Jumat, 24 April 2026

Kabar Artis

Isyana Sarasvati Jawab Polemik Karyanya yang Dinilai Sulit Dicerna, Singgung Seleksi Alam Pendengar

Isyana Sarasvati buka suara soal karyanya yang dinilai sulit dicerna publik. Ia menyebut pendengar karyanya akan terkurasi secara alami.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
KLARIFIKASI SOAL KARYANYA - Isyana Sarasvati bersama penggemarnya sesaat sebelum tampil di panggung memeriahkan Indonesia Menari 2025 di Ciputra World Surabaya (CWS), Minggu (12/10/2025). Isyana Sarasvati tanggapi polemik karyanya yang dinilai publik sulit dicerna, sebut ada seleksi alam. 
Ringkasan Berita:
  • Isyana Sarasvati menjadi sorotan setelah konsep visual mata merah di proyek ABADHI dalam album EKLEKTIKO memicu polemik di media sosial.
  • Sebagian warganet menafsirkan simbol tersebut sebagai lambang kontroversial hingga dikaitkan dengan isu satanisme.
  • Dalam podcast bersama Habib Jafar, Isyana menegaskan karyanya lahir dari hati dan percaya pendengar akan terkurasi secara alami.

TRIBUNNEWS.COM - Nama musisi Isyana Sarasvati tengah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Perbincangan mengenai karyanya ramai diperbincangkan di media sosial, setelah muncul tudingan yang mengaitkan konsep visual proyek terbarunya dengan simbol-simbol yang dianggap kontroversial.

Isu tersebut bermula dari konsep visual yang ditampilkan dalam bagian terakhir album EKLEKTIKO, yakni ABADHI.

Dalam video teaser proyek tersebut, Isyana menghadirkan elemen visual berupa satu mata berwarna merah yang muncul cukup dominan dalam beberapa adegan.

Visual tersebut kemudian memicu beragam tafsir dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial menilai simbol tersebut berkaitan dengan simbol tertentu yang kerap diasosiasikan dengan praktik satanisme.

Perdebatan pun meluas di berbagai platform digital, memunculkan spekulasi beragam mengenai makna di balik konsep visual yang dihadirkan dalam karya tersebut.

Di tengah perbincangan yang semakin ramai, Isyana Sarasvati sempat menjadi bintang tamu dalam podcast YouTube Jeda Nulis bersama Habib Jafar Al Hadar.

Dalam kesempatan itu, ia berbagi pandangannya tentang proses berkarya sekaligus menanggapi anggapan bahwa sebagian karyanya dinilai sulit dicerna oleh sebagian masyarakat.

Isyana menjelaskan bahwa sebagai seorang musisi, ia selalu berupaya menyampaikan pesan yang tulus melalui karya-karyanya.

Pelantun Tetap Dalam Jiwa ini menegaskan bahwa proses kreatif yang ia jalani bukan sekadar untuk menghadirkan hiburan semata.

Baca juga: Suami Isyana Sarasvati Buka Suara usai Sang Istri Dituding Sesat Imbas Teaser Lagu ABADHI: Fitnah

"Aku adalah seorang musisi yang berkarya dengan sungguh-sungguh. Pesan-pesan yang ingin aku sampaikan lewat karya-karyaku sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam," ujarnya, dikutip Tribunnews, Senin (9/3/2026). 

Menurut Isyana, setiap karya pada akhirnya akan menemukan pendengarnya sendiri.

Ia menyebut bahwa proses tersebut seperti seleksi alam yang terjadi secara alami dalam perjalanan sebuah karya musik.

"Namun pada akhirnya akan terjadi semacam seleksi alam. Para pendengarku perlahan akan terkurasi dengan sendirinya, menjadi pendengar yang sehat, orang-orang yang benar-benar bisa menerima dan memahami karya-karyaku apa adanya," katanya.

Lebih lanjut, istri dari Rayhan Maditra inimemandang musik sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Ia merasa bahwa karya-karyanya juga merefleksikan proses pembentukan dirinya sebagai seorang manusia.

"Bagi aku pribadi, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah bagian dari proses kehidupanku, bahkan proses pembentukan diriku sebagai manusia juga banyak tercermin lewat karya-karya yang aku buat," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam berkarya. Baginya, karya yang lahir dari hati memiliki peluang besar untuk menyentuh hati orang lain.

"Aku selalu percaya, dan ini sering sekali aku ulang, bahwa apa pun yang lahir dari hati pasti akan sampai ke hati. Karena itu, jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri," tuturnya.

Isyana pun menilai bahwa tidak semua karya harus mudah dipahami oleh semua orang.

Ia menganggap setiap karya memiliki jalannya masing-masing dalam menemukan pendengar yang tepat.

"Semua sudah ada jalannya, semua sudah memiliki porsinya masing-masing. Jadi jangan takut kalau misalnya lagumu terasa sulit atau terkesan tidak mudah dicerna," ucapnya.

Meski demikian, ia tetap yakin akan selalu ada pendengar yang bisa merasakan pesan dari karya-karya yang dibuat dengan tulus.

"Aku yakin akan selalu ada orang yang bisa beresonansi dengan lagu-lagu seperti itu. Mungkin tidak banyak, tetapi di situlah kualitasnya, sesuatu yang genuine dan tulus," jelasnya.

Pada akhirnya, Isyana menegaskan bahwa kejujuran menjadi hal terpenting dalam proses berkarya. Ia percaya sikap tersebut akan membuat seorang musisi mampu menyampaikan karyanya dengan sepenuh hati.

"Karena itu aku selalu percaya, yang paling penting adalah kita harus jujur terhadap karya kita sendiri. Dengan begitu, ketika kita menyuarakan atau membagikannya kepada orang lain, kita juga melakukannya dengan sepenuh hati, bukan setengah-setengah," pungkas wanita berusia 32 tahun ini. 

Baca juga: Isyana Sarasvati Menangis di Panggung saat Kenang Vidi Aldiano: Dia Selalu Menyebarkan Kebahagiaan

Suami Isyana Sarasvati Buka Suara usai Sang Istri Dituding Sesat Imbas Teaser Lagu ABADHI: Fitnah

Di tengah perbincangan yang semakin ramai, suami Isyana Sarasvati, Rayhan Maditra, sempat angkat bicara.

Ia menyampaikan tanggapannya melalui unggahan di akun Threads miliknya, @rayhanmaditra.

Rayhan menilai polemik yang muncul merupakan tantangan yang kerap dihadapi para seniman ketika karya mereka ditafsirkan secara berbeda oleh publik.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," ujar Rayhan, dikutip Tribunnews, Jumat (6/3/2026). 

Ia juga menyinggung bagaimana asumsi kerap muncul lebih cepat dibandingkan upaya untuk memahami pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah karya.

"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami."

Menutup pernyataannya, Rayhan berharap agar berbagai spekulasi yang beredar tidak berkembang menjadi fitnah, terlebih di tengah suasana bulan suci.

"Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk Fitnah di bulan suci ini. Amin," pungkasnya. 

(Tribunnews.com, Rinanda) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved