Hujan Bukan Alasan Skip Sunscreen, Ini Kesalahan yang Diam-diam Bikin Kulit Cepat Menua
Banyak mengira bahaya matahari hanya datang dari sinar UVB yang sebabkan kulit terbakar. Padahal, di musim hujan justru sinar UVA perlu diwaspadai.
Ringkasan Berita:
- Saat musim hujan, banyak orang merasa sunscreen tak lagi penting. Padahal, justru di musim hujan risiko kerusakan kulit kerap terjadi tanpa disadari
- Sunscreen tetap menjadi kunci utama perawatan kulit, bahkan saat hujan dan mendung
- Musim hujan justru sinar UVA yang perlu diwaspadai
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cuaca mendung, hujan turun hampir setiap hari, matahari jarang terlihat.
Di kondisi seperti ini, banyak orang merasa sunscreen tak lagi penting. Padahal, justru di musim hujan risiko kerusakan kulit kerap terjadi tanpa disadari.
Kulit mungkin tidak terbakar, tapi perlahan menjadi kusam, muncul garis halus, hingga tanda penuaan dini.
Hal ini terjadi karena paparan sinar yang tak terlihat mata, namun tetap bekerja aktif pada kulit.
Baca juga: Perlukah Pakai Sunscreen satu Musim Hujan? Begini Kata Dokter
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE, menegaskan bahwa sunscreen tetap menjadi kunci utama perawatan kulit, bahkan saat hujan dan mendung.
“Sunscreen wajib tetap kita gunakan dalam kondisi cuaca yang mendung. Karena sinar matahari mengandung sinar UVA dan UVB. Sinar UVA ini bisa menembus awan, kemudian kaca jendela, kaca-kaca rumah, kaca mobil,"jelas dr. Ambar pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Minggu (11/1/2026).
UVA Diam-Diam Bikin Kulit Menua Lebih Cepat
Banyak orang mengira bahaya matahari hanya datang dari sinar UVB yang menyebabkan kulit terbakar. Padahal, di musim hujan justru sinar UVA yang perlu diwaspadai.
UVA mampu menembus awan dan berbagai permukaan kaca. Efeknya tidak langsung terasa, namun dampaknya jangka panjang.
Dr. Ambar menjelaskan bahwa paparan UVA berkaitan erat dengan penuaan dini, mulai dari kulit kusam hingga munculnya kerutan halus.
Sementara UVB memang berkurang saat hujan, bukan berarti kulit aman sepenuhnya.
Inilah alasan mengapa sunscreen tetap menjadi perisai utama kulit, meski matahari jarang terlihat.
SPF 30 Sudah Cukup, Tapi Jangan Lupa Re-Apply
Masih banyak yang merasa sunscreen cukup dipakai sekali setelah mandi. Padahal, perlindungan sunscreen memiliki batas waktu.
Menurut dr. Ambar, sunscreen perlu diulang pemakaiannya secara berkala agar tetap efektif.
“Kalau kita orang Asia, orang Indonesia kulitnya sudah kecoklatan ya. Minimal SPF-nya di SPF 30 sudah cukup, tidak usah terlalu tinggi. Tapi kalau untuk kita di SPF 30-an itu masih aman dan re-apply-nya 2-3 jam sekali,"sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/puncak-musim-hujan_20240111_190725.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.