Angga Yunanda Tersentuh, Peran Manusia Silver di Film Buka Matanya Soal Susahnya Cari Nafkah
Dalam film Para Perasuk, Angga Yunanda memerankan karakter manusia silver. Peran ini membuka matanya akan pedihnya hidup.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Angga Yunanda mengaku tersentuh melihat kondisi ekonomi sebagian masyarakat Indonesia yang masih kesulitan mencari nafkah.
- Salah satu fenomena yang menjadi sorotannya adalah manusia silver.
- Sosok ini jadi peran Angga Yunanda dalam film Para Perasuk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angga Yunanda mengaku tersentuh melihat kondisi ekonomi sebagian masyarakat Indonesia yang masih kesulitan mencari nafkah, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga mereka.
Baca juga: Totalitas Angga Yunanda Jadi Manusia Silver di Film Para Perasuk, Akui Susah Bersihkan Cat
Salah satu fenomena yang menjadi sorotannya adalah manusia silver, yakni individu umumnya anak jalanan atau pengamen yang melapisi tubuh dengan cat berwarna perak untuk menarik perhatian pengguna jalan dan memperoleh penghasilan.
Fenomena ini kerap dijumpai di persimpangan lampu merah sebagai salah satu cara bertahan hidup karena faktor ekonomi.
Dalam film Para Perasuk, Angga Yunanda memerankan karakter manusia silver.
Ia mengaku pandangannya berubah setelah mendalami peran tersebut.
"Pasti gitu sangat berbeda dan aku apa ya merasakan bagaimana susahnya untuk mencari uang gitu ya dan bagaimana cara mereka untuk bisa melakukan segala cara untuk bisa bertahan hidup," kata Angga di Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Di sisi lain, Angga bersyukur atas kondisinya saat ini, mengingat masih banyak orang di berbagai belahan dunia yang mengalami kesulitan ekonomi, bahkan hingga tidak bisa makan.
"Aku ngerasa jadi semakin bersimpati sama apa pun pekerjaan yang kita lakukan untuk kita bisa bertahan hidup demi diri sendiri dan keluarga," ujar Angga.
Lebih lanjut, suami Shenina Cinnamon ini juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga, yang telah membukakan jalan ke dunia perfilman saat dirinya berusia 15 tahun pada 2015.
Menurutnya, pada usia tersebut terlebih sebagai seseorang yang berasal dari Lombok bukan hal mudah untuk menembus industri hiburan.
"Jadi pertama kali usia 15 tahun dan itu pun cukup sulit karena aku kan emang lahir dan besar di Lombok gitu, jadi sebenarnya untuk bisa berada di industri ya seperti ini entertainment tuh sangat sulit dan jarang banget gitu," ungkap Angga.
"Bahkan sampai sekarang pun mungkin aku melihat mungkin baru satu atau dua orang yang berada di industri yang sama gitu berasal dari daerah yang sama gitu, jadi agak lumayan sulit dan aku beruntung," pungkasnya.
Dalam 10 tahun terakhir, berbagai sinetron dan film telah dibintangi Angga Yunanda.
Namanya semakin dikenal luas setelah membintangi sinetron Mermaid In Love pada 2016 bersama Amanda Manopo dan Syifa Hadju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/manusia-silver-angga-yunanda.jpg)