Curhat Denada Mentalnya Rapuh, Sempat Tak Bisa Makan Saat Dihujat Publik Tak Akui Ressa Rossano Anak
Kondisi emosional Denada sempat terpuruk karena gugatan Ressa Rossano. Denada mengaku sempat kehilangan semangat hidup akibat hujatan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Kondisi emosional Denada sempat terpuruk karena gugatan Ressa Rossano.
- Denada mengaku sempat kehilangan semangat hidup akibat hujatan.
- Ia pun sempat tak bisa makan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa sulit yang dialami Denada akibat hujatan publik karena gugatan Ressa Rossano ternyata berdampak besar pada kondisi emosionalnya.
Denada mengaku sempat kehilangan semangat hidup akibat hujatan. Bahkan untuk sekadar makan pun ia membutuhkan kehadiran orang lain.
Baca juga: Bukan Teuku Ryan, Denada Belum Ungkap Siapa Ayah Biologis Ressa Rossano
Ia bercerita, di tengah tekanan yang dihadapi saat itu, kehadiran sahabat menjadi penyelamat yang membuatnya mampu bertahan.
Hidupnya sangat tertekan ketika itu, ditambah dengan tak ada keluarga yang hadir untuk menemani, sehingga ia merasa seperti berjuang sendirian.
"Gak ada Mama, gak ada Papa itu sendiri gitu rasanya banget. Dan kekuatan itu ditemukan di mana-mana tentunya dari Allah itu udah pasti," ujar Denada di kawasan Senopati Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
"Tapi kehadiran sahabat-sahabat itu aku suka bilang, 'Duh kalau gak ada ini nih gak ada sahabat-sahabat gak tahu deh gimana kemarin bisa melalui semua,'" tuturnya.
Ia menyebut beberapa sahabat setia mendampingi di masa-masa terberatnya. Bagi Denada, mereka bukan sekadar teman, melainkan sistem pendukung yang sangat berarti.
Mental Terpuruk, Denada Ogah Makan
Bahkan, Denada mengungkapkan kondisi mentalnya sempat begitu terpuruk hingga ia menolak makan jika tidak ditemani.
"Aku sempat sekian lama tuh mau makan itu hanya mau makan kalau ditemenin," ungkapnya.
"Jadi emang mesti ada teman-teman gitu mereka duduk bareng-bareng baru, 'Ayo makan ayo makan,' baru aku mau makan," kata Denada.
Para sahabatnya pun rela meluangkan waktu hingga larut malam hanya untuk mendengarkan keluh kesahnya.
Denada merasa terharu dengan perhatian yang diberikan, termasuk saat mereka tetap berada di sisinya melewati tengah malam.
"Ini mereka-mereka ini yang sampai lewat-lewat jam 12 malam," pungkasnya.
Kini, Denada perlahan mulai pulih. Ia tak hanya kembali beraktivitas, tetapi juga sudah menemukan hidup baru usai menerima Ressa sebagai anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/denada-akui-ressa-anak.jpg)