Kisah Pribadinya Difilmkan, Aurelie Moeremans Terlibat Memilih Pemain
Aurelie Moeremans sudah jatuhkan pilihan pada satu rumah produksi di Indonesia untuk menggarap film adaptasi dari buku memoarnya, Broken Strings.
Ringkasan Berita:
- Buku 'Broken Strings' yang mengisahkan kehidupan pribadi Aurelie Moeremans tuai sorotan netizen. Di buku tersebut ia mengaku sebagai korban child grooming
- Karena perhatian publik terhadap buku tersebut cukup tinggi karena membangun kesadaran terhadap hubungan yang merusak, ada rumah produksi yang ingin mengadaptasinya ke film
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis peran Aurelie Moeremans sudah menjatuhkan pilihan pada satu rumah produksi besar di Indonesia untuk menggarap film adaptasi dari bukunya, Broken Strings.
Ia bahkan sempat berkelakar bahwa bukunya terasa lebih laris dibanding dirinya sebagai aktor.
“Iya, banyak banget (nawarin film) bahkan aku sampai mikir ini bukuku lebih laris daripada aku sebagai aktor haha,” ungkap Aurelie Moeremans sembari tertawa saat dihubungi Tribunnews.com, belum lama ini.
Meski begitu, Aurelie tidak ingin sembarangan memilih rumah produksi yang ingin menggarap bukunya.
Baca juga: Aurelie Moeremans Bersyukur Tak Mengalami Baby Blues Pascamelahirkan
Ia menegaskan bahwa faktor utama yang membuatnya yakin adalah kesan pertama dari pihak rumah produksi yang dinilai benar-benar memahami ceritanya.
“Tapi kan harus milih satu, jadi akhirnya aku pilih yang dari first impression paling ngena. Aku ngerasa mereka benar-benar peduli sama ceritaku, bukan cuma lihat dari sisi viral atau sensasi aja. Itu yang paling penting buat aku,” jelasnya.
Dalam proses produksi nanti, Aurelie tidak akan lepas tangan.
Ia masih diberikan ruang untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan masukan hingga ikut dalam proses kreatif seperti pemilihan pemain dan pengembangan naskah.
“Dari PH-nya sendiri bilang aku boleh banget kasih pendapat dan masukan," katanya.
"Baik untuk pemilihan pemain maupun script, karena memang ini cerita aku,” sambung Aurelie.
Secara personal Aurelie sudah membocorkan rumah produksi yang akan menggarap kisahnya itu kepada Tribunnews.com.
Sayangnya ia menolak untuk membeberkan duluan dan masih menunggu pihak rumah produksi yang mengumumkan lebih dulu.
“Untuk PH-nya, tunggu mereka yang announce langsung ya hehe," ucap Aurelie.
Terkait kemungkinan dirinya kembali ke Indonesia saat proses syuting berlangsung, Aurelie belum bisa memastikan.
Ia mengaku harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk kondisi pribadinya yang baru saja memiliki anak.
“Kalau untuk pas shooting nanti aku ke Indonesia atau enggak, masih belum pasti, kita lihat nanti ya, apalagi sekarang aku juga baru punya baby,” tuturnya.
Sebagai info, Broken Strings yang diterbitkan tahun 2026 adalah sebuah memoar aktris Aurelie Moeremans.
Pada buku tersebut Aurelie menceritakan pengalamannya sebagai korban child grooming dan bertahan dari pelecehan seksual terhadap anak di usia remaja dan manipulasi emosional yang dilakukan orang dewasa.
Ia menulis kisahnya dan membukukannya untuk meningkatkan kesadaran tentang hubungan yang merusak serta mendorong proses pemulihan.
Child grooming didefinisikan sebagai proses manipulasi psikologis oleh orang dewasa dengan membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional terhadap anak atau remaja. Tentu dengan tujuan eksploitasi, yang umumnya berwujud pelecehan seksual.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kondisi-Aurelie-Moeremans-pasca-gegar-otak.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.