Pohon Mulai Ditanami Dekat Makam Vidi Aldiano Demi Kenyamanan Peziarah
Langkah penghijauan dengan penanaman pohon merupakan inisiatif langsung dari ayahanda Vidi, Harry Kiss.
Ringkasan Berita:
- Vidi Aldiano meninggal 7 Maret lalu usai berjuang hadapi sakit kanker ginjal
- Banyak yang berduka dan menziarahi makam Vidi di TPU Tanah Kusir
- Karena alasan tersebut, Harry Kiss berinisiatif untuk menanam pohon agar peziarah tak kepanasan
TRIBUNNEWS.COM - Area pemakaman mendiang penyanyi Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, mulai tampak lebih hijau.
Sejumlah petugas pemakaman terlihat sibuk menggali tanah dan menanam beberapa pohon peneduh di sekitar pusara pelantun lagu "Nuansa Bening" tersebut pada Rabu (25/3/2026).
Langkah penghijauan ini merupakan inisiatif langsung dari ayahanda Vidi, Harry Kiss.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak empat pohon jenis ketapang disiapkan untuk menaungi area liang lahat agar para peziarah yang datang tidak lagi terkendala cuaca terik.
Baca juga: Harry Kiss Izin ke Rano Karno Tanam Pohon Dekat Makam Vidi Aldiano Agar Peziarah Tak Kepanasan
Harry Kiss, yang rutin berziarah hampir setiap hari, mengaku merasa iba melihat para pelayat harus menahan panas matahari yang menyengat saat mendoakan putra tercintanya.
"Saya bersyukur ternyata banyak orang yang berziarah ke makam anak saya. Tadi saya minta tim pemakaman untuk memasang pohon di sekitarnya, karena kalau siang di sini panasnya 'pol' (sangat panas)," ujar Harry Kiss di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Selama ini, Harry selalu membawa payung setiap kali berkunjung. Namun, ia menyadari tidak semua peziarah memiliki persiapan yang sama, terutama bagi mereka yang datang berbondong-bondong untuk mendoakan suami Sheila Dara tersebut.
"Supaya orang-orang yang ziarah itu agak manusiawi gitu ya. Alhamdulillah tadi sudah disepakati, sudah ada empat pohon yang mulai ditanam dan digali," tambahnya.
Rencana penataan area makam ini ternyata juga telah dikomunikasikan oleh Harry kepada Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno. Harry merasa perlu melapor karena hubungan pertemanan lama mereka sejak masa sekolah di SMA 6 Jakarta.
"Saya berterima kasih sama Bang Rano, beliau itu kakak kelas saya. Saya lapor ke Bang Rano, 'Bang Rano, laporan nih ke sini mau nanam pohon'," ungkap Harry menjelaskan koordinasinya dengan pihak pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ibunda-bersimpuh-di-makam-Vidi-Aldiano.jpg)