Sabtu, 25 April 2026

Kabar Artis

Razman Nasution Ungkap Langkah Hukum yang Dapat Ditempuh Aurelie Moeremans, Singgung Ancaman Pidana

Pengacara Razman Arif Nasution mengungkap langkah hukum yang dapat ditempuh Aurelie Moeremans akibat pernah menjadi korban child grooming.

Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana
ARTIS AURELIE MOEREMANS - Aurelie Moeremans di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2024). Pengacara Razman Arif Nasution mengungkap langkah hukum yang dapat ditempuh Aurelie Moeremans. 
Ringkasan Berita:
  • Kisah Aurelie Moeremans pernah menjadi korban child grooming mendapat perhatian dari pengacara Razman Arif Nasution.
  • Razman Nasution mengungkap langkah hukum yang dapat ditempuh Aurelie Moeremans.
  • Razman menyinggung ancaman pidana bagi pelaku sangat serius.

TRIBUNNEWS.COM - Pengacara kondang Razman Arif Nasution angkat bicara setelah kisah Aurelie Moeremans diungkap secara terbuka melalui buku memoar berjudul Broken Strings.

Buku Broken Strings sendiri mengisahkan pengalaman pribadi Aurelie Moeremans saat berusia 15 tahun.

Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan bagaimana dirinya menjadi korban child grooming.

Child grooming merupakan teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak. Tujuannya untuk mengeksploitasi atau melecehkan anak secara seksual. 

Kisah Aurelie tersebut pun mendapat perhatian dari sejumlah pihak, salah satunya Razman Nasution.

Razman lantas mengungkap langkah hukum yang dapat ditempuh artis keturunan Belgia-Indonesia itu.

Dikatakan pengacara berusia 55 tahun ini, Aurelie bisa melaporkan kejadian yang dialaminya pada masa remaja ke polisi.

"Saya meminta agar kalau Aurelie dapat meyakinkan para pihak, saksinya atau mungkin dokumen yang dia miliki," kata Razman, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (17/1/2026).

"Dia dapat melaporkan perbuatan itu gitu, tapi tidak lagi pelecehan seksual ketika dia masih di bawah 18 tahun."

"Nah, perbuatan itu barangkali bisa didalami pada saat sekarang," lanjutnya.

Razman juga menyebut ancaman pidana bagi pelaku sangat serius.

Baca juga: Soroti Detail Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Zanzabella Singgung Sosok Roby Tremonti

Meski begitu, menurut Razman, langkah hukum itu tergantung bagaimana bintang sinetron Cinta Puteri tersebut mampu mengumpulkan bukti-bukti dari peristiwa yang dilaminya.

"Di sini bisa juga dikaitkan dengan Undang-Undang TPKS, tindak pidana kekerasan seksual, fisik dan nonfisik."

"Ancaman hukumannya serius. Tetapi seberapa jauh seorang Aurelie mampu untuk membuat terangnya peristiwa hukum ini."

"Itu sangat tergantung bagaimana Aurelie, misalnya menggandeng pengacara, menggandeng orang-orang yang ahli untuk bisa menjadikan true story yang dia tulis itu menjadi sebuah fakta hukum," tuturnya.

Awal Mula Aurelie Tulis Buku Broken Strings

Viralnya buku Broken Strings membuat upaya Aurelie membuka masa lalunya menuai simpati dan apresiasi.

Lewat laman YouTube-nya, Mrs Aurelie, istri Tyler Bigenho ini mengungkapkan awal mula ditulisnya buku tersebut.

"Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku ceritalah sama dia, bahwa kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya ada, traumanya tetap ada," kata Aurelie memulai ceritanya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Saat trauma itu muncul, Aurelie acapkali menyakiti dirinya sendiri.

"Dan aku cerita ke terapis aku bahwa kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa deserve it (layak untuk hal itu)," imbuhnya.

Artis berambut panjang ini menyadari, aksinya itu merupakan peringatan bahwa ia belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.

"Ya memang udah jelas kan, ada sesuatu yang belum selesai gitu di hati aku. Karena deep down (jauh di dalam lubuk hati) aku tahu aku enggak deserve dikasarin. Ada something wrong (sesuatu yang salah)-lah," lanjutnya.

Dari situlah, sang terapis memintanya menulis diary atau buku harian.

"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (sosok yang mengasari) aku zaman dulu.'

"Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.

"Kenapa sih gitu. Karena dulu tuh aku bener-bener enggak ngerti kenapa ada orang setega sekeji itu. Dan pas aku di umur 32, aku baru sadar, enggak ada yang mesti dimengerti. Memang semua itu tidak seharusnya terjadi," selorohnya lagi.

Dia tak menampik, saat menuliskan masa lalunya hatinya terasa berat.

Pasalnya, sulung dari dua bersaudara itu harus membuka luka lama.

"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.

Artis yang kini tengah menanti kelahiran buah hati pertamanya itu merasa sangat bodoh di masa lalu,

"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodol banget ya' zaman dulu," katanya.

Kala itu, Aurelie merasa tidak ada jalan keluar untuk masalahnya.

"Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.

Baca juga: Memoar Aurelie Moeremans Jadi Sorotan, KPAI Sebut Child Grooming Bukan Sekedar Rayuan Tapi Kekerasan

(Tribunnews.com/Indah Aprilin/Salma)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved