Jumat, 29 Mei 2026

Film Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani Angkat Tradisi Bau Nyale, Bukan Semata Kisah Pengorbanan

Film "Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani" diharapkan menjadi ruang temu gagasan yang memperkaya perspektif penonton mengenai sejarah tanah Lombok.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Film pendek bertajuk “Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani” rencananya ditayangkan di sebagai bagian dari rangkaian Festival Bau Nyale 2026
  • Proses kreatif film tersebut melibatkan budayawan Sasak Lalu Agus Fathurrahman
  • Pemutaran film ini merupakan bagian dari strategi pariwisata berbasis edukasi

 

TRIBUNNEWS.COM - Tradisi Bau Nyale kini tidak hanya bisa dinikmati melalui keriuhan di pesisir pantai, tapi juga melalui layar sinema yang reflektif berupa film pendek bertajuk “Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani”.

Film tersebut resmi diperkenalkan sebagai bagian dari rangkaian Festival Bau Nyale 2026 dan dijadwalkan tayang dalam acara Culture Night of Mandalika: Bau Nyale Short Movie Screening, 6 Februari 2026 di Pantai Kuta Mandalika.

“Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani” hadir untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tradisi autentik Suku Sasak di luar narasi permukaan.

Baca juga: Lisa BLACKPINK dan Kentaro Sakaguchi Main Bareng di Film Pendek Dream

Dalam proses kreatifnya, film ini melibatkan budayawan Sasak ternama, Lalu Agus Fathurrahman, untuk menjaga akurasi narasi.

Menurutnya, sosok Putri Mandalika dalam film ini ditampilkan sebagai simbol kecerdasan sosial, bukan sekadar kisah pengorbanan tragis.

"Putri Mandalika tidak dapat dibaca semata sebagai kisah pengorbanan, melainkan representasi kecerdasan kepemimpinan sosial masyarakat Sasak. Pemaknaan ini penting agar literasi budaya kita tetap berpijak pada pengetahuan leluhur dan tidak bias," tegas Lalu Agus Fathurrahman, Senin (2/2/2026).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa pemutaran film ini merupakan bagian dari strategi pariwisata berbasis edukasi. 

Tujuannya adalah memperkenalkan Bau Nyale sebagai pengalaman budaya yang utuh bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Melalui film, kita memperkenalkan Bau Nyale berbasis pengetahuan dan nilai fundamental. Ini adalah jembatan agar generasi masa kini memahami Suku Sasak secara lebih mendalam," ujar Ahmad.

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Nuriadi, S.S., M.Hum., menilai sinema memiliki kekuatan besar sebagai dokumentasi budaya.

Menurutnya, narasi visual dalam film pendek ini jauh lebih mudah dianalisis dan dipahami oleh masyarakat luas sebagai ruang refleksi tradisi.

Festival Bau Nyale 2026 Festival Bau Nyale sendiri berlangsung sejak 1 hingga 8 Februari 2026 yang berpusat di Pantai Seger, Lombok Tengah.

Kehadiran film "Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani" diharapkan menjadi ruang temu gagasan yang memperkaya perspektif penonton mengenai sejarah autentik tanah Lombok.

Bagi masyarakat maupun wisatawan, festival ini bersifat terbuka dan menjadi momen langka untuk menyaksikan bagaimana tradisi leluhur dirayakan dalam kemasan modern yang edukatif.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved