Once Mekel Rayakan Imlek dengan Semangat Kebudayaan dan Jati Diri Indonesia
Perayaan Imlek bagi Once Mekel bukan sekadar seremoni tahunan salah satu etnis tertentu.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Perayaan Imlek bagi Once Mekel bukan sekadar seremoni tahunan etnis tertentu.
- Ia memandang perayaan itu sebagau ruang refleksi kebudayaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Imlek bagi Once Mekel bukan sekadar seremoni tahunan salah satu etnis tertentu.
Ia memandang perayaan itu sebagau ruang refleksi kebudayaan. Dalam pandangannya, budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan Nusantara dan tidak bisa dipisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Baca juga: Ariel NOAH Hingga Once Mekel Kumpul di TIM Jakarta, Bahas Hak Intelektual Serta Teknologi
Once menekankan bahwa Imlek bukan hanya milik satu komunitas, tetapi telah menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.
“Deklarasi bahwa budaya Tionghoa yang sudah ratusan tahun di Nusantara adalah budaya Indonesia juga, budaya Tionghoa adalah kekayaan Nusantara,” ujar Once Mekel saat menghadiri perayaan bertajuk Harmoni Imlek Nusantara yang digelar Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan, Jakarta Pusat belum lama ini.
Bagi mantan vokalis Dewa 19 itu, penetapan Imlek sebagai hari libur nasional merupakan pengakuan negara bahwa etnis dan budaya Tionghoa adalah elemen penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Ia menyebut identitas Tionghoa sebagai salah satu unsur pembentuk jati diri bangsa yang turut memberi warna bagi masa lalu hingga masa depan NKRI.
"Identitas Tionghoa adalah salah satu elemen pembentuk jati diri bangsa kita. Dan, peran etnis Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan NKRI," tutur Once.
Once juga mencontohkan keberadaan Kebaya Encim sebagai simbol akulturasi budaya yang lahir dari pertemuan panjang antara tradisi lokal dan budaya Tionghoa.
Menurutnya, warisan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman bukanlah sekadar slogan, melainkan kenyataan yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam suasana perayaan Imlek, Once memandang momen ini sebagai pengingat pentingnya menjaga harmoni antarkelompok budaya.
Ia menilai bahwa Indonesia justru kuat karena keberagaman yang saling memperkaya, bukan saling menegasikan.
Gelaran Harmoni Imlek Nusantara dibuka dengan atraksi Barongsai dan Wushu, dilanjutkan penampilan tari Bian Lian serta lagu-lagu Mandarin yang dipadukan dengan alunan biola dan dentingan Sasando, menciptakan nuansa budaya yang saling berpadu.
Profesor Darmadi Durianto selaku tuan rumah turut menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan yang sedang menunaikan ibadah umroh, sekaligus menyinggung harapan dan tantangan di Tahun Kuda Api.
Suasana kekeluargaan semakin terasa saat prosesi Yee Sang dipimpin Chef Donny bersama Once Mekel dan sejumlah tokoh, di antaranya Ronny Talapessy, Hilmar Farid, Adri Martowardojo, serta perwakilan Perhimpunan INTI dan kalangan pengusaha nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ONCE-RAYAKAN-IMLEK-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.