Minggu, 7 Juni 2026

Selebgram Lula Lahfah Meninggal

Awkarin Sentil Vlog Tabung Whip Pink di Apartemen Reza Arap yang Dihapus, Singgung Kebenaran

Vlog yang menampilkan tabung whip pink di apartemen Reza Arap disorot Awkarin meski telah dihapus, ia menyinggung soal kebenaran.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Kematian Lula Lahfah masih menyisakan tanda tanya karena belum ada kesimpulan resmi dari kepolisian.
  • Vlog YouTube Garaisu yang menampilkan tabung Whip Pink di apartemen Reza Arap mendadak viral meski sudah dihapus.
  • Awkarin mempertanyakan alasan penghapusan vlog dan menegaskan akan terus mengawal kebenaran demi sahabatnya.

TRIBUNNEWS.COM - Penyebab pasti meninggalnya selebgram Lula Lahfah hingga kini masih menyisakan tanda tanya. 

Influencer yang akrab disapa Lula ini ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026).

Sejak kabar duka itu mencuat, berbagai spekulasi bermunculan di ruang publik, namun belum satu pun yang bisa dipastikan kebenarannya.

Sorotan sempat tertuju pada tabung whip pink yang ditemukan di lokasi penemuan jasad Lula.

Sejumlah pihak mengaitkan benda tersebut dengan dugaan penyebab kematian sang selebgram.

Meski begitu, informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi.

Pihak kepolisian pun menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Lula Lahfah, mengingat keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Di tengah simpang siur tersebut, perhatian publik kembali mengarah pada sebuah vlog YouTube yang menampilkan keberadaan tabung Whip Pink di apartemen kekasih Lula Lahfah, YouTuber Reza Arap

Vlog itu diunggah di kanal YouTube Garaisu, milik Graciela atau Gracia, yang diketahui merupakan teman Reza Arap.

Dalam tayangan tersebut, tabung Whip Pink terlihat jelas di dalam apartemen pemilik nama asli Reza Oktovian tersebut. 

Mendadak viral, vlog tersebut kabarnya sudah di take-down. 

Baca juga: Terisak, Awkarin Ungkap Penyesalan di Makam Lula Lahfah: Lu Nggak Dengerin Gue Sih, Sama Bule Aja

Meski video itu kini telah dihapus, cuplikannya terlanjur viral di media sosial.

Bahkan, sahabat Lula Lahfah, Awkarin, mengaku masih menyimpan rekaman vlog tersebut.

Lewat unggahan di di Instagramnya, @narinkovilda, Awkarin pun melontarkan sindiran yang langsung menyedot perhatian warganet.

“Udah gue screen record.

Kalo emang gaada apa-apa. Kenapa harus di take down vlog-nya? Sekarang ngerti, kan? :) ” tulis Awkarin, dikutip Tribunnews, Kamis (5/2/2026). 

Tak berhenti di situ, permilk nama asli Karin Novilda ini juga membagikan tangkapan layar pesan dari seorang netizen yang sebelumnya sempat salah paham dan menuding dirinya memojokkan Reza Arap dalam kasus kematian Lula.

“Rin ya allah deg bngt gue maafin sebelumnya gue kesel bngt sma lu pas nyap nyap dipemakaman kemaren ya allah mau nangis bngt, Otw hapuss komen jelek gue ke elu di tt wkwkwk tolol bngt emng,” tulis netizen tersebut.

Mengingat, Awkarin tampak menangis saat menabur bunga di pusara sahabatnya.

Ia juga sempat melontarkan ungkapan kekecewaan karena Lula Lahfah tak mendengarkannnya untuk berpacaran dengan orang luar. 

“Lu enggak pernah dengerin gue sih. Sama bule aja. Kalau kemarin ke Melbourne kan jadinya enggak gini,” ucap Awkarin saat berziarah.

Menanggapi pesan itu, Awkarin menegaskan sikapnya sejak awal, bahwa apa yang ia lakukan semata demi memperjuangkan kejelasan atas kepergian sahabatnya.

“Gapapa dimaafin yg penting kebenaran terungkap. Gue gaakan berhenti sampe kebenaran terungkap.

Gue akan terus jadi garda terdepan org-org yg gw sayang sampe kapanpun,” jawab Awkarin.

Baca juga: Ayah Lula Lahfah Batal Diperiksa Usai Kasus Kamatian Putrinya Dinyatakan Selesai

Polisi Tak Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Lula Lahfah Karena Keluarga Tak Izinkan Autopsi

Polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus kematian Selebgram Lula Lahfah di apartemen kawasan Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Lula Lahfah lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah.

"Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kematian, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Adapun alasan pihak keluarga tidak menginginkan jenazah Lula diautopsi lantaran tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh Lula.

"Tadi kalau mendengar penjelasan kasat reskrim, bahwa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan," ucapnya.

Atas hal itu, saat ini pihak kepolisian menghentikan penyelidikan perkara ini karena tidak ditemukan unsur pidana dari hasil penyelidikan.

"Perkara ini, peristiwa ini oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tindak pidana dan perbuatan melawan hukum," ujarnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, disimpulkan tidak ada unsur pidana dalam kasus kematian Selebgram, Lula Lahfah itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan Lula Lahfah menyebut kesimpulan ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

"Tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyidikan terkait penemuan jenazah saudari LL," ucap Iskandarsyah.

Adapun hasil penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Lula ataupun upaya melawan hukum.

"Kami sudah cek bukti dan keterangan saksi, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum," tuturnya.

Baca juga: Hasil Tes DNA Bercak Darah di Seprai dan Tisu Identik dengan Profil Lula Lahfah

Polisi Selidiki Tabung Whip Pink di TKP Penemuan Jasad Lula Lahfah

Pihak polisi sempat mendalami asal usul tabung whip pink yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). 

Meski penyelidikan kasus kematian telah dihentikan, barang bukti tersebut tetap menjadi perhatian penyidik.

Budi Hermanto menyebut tabung berukuran 2.050 gram dalam keadaan kosong itu menjadi fokus pendalaman.

“Ya artinya dari penyidik pasti mendalami dari mana pesanan,” ujarnya. 

Ia menambahkan, salah satu platform daring yang menjual tabung tersebut kini sudah menurunkan akunnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menjelaskan tabung itu diantar ke apartemen Lula dan diterima oleh asisten rumah tangga berinisial A.

“Kita kerja sama dengan sekuriti apartemen, di mana itu diantar tabung tersebut dan tadi kita saksikan ada satu kantung yang dibawa oleh saudari A, berisi tabung pink tersebut,” kata AKBP Iskandarsyah.

Selain tabung whip pink, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lain di lokasi, antara lain sprei putih diduga bercak darah, beberapa helai tisu dan kapas bekas, serta kotak berwarna pink berisi obat-obatan.

Barang bukti tersebut telah diperiksa di laboratorium forensik untuk memastikan kandungan dan keterkaitannya dengan peristiwa kematian.

Kasubdit Biologis Serologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofiq, menyebut pihaknya menerima barang bukti itu untuk pemeriksaan ilmiah.

“Selain bukti CCTV, barang bukti menarik yang ada di TKP kita laksanakan uji laboratorium forensik,” ujar Kompol Irfan Rofiq.

Klarifikasi Kehadiran Reza Arap

Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa Reza Arap tidak berada di tempat kejadian perkara saat jasad Lula pertama kali ditemukan.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, asisten Lula berinisial A adalah orang yang pertama kali mendapati Lula dalam kondisi tak bernyawa di atas tempat tidur.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi Reza. Ia kemudian meminta asistennya mencari tenaga medis.

Rekaman CCTV menunjukkan Reza baru tiba beberapa saat kemudian bersama seorang dokter bernama dr. Rizky.

Pemeriksaan medis di lokasi menyatakan Lula telah meninggal dunia.

Setelah itu, ambulans dipanggil dan proses evakuasi dilakukan melalui lift barang, dengan Reza mendampingi hingga jenazah dibawa ke RS Fatmawati.

Polisi menekankan bahwa kehadiran Reza di lokasi adalah bentuk respons cepat setelah dihubungi saksi, bukan saat pertama kali jasad ditemukan.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang beredar luas di media sosial.

(Tribunnews.com, Rinanda/Abdi/Reynas) 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved