Astrid Prihatin Masih Ada Teman Sesama Musisi Hak Royaltinya Masih ‘Nyangkut’
Penyanyi Astrid komentari polemik royalti musik. Astrid mengaku prihatin lantaran masih ada rekan sesama musisi yang hak royalti mereka belum beres.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
Ringkasan Berita:
- Penyanyi Astrid komentari polemik royalti musik.
- Astrid mengaku prihatin lantaran masih ada rekan sesama musisi yang hak royalti mereka belum beres.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Astrid angkat bicara soal polemik royalti di industri musik Indonesia.
Astrid mengaku prihatin lantaran masih ada rekan sesama musisi yang mengalami kendala dalam menerima hak royalti mereka.
Baca juga: Lagu Lama Astrid Viral Lagi di TikTok, Royalti Ikut Meningkat
“Iya, itu dia. Aku juga prihatin sekali sih. Masih ada beberapa teman-teman dekat juga yang royaltinya nyangkut entah di mana,” ujar Astrid saat ditemui awak media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Meski begitu, Astrid menyebut dirinya selama ini tidak mengalami kendala berarti terkait pendataan maupun pencairan royalti.
Ia menilai sistem yang ia jalani selama ini masih berjalan cukup teratur, mulai dari laporan hingga rekapitulasi yang diterima.
“Kalau aku dari dulu sampai sekarang mungkin teratur ya. Laporannya, rekapnya masih oke,” jelasnya.
Pelantun lagu “Terpukau” itu pun mengaku bingung dengan permasalahan yang dialami sejumlah musisi lain, terutama ketika karya mereka tengah populer namun tidak diiringi dengan penerimaan royalti yang semestinya.
“Aku nggak ngerti kesalahannya di mana, kok bisa sampai ada teman-teman yang karyanya nggak bisa dinikmati sampai sekarang padahal lagi hits,” ucapnya.
Lebih lanjut, Astrid juga menanggapi soal penggunaan lagunya oleh penyanyi lain, baik untuk cover maupun remake.
Menurutnya, penggunaan lagu untuk kebutuhan non-komersial seperti media sosial tidak perlu melalui izin khusus.
“Kalau untuk sosmed gitu sih nggak perlu ya. Nggak masalah,” tuturnya.
Namun, Astrid menegaskan bahwa izin tetap diperlukan apabila lagu tersebut digunakan untuk kepentingan komersial.
“Kalau untuk kebutuhan komersial, iya, harus. Karena di belakang aku juga ada publishing dan lain-lain yang harus dilewati,” pungkasnya.
Royalti Meningkat karena Lagu Lama Kembali Populer
Di sisi lain, Astrid mengatakan lagu-lagu lamanya kembali populer dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan royalti dalam beberapa tahun terakhir.
Astrid mengatakan, tren tersebut mulai terasa dalam kurun waktu lima hingga enam tahun terakhir melalui media sosial TikTok.
“Pendapatan royalti alhamdulillah sih. Memang ada perbedaan dalam lima sampai enam tahun terakhir, karena lagu-lagu lama itu jadi banyak didengar lagi,” kata Astrid di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu lagunya yang berjudul “Terpukau” sempat kembali ramai di TikTok saat masa pandemi 2020–2021. Padahal, lagu tersebut telah dirilis belasan tahun lalu.
“Waktu pandemi itu, lagu ‘Terpukau’ tiba-tiba ramai lagi di TikTok. Jadi banyak pendengar baru, mungkin dari Gen Z, yang merasa relate dengan lagu itu,” ujarnya.
Menurut Astrid, fenomena viral tersebut berdampak langsung pada jumlah streaming, yang kemudian berujung pada peningkatan royalti yang ia terima.
“Kalau sudah berujung ke streams, otomatis royalti juga ada. Bahkan menggulung ke lagu-lagu lain juga,” jelasnya.
Tak hanya “Terpukau”, lagu lain seperti “Mendua” juga ikut kembali diminati oleh pendengar baru dari generasi muda.
“Dulu mungkin lagu itu identik dengan yang patah hati saja, tapi sekarang ternyata Gen Z juga suka. Aku juga nggak nyangka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Astrid menyebut bahwa royalti dari lagu-lagu tersebut tetap ia terima berkat kerja samanya dengan label Sony Music Entertainment yang masih berjalan hingga saat ini.
“Masih ada laporan yang oke sampai sekarang, jadi aku bersyukur banget. Walaupun sudah 20 tahun berkarier, masih bisa merasakan hasil dari lagu-lagu lama,” katanya.
Astrid pun menilai, fenomena ini menjadi bukti bahwa karya musik memiliki umur panjang dan bisa kembali populer di waktu yang tak terduga.
“Jadi kita nggak pernah tahu, karya yang dibuat sekarang mungkin baru akan dinikmati 10 atau 20 tahun lagi,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Astrid-1-15042026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.