Kabar Artis
Eks ART Lainnya Benarkan Mantan Istri Andre Taulany Sering Bicara Kasar, Gaji dan KTP Masih Ditahan
Pengakuan ART lainnya, benarkan Erin mantan istri Andre Taulany sering bicara kasar. KTP dan gajinya masih ditahan.
Ringkasan Berita:
- ART Erin lainnya kembali membongkar perilaku mantan istri Andre Taulany itu.
- Nia, membenarkan Erin sering mengomel dan bicara kasar.
- Ia juga mengeklaim, KTP dan gajinya masih ditahan sampai sekarang.
TRIBUNNEWS.COM - Polemik dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin terhadap Asisten Rumah Tangga (ART)-nya, Herawati masih terus bergulir.
Erin dilaporkan Herawati atas dugaan penganiayaan ke Polres Jakarta Selatan.
Tak tinggal diam, Erin turut membuat laporan balik terkait pencemaran nama baik.
Di tengah polemik itu, mantan ART Erin lainnya turut buka suara.
Nia, ART yang bekerja hanya lima bulan saja di rumah Erin juga mengalami perlakuan kasar.
"Saya bekerja dari Oktober 2025 sampai Maret 2026," ujar Nia, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (7/5/2026).
Pihaknya mengaku, Erin tak akan mengomel kecuali dirinya berbuat salah.
"Kalau kita enggak salah sih nggak bakal diomelin ya. Asal bener sih. Kecuali kalau kita punya kesalahan emang begitu seperti yang diceritain (kasar)," sambung Nia.
Menurutnya, Erin tak segan mengucapkan kata-kata kasar.
"Karena saya waktu itu gara-gara masalah jam ya, terus omongannya juga lumayan ya," tuturnya.
Nia menyebut, anak-anak Andre Taulany sering berusaha menenangkan dirinya.
Baca juga: Erin Eks Istri Andre Taulany Ungkap Kelakuan ART yang Bikin Dirinya Kesal: Semua akan Saya Buktikan
"Ibaratnya anak-anak juga kayak, 'Mbak, sabar ya' hanya biar kuat aja sih," tukasnya.
Tak dipungkiri, Nia sempat kaget dengan perlakuan kasar dari Erin.
"Pertama juga agak kaget ya. Biasanya hanya omongan doang yang lumayan kasar," tandasnya.
Dia sendiri mengurai pengalaman pahitnya saat KTP-nya ditahan serta gajinya belum dibayarkan.
"Saya jujur, KTP saya kan ditahan. Kekurangan gaji saya juga ditahan. Pas waktu itu saya udah izin minta pulang baik-baik. Tapi Ibu belum bangun," kenang Nia mengungkit ceritanya.
"Saya tungguin sampai jam 09.00 siang tuh enggak bangun-bangun apalagi keadaan mau lebaran. Otomatis saya ngejar tiket lah ya. Tiket bus saya tinggal. Tapi saya WA juga KTP gimana sama kekurangan gaji aja," tandasnya.
Namun, kala itu Erin baru akan memberikannya jika Nia pulang ke kediamannya.
"Tapi kan beliau bilangnya nunggu saya pulang balik lagi nih ke Bintaro gitu kan. Waktu itu kan ya udahlah nanti dulu. Saya sudah nyampai di kampung saya bilang, jujur Bu saya enggak jadi ke situ. Tolong KTP sama kurang gaji dibalikin gitu," pintanya.
Sayangnya, hingga kini Nia belum memperoleh haknya.
"Tapi enggak ada tanggapan sampai sekarang," pungkasnya.
Erin Bantah Semua Tudingan
Perselisihan antara Erin dan Hera menjadi sorotan publik setelah sang ART melaporkan dugaan penganiayaan fisik yang diduga terjadi pada 28 April lalu, ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Tak lama setelah itu, Erin melaporkan balik atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 30 April 2026.
Dua laporan ini masih terus bergulir dan didalami oleh pihak kepolisian.
Setelah membantah tuduhan penganiayaan, Erin kini membeberkan perilaku Hera yang sangat tak bisa dia terima.
Selain bikin konten isi rumah hingga pakai baju anak, Erin menyebut kinerja sang ART tidak profesional sejak awal bekerja.
Wanita berdarah Minang ini pun memastikan dirinya akan membuktikan fakta yang sebenarnya terjadi di rumahnya.
"Banyak sebenarnya, semuanya akan saya buktikan," kata Erin, dikutip dari YouTube Grid ID, Rabu (6/5/2026).
Erin juga kesal dengan Hera karena tak segera menyelesaikan pekerjaannya.
Menurutnya, sang ART sering menunda pekerjaan rumah.
"Contohnya misalnya cucian baju, sprei itu udah dua minggu saya tanyakan ini ke mana ini sprei?" ungkap Erin.
"'Kok belum ditaruh ke bawah, belum ditaruh lemari'. Terus, 'Oh iya bu, saya belum kerjain ini masih ditumpuk'. Jadi memang sudahlah banyak kerjaan."
"Dan saya ada bukti-bukti videonya itu di rumah kerjaannya dia seperti apa," paparnya.
Kronologi Penganiayaan versi Herawati
Herawati, salah satu ART yang menjadi korban penganiayaan mantan istri Andre Taulany itu, akhirnya buka suara.
Dia menceritakan kronologi dirinya dianiaya oleh wanita yang akrab disapa Erin itu.
"Gini ceritanya, itu posisinya kan jam tiga sore emang bersih-bersih rumah Bu Erin itu tuh dua kali. Pagi jam lima, sama jam tiga sore. Pas posisi itu jam tiga sore itu saya udah megang sapu, udah bersihin atas," ungkap ART yang akrab disapa Hera itu mengurai kisah pahitnya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (3/5/2026).
"Saya lagi mukul-mukul kursi, bersihin debu. Dia tuh tiba-tiba ke atas terus lihat kamarnya Mas Dio itu gordennya enggak dibuka, terus kamar mandinya masih kebuka. Kan posisinya paginya kamar mandinya saya bersihin. Menurut saya, nantilah saya tutup," lanjutnya.
Namun, aksi Hera menunda menutup pintu kamar mandi itu membuat Erin murka.
"Terus saya keliling, saya tutup-tutupin semua. Eh itu kan belum jam lima, jam tiga ibunya sudah ke atas, sudah marah-marah," tandasnya.
"Katanya kalau di sini, di rumah saya tuh enggak boleh ada kamar mandi kebuka. Terus ini gorden kenapa ditutup? Buka, cepetan buka," ujar Hera menirukan ucapan Erin saat itu.
"Jangan injak karpet, katanya. Ya saya buka dong. Iya bu, maaf. Saya gitu. Nah terus dia bilang, kamu itu kalo kerja pake otak kalau di sini enggak bisa seenaknya. Ini debu masih ada di atas tong sampah. Terus saya bilang, iya bu nanti saya lap."
Saat itulah Erin mulai memukuli Hera.
Baca juga: Penjelasan Polisi soal Laporan Erin Mantan Istri Andre Taulany usai Dituding Aniaya ART
"Nah habis itu saya kan megang sapu, dia bilang kamu itu dari tadi kerjanya tol*l, enggak becus kerjanya. Dia ngambil sapu yang saya pegang langsung dia pukul kepalaku. Kamu nih, enggak kepakai di rumah saya. Kamu tuh enggak bisa kerja. Terus saya bilang, Bu jangan main tangan dong Bu, sakit Bu. Dipukul lagi saya pakai sapu itu kedua kalinya," beber Hera.
"Nah, habis kedua kali itu dia tuh bilang, udah kamu kerjakan yang benar. Ganti spreinya ini," kenang Hera.
Setelah mengalami pemukulan, Hera mengadukan tindakan Erin kepada putra kedua Andre, Kenzy.
Namun, aksi itu justru semakin membuat Erin naik pitam.
"Awalnya tuh gini, HP saya dipecahin gara-gara ngehubungin kepala yayasan, minta tolong kak, saya di sini dianiaya Ibu Erin. Bantuin saya keluar dari sini, bagaimana caranya. Nah terus Mas Kenzy pulang sekolah, saya lari ke kamar Mas Kenzy.
"Mas, tolong saya habis dipukul ibu dua kali. Terus Kenzy bilang, Ya Allah Mbak, kenapa? Terus saya dipanggil tuh sama Ibu Erin. Katanya, Herawati sini turun. Saya pun lari. Nah, karena kan saya tadi ngehubungin ibu yayasan, mungkin ibu yayasan nelpon ke Bu Erin, meledaklah dia di situ. Nambah makin marah," tukasnya.
Ia kemudian diminta untuk berjongkok.
"Kata dia gini. Kamu sini jongkok, jangan berdiri. Iya, Bu, saya jongkok kan di depan dia. Dia pakai mukena itu mau salat asar. Nah habis itu dia tendang kepala saya satu kali, ditendang sampai saya terjengkang.
"Ya Allah, Bu, maaf, Bu. Kenapa, sih, Bu. Jangan kasar, Bu. Aku bilang gitu kan," ucap Hera memohon belas kasihan.
"Udah, kamu kerja yang benar, kamu jangan macam-macam sama saya. Kamu enggak bisa kelaur dari sini karena belum ada penggantinya.
"Enggak apa-apa, Bu, saya keluar dari sini aja.
"Bu Erin bilang, enggak saya gaji kamu. Enggak apa-apa enggak digaji, Bu, saya mau keluar, Bu. Tolongin saya. Di cuma ngangguk," katanya.
Alih-alih melunak, Erin justru makin naik pitam.
Ia membanting ponsel milik Hera.
"Udah kamu jangan macam-macam, sana kembali kerja. Kerja yang benar. Pokoknya kamu harus kerja yang benar, pakai otak, ngerti nggak? Sini HP. Terus HP saya kasih dia kan, saya taruhlah di tangga, terus sama dia dibanting dua kali itu dibawa masuk. Kamu kenapa telepon Ibu yayasan, kamu tol*l, yayasan kamu tol*l, saya sudah minta pengganti kamu," seloroh Hera.
Setelah penganiayaan itu, Hera memilih kabur.
"(Semua barang) Masih di rumah Ibu Erin semua. Saya keluar hanya badan saya sendiri, enggak bawa apa-apa," tandasnya.
(Tribunnews.com/ Salma/ Indah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.