Sabtu, 9 Mei 2026

Dua Tipe Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi, Gejala Salah Satunya Sering Diabaikan

Oleh karenanya, bayi baru lahir dianjurkan menjalani pemeriksaan pulse oximetry untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan kritis.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
HO/IST
KELAINAN JANTUNG BAWAAN - Ilustrasi penyakit jantung bawaan pada anak.  Tetralogi Fallot merupakan salah satu kelainan jantung bawaan kompleks yang muncul sejak bayi lahir. Penyakit ini dinamai “tetralogi” karena terdiri dari empat kelainan struktur jantung yang terjadi bersamaan. 
Ringkasan Berita:
  • Jantung bawaan pada anak ada dua tipe, yakni asianotik atau tidak biru dan biru
  • Tipe asianotik atau tidak biru, anak justru terlihat sehat dan aktif, sehingga kondisinya baru diketahui saat usia lebih besar, sehingga gejala sering diabaikan
  • Gejala yang patut diperhatikan antara lain sulit menyusu, berat badan sulit naik, infeksi paru berulang, hingga cepat lelah

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit jantung bawaan pada bayi atau anak ternyata tidak selalu membuat tubuh tampak kebiruan.

Sebagian anak justru terlihat sehat dan aktif, sehingga kondisinya baru diketahui saat usia lebih besar.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Yovi Kurniawati, Sp.JP, Subsp.K.Ped.P.J.B(K), menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu biru dan tidak biru.

“Nah kalau kita ngomong di dalam mengenai penyakit jantung bawaan itu sebenarnya ada dua. Yang asianotik atau yang tidak biru, kemudian yang biru,” jelas dr. Yovi pada media briefing di Senayan Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

Kelainan Jantung Tidak Biru Sering Sulit Disadari

Pada tipe tidak biru atau asianotik, biasanya anak tidak tampak kebiruan sehingga gejalanya sering diabaikan.

“Kadang-kadang anaknya kelihatan seperti anak-anak biasa,” kata dr. Yovi.

Baca juga: Jantung Bocor Bisa Terjadi Saat Anak Lahir, Ketahui Gejala yang Sering Tak Disadari Orangtua

Padahal, mereka bisa mengalami gangguan pada struktur jantung seperti lubang di sekat jantung. Gejalanya antara lain sulit menyusu, berat badan sulit naik, infeksi paru berulang, hingga cepat lelah.

“Nah itu salah satu alasan biasanya kita dikonsulkan dengan bayi dengan berat badannya sulit naik,” ujarnya.

Pada anak yang lebih besar, keluhannya sering berupa cepat capek saat bermain.

Kelainan Jantung Biru Lebih Mudah Terlihat

Berbeda dengan tipe tidak biru, pada kelainan jantung biru tubuh anak tampak kekurangan oksigen.

Tanda paling khas adalah warna kebiruan pada bibir, kuku, dan lidah.

“Terutama pada sekitar mulut, terus lidah,” jelas dr. Yovi.

Anak juga bisa mengalami clubbing finger atau perubahan bentuk kuku menjadi menonjol akibat kekurangan oksigen kronis.

Selain itu, anak sering jongkok saat bermain karena tubuh mencoba mengurangi rasa sesak.

Pada beberapa kasus, kelainan jantung bawaan biru sudah terlihat sejak bayi lahir.

“Ada yang baru lahir dia udah kelihatan biru,” katanya.

Namun ada pula yang baru menunjukkan gejala setelah usia lebih besar. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar penanganan tidak terlambat.

Penyakit Jantung Bawaan Paling Sering Terjadi

Menurut dr. Yovi, penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan paling sering pada bayi.

“Itu dengan insiden 8-10 per seribu kelahiran hidup,” jelasnya.

Dengan jumlah kelahiran di Indonesia yang tinggi, diperkirakan ada sekitar 43 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung setiap tahun.

Kini penyakit jantung bawaan dapat dideteksi sejak dalam kandungan melalui fetal echocardiography.

Selain itu, bayi baru lahir juga dianjurkan menjalani pemeriksaan pulse oximetry untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan kritis.

“Pulse oximetry pada bayi sekarang udah jadi SOP sebenarnya untuk screening awal penyakit jantung bawaan yang kritis,” kata dr. Yovi.

Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang anak mendapatkan terapi yang tepat sebelum muncul komplikasi serius seperti gagal jantung hingga kematian dini.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved