Kabar Artis
Komentar Hotman Paris soal Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut: Jangan Ngomongin Teman Gue
Hotman Paris buka suara soal polemik pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee yang ramai disorot publik.
Ringkasan Berita:
- Sertifikat mualaf Richard Lee dicabut oleh pendakwah Henny Kristianto.
- Polemik ini muncul di tengah kasus hukum dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.
- Hotman Paris memilih irit bicara dan meminta publik tak membahas temannya.
TRIBUNNEWS.COM - Polemik pencabutan sertifikat mualaf milik dokter kecantikan Richard Lee masih terus menjadi perhatian publik.
Isu tersebut ramai diperbincangkan setelah pendakwah Henny Kristianto memutuskan mencabut sertifikat yang sebelumnya diterbitkan dalam proses perpindahan keyakinan Richard Lee.
Perdebatan semakin meluas lantaran persoalan ini muncul di tengah proses hukum dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang dilaporkan oleh Dokter Detektif atau Doktif.
Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi terkait status keagamaan Richard Lee.
Henny Kristianto menjelaskan bahwa sertifikat mualaf tersebut pada awalnya dibuat untuk kepentingan administratif, khususnya sebagai syarat pengurusan perubahan data agama pada kartu tanda penduduk (KTP).
Namun, pihaknya menyayangkan karena dokumen itu disebut akan digunakan dalam konstruksi hukum di pengadilan.
Atas dasar itu, Henny akhirnya memutuskan untuk mencabut sertifikat tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, sahabat Richard Lee sekaligus pengacara kondang Hotman Paris ikut dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut.
Namun, pengacara berusia 66 tahun ini lebih memilih irit bicara dan enggan memberikan komentar lebih jauh.
"No komen," tegas Hotman Paris, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Jumat (8/5/2026).
Hotman juga menegaskan dirinya tidak ingin membahas persoalan yang menyeret nama Richard Lee.
Baca juga: Soal Polemik Mualaf Richard Lee, Doktif Sebut Pengalihan Isu, Minta Fokus di Kasus Skincare
Bukan tanpa alasan, sebab suami dari Agustianne Marbun ini mengaku memiliki hubungan pertemanan dengan Richard Lee.
"Jangan ngomongin teman gua dong," pintanya.
Komentar Richard Lee usai Sertifikat Mualafnya Dicabut
Menanggapi pencabutan sertifikat tersebut, pihak Richard Lee melalui admin media sosialnya akhirnya angkat bicara.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan sikap menghargai proses yang berlangsung. Ia mengatakan,
"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada," ujar Richard Lee, dikutip Tribunnews dalam Instagram @dr.richad_lee, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan keyakinan merupakan hal yang bersifat personal dan tidak semata-mata ditentukan oleh dokumen formal.
"Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen," lanjutnya.
Suami dari dokter Reni Effendi ini juga menegaskan bahwa Richard Lee tetap berupaya menjalani hidup dengan nilai-nilai positif di tengah berbagai isu yang berkembang.
"Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik," terangnya.
Di akhir pernyataan, pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada publik yang tetap memberikan dukungan dengan bijak.
"Terimakasi untuk semua yang tetap mendukung untuk bijak, by Admin," pungkasnya.
Baca juga: Sertifikat Mualaf Richard Lee Akhirnya Dicabut setelah Disindir Doktif, Ada Dugaan Disalahgunakan?
Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut
Pendakwah Henny Kristianto merasa kecewa dengan pihak Richard Lee imbas sertifikat itu justru akan digunakan untuk bukti konstruksi hukum di pengadilan.
"Saya enggak mencabut status mualafnya, saya mencabut sertifikatnya. Kenapa sertifikatnya saya cabut? Yang pertama, karena saya lihat waktu itu kan ramai ribut soal mualaf, pengacaranya bilang 'ya kita ada bukti. Nanti coba deh cari videonya. Kita ada bukti Richard Lee masuk Islam 5 Ramadan 2025 atau 5 Maret 2025.'".
"Nah, berarti itu sertifikat kan yang akan digunakan sementara saya tahu enggak dipakai. Sertifikat itu adalah bukti administrasi yang digunakan wajib dan disegerakan mengubah kolom agama di KTP," terang Hanny, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (3/5/2026).
Dia menilai tidak seharuasnya sertifikat itu digunakan untuk bahan ribut di pengadilan.
"Akhirnya saya pikir, loh ini kok sertifikat mualafnya harusnya sebagai syarat administrasi. Tapi akan digunakan sebagai bukti konstruksi di pengadilan. Otomatis saya kan akan bolak-balik pengadilan," lanjutnya.
Pihaknya menegaskan telah mencabut keabsahan sertifikat itu.
"Terus kok dibuat bahan saling berantem, saling menyerang? Makanya saya putuskan cabut aja sertifikatnya, saya nyatakan tidak berlaku," tegas Hanny.
Hanny menyinggung lamanya rentang waktu bagi Richard Lee mengurus pergantian keyakinan di KTP-nya.
"Jadi ya harusnya juga sih sudah begitu lama kok KTP-nya masih Katolik," sambungnya.
Baca juga: Sertifikat Mualaf Richard Lee Akhirnya Dicabut setelah Disindir Doktif, Ada Dugaan Disalahgunakan?
(Tribunnews.com, Rinanda/Salma)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.