Fariz RM Sebut Industri Musik Indonesia Terlalu Politis
Fariz RM menilai profesi musisi seharusnya tetap berfokus pada karya dan perkembangan musik itu sendiri. Bukan kepentingan lain.
Ringkasan Berita:
- Fariz RM sudah membuat keputusan untuk rehat dari Industri musik yang membesarkan namanya
- Diakuinya sudah terlalu lelah. Dan yang memicu keputusannya yakni empat kali berurusan dengan hukum karena penyalahgunaan narkoba
- Fariz RM juga menyampaikan pesan kepada para pelaku industri musik di Indonesia agar lebih jujur dalam memperjuangkan kemajuan musik nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi senior Fariz RM menyoroti kondisi industri musik Tanah Air yang menurutnya kini terlalu banyak kepentingan di luar urusan musikal.
Hal itu diungkapkan Fariz RM saat menjelaskan alasan di balik keputusannya hijrah dan tidak terlalu memikirkan industri musik lagi.
Menurut Fariz RM, sejak awal dirinya terjun ke dunia musik hanya karena kecintaannya terhadap seni dan keinginan untuk berkarya.
Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa industri musik tidak lagi sepenuhnya berfokus pada karya.
“Iya, terlalu banyak politis, terlalu banyak hal-hal yang di luar musikal,” kata Fariz RM saat ditemui awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Pelantun sejumlah lagu hits era 1980-an itu menegaskan dirinya tidak pernah memiliki ketertarikan untuk memanfaatkan profesinya sebagai musisi demi kepentingan lain.
Ia menilai profesi musisi seharusnya tetap berfokus pada karya dan perkembangan musik itu sendiri.
Baca juga: Titik Balik Sang Maestro, Fariz RM Pamit dari Industri Musik, Pilih Hidup Tanpa Ponsel dan Medsos
“Saya ingin jadi pemusik karena saya suka musik, bukan karena saya mau cari popularitas, apalagi mencari kesempatan untuk berpolitik atau apa pun. Saya nggak tertarik ke sana,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fariz RM juga menyampaikan pesan kepada para pelaku industri musik di Indonesia agar lebih jujur dalam memperjuangkan kemajuan musik nasional.
Ia bahkan mengajak berbagai komunitas musik yang ada untuk bersatu demi kepentingan yang sama.
Fariz RM juga berharap pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dapat mengakomodasi para pelaku industri musik agar bisa bersama-sama memperjuangkan perkembangan musik nasional.
“Kalau memang nawaitunya untuk menyelamatkan musik Indonesia, jujurlah tanya hati kalian. Bergabunglah, melebur jadi satu,” tuturnya.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/konser-fariz-rm-di-pendopo-the-temons-sleman-yogyakarta_20230720_115820.jpg)