Konflik Keluarga Denada
Tanggapi Klarifikasi Denada, Ressa Rossano Ungkap Rencana Bertemu sang Ibu
Tanggapan pihak Ressa Rossano soal kemunculan Denada di podcast Feni Rose. Ungkap rencana pertemuan dengan sang penyanyi.
Ringkasan Berita:
- Denada mengklarifikasi permasalahan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano melalui podcast di kanal YouTube Feni Rose.
- Tanggapan pihak Ressa Rossano soal kemunculan Denada dan rencana bertemu.
- Denada menjelaskan alasan menyerahkan Ressa dirawat oleh keluarga dari pihak ibunya di Banyuwangi, Jawa Timur.
TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi Denada Tambunan akhirnya muncul ke publik dan bercerita tentang putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano.
Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan dengan kemunculan Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak kandung Denada.
Bahkan pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur itu, telah melaporkan Denada ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi terkait penelantaran anak.
Enggan asumsi publik semakin liar, Denada pun mengklarifikasi permasalahan tersebut melalui podcast di kanal YouTube Feni Rose Official.
Dalam podcast yang berdurasi 1 jam 23 menit itu, Denada menjelaskan dari awal kelahiran Ressa, hingga ia memutuskan menitipkan sang anak ke sang bibi, Ratih.
Kuasa hukum Ressa, Andika Meigista pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kemunculan pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu.
"Terima kasih Mbak Dena sudah mau muncul," ucap Andika, dikutip dari YouTube Cumicumi, Rabu (18/3/2026).
Namun, Andika enggan berkomentar lebih jauh terkait pernyataan putri Emilia Contessa dalam podcast.
"Terkait tanggapan yang lain, nanti kita akan buktikan di persidangan," ujarnya.
"Terkait apa yang sudah diceritakan, ditujukkan alat buktinya nanti kita akan buktikan di persidangan," tambahnya.
Sementara itu, Ressa justru belum melihat podcast klarifikasi Denada.
Baca juga: Kenang Momen Melahirkan Ressa Rossano, Denada Akui sang Putra Lahir Prematur: Aku Trauma
"Belum, baru tahu dari saya kemarin. Cuma belum menyampaikan apa-apa," bebernya.
Meski demikian, sudah ada rencana pertemuan antara Ressa dengan mantan istri Jerry Aurum itu.
"Infonya sih rencananya sih mau ketemu dengan Mbak Dena. Tanggal berapa ya, 19 insyaAllah."
"Ya mudah-mudahan bisa cepat ketemu, bisa clear lah ya," harap Andika.
Bantah Buang Ressa, Denada Ungkap Alasan Tinggalkan Anak dengan Keluarga Pamannya
Denada menjelaskan alasan yang melatarbelakangi keputusannya menyerahkan putra sulungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk dirawat oleh keluarga dari pihak ibunya di Banyuwangi, Jawa Timur kala itu.
Saat itu, Denada mengaku berada dalam situasi sulit, terombang-ambing antara perasaan sebagai seorang ibu dan pertimbangan masa depan sang anak.
Dengan kondisi dirinya yang belum menikah kala itu, ia diliputi kekhawatiran bahwa Ressa tidak akan merasakan kehadiran keluarga yang lengkap.
"Aku tak pernah menganggap Ressa sebagai kesalahan. Pun aku tidak membuangnya," kata Denada dikutip dari YouTube Feni Rose, Selasa (17/3/2026).
"Aku mempertahankan dia dan memutuskan untuk melahirkannya," lanjutnya.
Baca juga: Denada Sempat Ingin Urus Ressa Sendiri, Putuskan sang Putra Diasuh Paman atas Usulan Emilia Contessa
Ketika mengetahui keluarga pamannya sangat menginginkan kehadiran anak laki-laki, Denada pun melihat hal itu sebagai kesempatan agar Ressa bisa tumbuh dalam lingkungan keluarga yang utuh.
Pada masa itu, ia meyakini menitipkan Ressa kepada keluarga pamannya adalah langkah terbaik demi melindungi sang anak dari tekanan sosial.
Denada tidak ingin Ressa harus menghadapi perundungan hanya karena dibesarkan tanpa sosok ayah.
"Aku hanya mau dia punya keluarga yang utuh. Om Dino dan Tante Ratih bisa memberikan itu untuk Ressa," ungkapnya.
Namun seiring berjalannya waktu, keputusan tersebut justru menjadi penyesalan terdalam dalam hidupnya.
Ia menyadari pilihan itu merupakan kekeliruan yang turut memengaruhi tumbuh kembang anaknya.
"Aku tahu, aku salah. Kalau aku bisa memutar waktu kembali, mestinya saat itu aku berani membesarkan Ressa sendiri," tuturnya.
Kini Denada hanya bisa menerima kenyataan kalau Ressa belum mampu menerima dirinya sebagai ibu.
Ia pun tidak ingin memaksakan kehendak kepada sang anak untuk menerima maupun memaafkannya.
"Aku pengin sekali dia memanggil aku ibu. Tapi sepertinya tidak adil untuk dia ya kalau ujug-ujug aku datang dan meminta memanggil aku ‘ibu’," jelas Denada.
(Tribunnews.com/Yurika/Alivio)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.