Kabar Artis
Penyebab Chelsea Olivia Alami Haid 2 Bulan Non Stop hingga Operasi di Malaysia
Artis Chelsea Olivia membagikan pengalamannya mengalami kondisi gangguan medis di organ reproduksi.
Ringkasan Berita:
- Cerita Chelsea Olivia alami haid 2 bulan non-stop
- Ia bahkan harus menjalani operasi rahim di Malaysia
- Ada beberapa tahap operasi yang dijalankan
- Chelsea Olivia pun ungkap penyebabnya
TRIBUNNEWS.COM - Artis Chelsea Olivia membagikan pengalamannya mengalami kondisi gangguan medis di organ reproduksi.
Awalnya Chelsea Olivia dan sang suami, Glenn Alinskie berpamitan dan meminta doa pada warganet.
Mereka menyebut Chelsea akan masuk ruang operasi di Malaysia pada akhir Februari 2026 lalu.
Tak dijelaskan secara rinci, namun dalam unggahan gabungan @chelseaolivia dan @glennalinskie disebutkan, wanita berusia 33 tahun itu akan menjalankan empat tahap operasi.
Di antaranya hysteroscopy, polypectomy, D&C, dan Endometrial resection.
Keempat prosedur tersebut adalah tindakan medis minimal invasif untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan di dalam rahim tanpa sayatan luar.
Hysteroscopy memvisualisasikan rahim, Polypectomy mengangkat polip, D&C mengikis lapisan rahim, dan Endometrial resection mengangkat lapisan rahim secara lebih dalam, sering dilakukan bersamaan.
Kini Chelsea Olivia sedang dalam masa pemulihan dan mulai menceritakan awal mula gejala dan penyebab dirinya naik meja operasi.
Wanita yang menikah pada 2015 tersebut mengaku mengalami gangguan haid.
Darah menstruasi tidak berhenti selama dua bulan.
Baca juga: Vakum Akting Demi Anak, Chelsea Olivia Ubah Prioritas Hidup, 70 Persen untuk Keluarga
Merasa kondisinya tak wajar, Chelsea memutuskan memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Chelsea didiagnosa mengalami gangguan hormon.
"Jadi semuanya bermula di bulan Januari, saat aku sedang menstruasi (tepat setelah pulang dari Jepang). Rasanya berbeda dari biasanya—lebih sakit dan kramnya jauh lebih kuat.
Awalnya aku pikir wajar, mungkin aku karena kecapekan setelah liburan..
Tapi ternyata tidak berhenti. Sudah 10 hari- lalu 2 minggu hingga memasuki 2 bulan, aku masih terus berdarah. Akhirnya aku langsung kontrol ke dokter obgyn.
Cek hormon dan pemeriksaan lainnya pun dilakukan, tapi tidak ditemukan kejanggalan (rahimku sehat, banyak telur ditemukan). Aku hanya diberi obat hormon untuk penyeimbang dan supaya berhenti," tulis Chelsea Olivia.
Sayangnya konsumsi obat dari dokter kandungan tak mengubah kondisinya.
Ia memilih berpindah ke dokter penyakit dalam. Namun semua hasilnya baik.
"Aku pun memutuskan untuk periksa ke dokter internis. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap, tapi lagi-lagi tidak ditemukan masalah. all good, hasil darah pun semua baik, hanya ada beberapa yang rendah.
Akhirnya aku kembali lagi ke dokter obgyn untuk melepas IUD. Setelah diperiksa, beliau mengatakan semuanya dalam kondisi baik. Telur banyak, rahim sehat, tidak ada miom, kista, dan lain-lain.
Pertanyaan adalah kenapa?? Sudah ada 4 macam obat dan 3 dokter tapi tidak juga berhenti aktifitas jadi sulit, karna kondisi tidak bisa dipastikan kadang baik kadang tidak," lanjutnya.
Baca juga: Gracia Indri Melahirkan Anak Kedua, sang Putra Diberi Nama Maxim Daniel Slijpen
Selama gangguan haid, Chelsea mengalami perubahan fisik dengan perut membengkak, kram, lemas, dan pusing.
Perutnya pun nampak buncit dan naik berat badan hingga 5 kg.
Chelsea Olivia lalu mencari second opinion di Negeri Jiran, tepatnya di Island Hospital.
Penyebab dirinya pendarahan tak kunjung selesai adalah temuan lingkaran putih di bagian leher rahim.
Artis kelahiran Bandar Lampung itu penasaran, apa penyebab adanya lingkaran putih hingga mempengaruhi siklus menstruasinya.
Pihak medis, Dr. Low Kah Pin menerangkan tidak ada yang bisa memastikan penyebab kondisi tersebut.
Ketidakseimbangan hormon disebut bisa menyerang siapa saja, khususnya wanita yang sudah melahirkan.
"Jadi pertanyaan kenapa dok?? Apakah pola makanku yg salah?? Kurang olahraga?? Atau apa?? Jawabannya 1...
Tidak ada yang bisa memastikan, karna imbalance hormon bisa terjadi pada semua orang (apalagi yg sudah melahirkan) dan faktor genetik-ku.. intinya tidak perlu khawatir bsk akan kita bereskan dengan prosedur small surgery.." terang Chelsea.
Terakhir, Chelsea Olivia memberi saran pada para wanita untuk rajin check up reproduksi setidaknya satu tahun sekali.
Tes hormon juga sangat dianjurkan untuk dilakukan.
"Buat para wanita harus rajin check up yahh (papsmear, check up darah komplit 1 tahun 1x)
Ini selalu aku lakukan, dan jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus ada baiknya langsug cari second opini ke profesional dan test Hormon (ini sangat membantu) Catat tanggal mens dan juga selesainya
Jadi kalo ada kejadian seperti ini aku gampang untuk track lebih lanjut!! lebih cepat lebih baik
We can do this girls," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Siti N)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.