Sabtu, 11 April 2026

Sabana Malu Sabana Rindu, Persembahan Kadri untuk Gen Z

Single baru Kadri, mengemas kerinduan yang puitis dalam balutan musik city pop retro, namun tetap modern, untuk menjangkau generasi muda.

HO/IST
LAGU BARU - Kadri, penyanyi yang dikenal sebagai singing lawyer, meluncurkan lagu baru berbahasa Minang berjudul Sabana 'Malu Sabana Rindu'. Lagu tersebut dikemas untuk pendengar muda. 

Ringkasan Berita:
  • Lagu "Sabana Malu Sabana Rindu" mengangkat tema konflik batin yang sangat personal, yakni tentang rindu yang terpendam dan cinta yang belum terucap
  • Bagi Kadri, lagu ini memiliki kedalaman emosi yang sangat kuat, sehingga memberikan tantangan tersendiri saat proses rekaman
  • Melalui lagu ini, Kadri ingin Gen-Z bisa melihat bahwa bahasa daerah juga bisa keren dan relate dengan kehidupan mereka

 

TRIBUNNEWS.COM - Kadri, penyanyi yang dikenal dengan julukan singing lawyer, menyapa pecinta musik Indonesia melalui karya terbaru berjudul “Sabana Malu Sabana Rindu”.

Single ciptaan Agung Triyana ini mengemas kerinduan yang puitis dalam balutan musik city pop retro, namun tetap modern, untuk menjangkau generasi muda.

Temanya konflik batin yang sangat personal, yakni tentang rindu yang terpendam dan cinta yang belum terucap karena terhalang rasa malu serta jarak fisik yang memisahkan. 

Baca juga: Single Baru Sandy Canester Tercipta dari Pohon yang Bercerita

Melalui lirik berbahasa Minang, Kadri mencoba menyampaikan pesan tentang kesetiaan dan keberanian untuk menjaga harapan meski komunikasi terbatas.

Bagi Kadri, lagu ini bukan sekadar karya musik biasa. Ia mengakui bahwa “Sabana Malu Sabana Rindu” memiliki kedalaman emosi yang sangat kuat, sehingga memberikan tantangan tersendiri saat proses rekaman.

“Sebagai penyanyi, saya merasa lagu ini punya kedalaman emosi yang kuat dan sangat menantang menyanyikannya. Untuk itu, saya coba menahan ego dan emosi agar tidak meledak-ledak seperti saat menyanyi rock,” ungkap Kadri.

Kadri yang biasanya tampil dengan karakter suara bertenaga khas musik era 80-an, kali ini memilih pendekatan yang lebih lirih. Ia merasa bahasa Minang yang puitis menuntut kejujuran vokal yang lebih dalam agar perasaan malu dan rindu tersebut sampai ke hati pendengar.

“Kali ini cukup dengan lirih, karena bahasa Minang yang puitis memberi rasa yang sangat jujur dan personal dalam menyampaikan perasaan. Harapannya, Gen-Z bisa melihat bahwa bahasa daerah juga bisa terasa keren dan relate dengan kehidupan mereka sekarang,” tambah vokalis yang sebelumnya sukses merilis remake "Karmila" dan "Bareh Solok" ini.

Dari sisi musikalitas, produser musik Jonathan Mono membalut lagu ini dengan gaya city pop era 80-an yang groovy dan nostalgik.

Penggunaan synthesizer klasik dan ritme yang hangat sengaja dipilih agar lagu berbahasa daerah ini tidak terasa konvensional dan bisa diterima secara universal.

Sang pencipta lagu, Agung Triyana, menambahkan bahwa pendekatan ini adalah upaya untuk membuktikan bahwa lagu daerah bisa menembus batas lokal.

“Kami ingin membuktikan bahwa lagu berbahasa daerah juga bisa terasa universal,” selorohnya.

Hati Keindahan lagu ini pun diperkuat dengan video musik garapan Dvh. Bale yang mengambil latar sinematik di Sumatra Barat.

Menggunakan vespa kuning ikonik, Kadri digambarkan melintasi Kelok Sembilan hingga Harau sebagai simbol perjalanan fisik sekaligus perjalanan hati yang penuh liku-liku rindu.

Single “Sabana Malu Sabana Rindu” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital dan kanal YouTube resmi Kadri.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved