Minggu, 10 Mei 2026

Kabar Artis

Erin Tegaskan Tak Pernah Tahan KTP maupun Barang-barang ART-nya: yang Pegang Security

Erin membantah tuduhan dirinya menahan barang-barang dan KTP sang ART yang kini melaporkannya atas tuduhan penganiayaan.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Erin bantah tahan KTP dan barang-barang ARTnya.
  • Ia mengungkapkan kesiapannya melawan laporan dugaan penganiayaan terhadap sang ART.
  • Pengakuan ART Erin.

TRIBUNNEWS.COM - Mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin menanggapi tudingan dirinya masih menahan KTP dan juga barang-barang sejumlah ART-nya.

Setelah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan penganiayaan ART, Erin kini sering muncul ke hadapan media untuk memberikan klarifikasi.

Ia membantah semua tuduhan penganiayaan yang dilayangkan ART-nya, Herawati.

Begitu pula dengan tuduhan dirinya masih mengamankan sejumlah KTP milik ART-ART sebelumnya.

"Enggak ada, enggak ada yang saya tahan. Saya nggak pegang, yang pegang security," kata Erin, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (9/5/2026).

Di kesempatan itu, Erin menegaskan siap membantah semua tuduhan Herawati di hadapan penyidik nanti.

"Siap banget. 100 persen percaya diri," tegasnya.

Kendati berseteru, pihaknya menampik ada dendam dengan para ART-nya.

"Enggaklah," sahutnya sembari berlalu.

Sementara itu, kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga turut memastikan akan mencari siapa yang menyuruh ART itu untuk melaporkan kliennya.

"Nanti di belakangnya ini pasti kita akan kejar juga. Nanti akan kita tanya siapa yang nyuruh ART. Misal nanti ART bilang yang nyuruh penyalur, kita kejar penyalur yang suruh siapa. Kan gitu," terang Sunan.

Baca juga: Reaksi Anak-anak Andre Taulany setelah Erin Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan ART

"Jadi kita enggak mau buru-buru selesai kasus hukum ini. Kami akan melakukan semua upaya-upaya hukum, kita akan kejar supaya terbuka semua," ucap ayah dua anak itu.

Hera Ngaku KTP dan Gaji Ditahan

Erin dipolisikan asisten rumah tangganya (ART), Herawati yang mengaku menerima sederet penganiayaan.

Hera diduga mengalami kekerasan verbal dan juga fisik dari janda tiga anak itu pada 28 April 2026, lalu.

Diakui Hera, ia baru bekerja dengan Erin satu bulan kurang dua hari.

Dirinya mengaku diiming-imingi gaji Rp3 juta dengan sederet pekerjaan selayaknya ART lainnya.

"Satu bulan juga belum. Kan saya masuk tanggal 30, satu bulan kurang dua harilah," ucapnya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (8/5/2026).

Hingga kini, setelah mengalami dugaan penganiayan itu gaji Hera masih ditahan.

"30 Maret (masuk) belum dibayar sampai sekarang," sambungnya.

Bahkan, barang-barang Hera juga masih di rumah Erin.

"Belum (dibalikin)," aku Hera.

Disinggung soal nominal gaji, Hera tak segan menyebutkannya.

Baca juga: Kata Penyalur ART soal Dugaan Penganiayaan oleh Erin, Korban Hilang Kontak setelah Memohon Dijemput

"Yang ditawarkan beliau mungkin Rp3 juta per bulan," bebernya.

"Pekerjaannya cuci, gosok, bersihin kamar lantai atas," selorohnya.

Hera juga mengaku, KTP-nya masih ditahan oleh Erin.

Pun dengan ponselnya yang sempat dibanting hingga rusak.

"Iya, ditahan KTP. Sampai sekarang masih di sana. HP, baju saya, masih di sana ya," tuturnya.

Ketika ditanya motif Erin mengasarinya, Hera menilai majikannya itu tak puas dengan kinerjanya.

"Mungkin karena menurut dia kerjaan kita salah mulu. Dikomentarin sama dia, marah lagi, dia maki-maki saya, katanya kamu tol*l, kamu beg*, kamu enggak bisa kerja," kenang Hera.

Dia juga menerima hinaan dari Erin.

"Katanya, kamu tahu enggak ini tuh rumah mewah bukan kayak rumah kamu gembel," ujar Hera menirukan ucapan Erin.

Hera sendiri menyebut beberapa kali memperoleh informasi terkait tabiat kasar Erin.

"Waktu kerja sama Erin ya dia sering marah-marah ke ART, maki-maki udah biasa. Iya ke semua ART, sudah biasa," pungkasnya.

ART Lain Alami Hal Serupa

Di tengah polemik itu, mantan ART Erin lainnya turut buka suara.

Nia, ART yang bekerja hanya lima bulan saja di rumah Erin juga mengalami perlakuan kasar.

"Saya bekerja dari Oktober 2025 sampai Maret 2026," ujar Nia, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (7/5/2026).

Pihaknya mengaku, Erin tak akan mengomel kecuali dirinya berbuat salah.

"Kalau kita enggak salah sih nggak bakal diomelin ya. Asal bener sih. Kecuali kalau kita punya kesalahan emang begitu seperti yang diceritain (kasar)," sambung Nia.

Menurutnya, Erin tak segan mengucapkan kata-kata kasar.

"Karena saya waktu itu gara-gara masalah jam ya, terus omongannya juga lumayan ya," tuturnya.

Nia menyebut, anak-anak Andre Taulany sering berusaha menenangkan dirinya.

Baca juga: Erin Eks Istri Andre Taulany Ungkap Kelakuan ART yang Bikin Dirinya Kesal: Semua akan Saya Buktikan

"Ibaratnya anak-anak juga kayak, 'Mbak, sabar ya' hanya biar kuat aja sih," tukasnya.

Tak dipungkiri, Nia sempat kaget dengan perlakuan kasar dari Erin.

"Pertama juga agak kaget ya. Biasanya hanya omongan doang yang lumayan kasar," tandasnya.

Dia sendiri mengurai pengalaman pahitnya saat KTP-nya ditahan serta gajinya belum dibayarkan.

"Saya jujur, KTP saya kan ditahan. Kekurangan gaji saya juga ditahan. Pas waktu itu saya udah izin minta pulang baik-baik. Tapi Ibu belum bangun," kenang Nia mengungkit ceritanya.

"Saya tungguin sampai jam 09.00 siang tuh enggak bangun-bangun apalagi keadaan mau lebaran. Otomatis saya ngejar tiket lah ya. Tiket bus saya tinggal. Tapi saya WA juga KTP gimana sama kekurangan gaji aja," tandasnya.

Namun, kala itu Erin baru akan memberikannya jika Nia pulang ke kediamannya.

"Tapi kan beliau bilangnya nunggu saya pulang balik lagi nih ke Bintaro gitu kan. Waktu itu kan ya udahlah nanti dulu. Saya sudah nyampai di kampung saya bilang, jujur Bu saya enggak jadi ke situ. Tolong KTP sama kurang gaji dibalikin gitu," pintanya.

Sayangnya, hingga kini Nia belum memperoleh haknya.

"Tapi enggak ada tanggapan sampai sekarang," tutupnya.

(Tribunnews.com/ Salma)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved