsung cocok begitu saja dengan band yang telah lama berjalan.

“Menurut gue ketika gue masuk 2019 itu nggak mungkin tiba-tiba langsung cocok. Itu mustahil banget. Semua itu proses,” katanya.

Ia juga mengaku sempat merasa kesal hingga ingin membalas komentar-komentar negatif satu per satu. 

Namun seiring waktu, Ubay mencoba memahami bahwa setiap orang bisa saja melontarkan komentar karena sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.

“Akhirnya gue coba mengerti, mungkin orang-orang itu lagi capek, lagi ada masalah. Jadi gue memilih buat nerima aja,” ungkapnya.

Kini, Ubay memilih untuk lebih fokus berkarya bersama Nidji dan tidak lagi menghabiskan energi memikirkan komentar negatif.

Ia merasa posisinya di Nidji adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk terus bermusik dalam jangka panjang. Itu bahkan hasil dari manifestasi dirinya selama ini.

“Gue pengennya bukan cuma setahun-dua tahun. Sekarang kita udah jalan enam tahun, gue pengennya 10 tahun ke depan sampai akhir hayat masih bermusik,” ucapnya.

Ubay pun tak menyangka perjalanannya bersama Nidji berbuah pada perilisan album terbaru bertajuk Manifestasi Hati pada 2025 yang berisi 10 lagu. 

Album tersebut, kata Ubay, bukanlah pembuktian kepada para pengkritik, melainkan bukti bahwa Nidji masih produktif dan terus berkarya di babak baru perjalanan mereka.

“Ini bukan pembuktian ke orang-orang yang komen negatif, tapi nunjukin kalau Nidji dengan chapter baru masih bisa berkarya dan dinikmati banyak orang,” tutupnya.

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved