Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Raffi Ahmad Ungkap Duka Mendalam atas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo
Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur menewaskan 7 orang. Raffi Ahmad sampaikan duka dan doa.
Ringkasan Berita:
- KA Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, 7 orang meninggal dan 80 luka-luka.
- Raffi Ahmad bersama Sufmi Dasco Ahmad meninjau langsung lokasi kejadian.
- Raffi menyampaikan belasungkawa dan doa bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
TRIBUNNEWS.COM - Duka mendalam menyelimuti peristiwa kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Bekasi Timur.
Insiden tragis itu melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo yang menabrak kereta Commuterline yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat KRL berhenti karena adanya rangkaian kereta lain yang tertahan usai menabrak sebuah taksi.
Dalam kondisi tersebut, tabrakan tak terhindarkan hingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Tercatat, tujuh orang meninggal dunia, sementara sekitar 85 lainnya mengalami luka dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.
Tragedi ini pun menyita perhatian berbagai pihak, termasuk Raffi Ahmad.
Selain dikenal sebagai publik figur, Raffi juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Suami dari Nagita Slavina ini bahkan bersama Sufmi Dasco Ahmad sempat mendatangi langsung lokasi kejadian tak lama setelah insiden terjadi.
Melalui unggahan di media sosial, Raffi Ahmad menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut.
“Keluarga besar Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni turut berduka cita atas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi,” ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram @ukp_mudaseni_raffiahmad, pada Selasa (28/4/2026).
Ayah tiga anak ini juga menyampaikan harapan agar para korban yang tengah menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan.
Baca juga: Usai Minta Raffi Ahmad Beli Apartemen Jupe, Ibunda Mendiang Ungkap Ingin Buka Rumah Makan
Ia kemudian melanjutkan doa untuk para korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan.
"Sementara para korban yang meninggal dunia diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya.
Ungkapan duka dari Raffi Ahmad menjadi bagian dari gelombang simpati yang mengalir dari berbagai kalangan.
Andi Ungkap Momen Mencekam Tabrakan KRL–Argo Bromo
Andi (42), salah satu penumpang yang selamat dari kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, menceritakan momen mencekam saat tabrakan terjadi.
Ia mengaku tidak menyangka rangkaian KRL yang ditumpanginya akan dihantam dari belakang oleh kereta jarak jauh.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," ujar Andi dengan suara bergetar di lokasi kejadian, Senin (27/4) malam.
Andi menjelaskan, KRL yang ditumpanginya saat itu berhenti total karena sebuah kendaraan roda empat mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.
Masinis terpaksa menghentikan rangkaian kereta secara mendadak.
"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," tutur Andi sambil menunjuk ke arah rangkaian KRL yang ringsek.
Baca juga: Ibu Jupe Ungkap Alasan Lain di Balik Jual Apartemen ke Raffi Ahmad, Singgung Kondisi Rumah Singgah
92 Korban Dievakuasi dari Tabrakan KRL
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026).
Personil Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan hingga dini hari.
Basarnas menyatakan sejak dini hari, proses evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi. Kemudian, pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Proses evakuasi berlanjut pada pukul 05.49 WIB dengan penyelamatan korban atas nama Ata (30). Selang 10 menit, pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pukul 06.25 WIB, korban selamat bernama Mia (26) berhasil dievakuasi, disusul Siti Fatonah (47) pada pukul 06.55 WIB, dan Endang Kuswati (40) pada pukul 07.25 WIB.
Basarnas mencatat hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang. Dari jumlah tersebut, 85 korban selamat masih dalam perawatan di rumah sakit maupun sudah dipulangkan karena luka ringan, sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga, RS Primaya, RS Siloam, hingga RS Polri Kramat Jati.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan operasi SAR masih difokuskan pada pencarian korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian kereta.
“Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada,” kata Desiana.
Ia menambahkan, “Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan ekstrikasi mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah. Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin.”
Sebelumnya, kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
(Tribunnews.com, Rinanda/Glery)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.