Minggu, 19 April 2026

Ndhank Surahman Eks Gitaris Stinky Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RS 3 Hari

Ndhank merupakan pendiri Stinky pada 1992 bersama Andre Taulany, Helman Maulana, Irwan Batara, dan Edy Suryo.

HO/IST
KABAR DUKA - Foto mantan gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono. Ia dikabarkan meninggal dunia pada 18 April 2026. Kabar tersebut disampaikan oleh AKSI, organisasi komposer Indonesia, di mana Ndhank sebagai anggotanya. 
Ringkasan Berita:
  • Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) mengumumkan kabar duka, Eks gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, meninggal dunia
  • Almarhum akan disemayamkan di Manado, Sulawesi Utara
  • Sebelum meninggal, Ndhank sempat menjalani perawatan selama tiga hari karena stroke

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar duka meliputi industri musih Tanah Air. Eks gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, menghembuskan napas terakhirnya, Sabtu (18/4/2026) malam.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh anggota Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Ari Bias, yang menyebut jenazah Ndhank akan disemayamkan sekaligus dimakamkan di Manado.

''Disemayamkan dan dimakamkan di Manado," kata Ari kepada awak media, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, sosok mendiang dikenal sebagai pribadi yang konsisten, terutama dalam memperjuangkan hak cipta atas karya-karyanya.

"Ndhank pernah menjadi isu utama hak cipta terkait perjuangannya atas haknya di lagu 'Mungkinkah' yang pernah dipopulerkannya bersama band Stinky di tahun 90an," jelas Ari Bias.

Stroke Ringan Sebelum Meninggal Dunia

Sementara itu, saudara kembar Ndhank, Edo Surahim yang juga pernah satu band dengannya di Shafnat mengungkapkan mendiang sempat menjalani perawatan selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Itu dirawat baru 3 hari," kata Edo.

Edo juga menjelaskan Ndhank awalnya sempat mengalami stroke ringan.

Kondisinya kemudian memburuk hingga terjadi pecah pembuluh darah di otak yang menyebabkan kepergiannya.

"Awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," tuturnya.

Lebih lanjut, Edo memastikan jenazah Ndhank akan dimakamkan di Manado, meski waktunya masih menunggu kepastian dari pihak istri mendiang.

Sebagai informasi, Ndhank merupakan salah satu pendiri Stinky pada 1992 bersama Andre Taulany (vokal), Helman Maulana (gitar), Irwan Batara (bass), dan Edy Suryo Triputranto (drum).

Ia juga dikenal sebagai sosok pencipta di balik lagu-lagu hits Stinky, seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved