Jumat, 5 Juni 2026

Serial Netflix

Cerita Dibalik Layar Serial Night Shift for Cuties, dari Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa

Cerita dibalik layar serial Night Shift for Cuties dibintangi Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa terinspirasi dari Penggemar K-Pop di kehidupan nyata.

Tayang:
Istimewa Netflix
SERIAL INDONESIA NETFLIX - Pemain dan kreator serial Night Shift for Cuties dalam konfrensi pers Netflix Kamis (4/6/2026). Cerita dibalik layar serial Night Shift for Cuties dibintangi Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa terinspirasi dari Penggemar K-Pop di kehidupan nyata. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Serial orisinal terbaru Netflix Indonesia, Night Shift for Cuties, resmi tayang secara global mulai 4 Juni 2026. 

Mengangkat kisah persahabatan perempuan, budaya fandom K-Pop, hingga perjuangan anak muda menghadapi berbagai tantangan hidup, serial ini langsung menarik perhatian penonton sejak pengumuman perdananya. 

Nuansa yang ringan, penuh warna, sekaligus emosional, Night Shift for Cuties menawarkan cerita yang dekat dengan realitas generasi muda masa kini.

Dibintangi oleh Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa, serial delapan episode ini mengisahkan dua sahabat yang bekerja di sebuah minimarket Korea dan memiliki mimpi besar untuk bertemu grup idola favorit mereka. 

Namun di balik semangat sebagai penggemar, keduanya juga harus menghadapi persoalan ekonomi, tekanan keluarga, pencarian jati diri, hingga perjuangan untuk tetap percaya pada mimpi yang mereka miliki.

Tak hanya menyuguhkan cerita yang menghibur, Night Shift for Cuties juga menyimpan banyak kisah menarik di balik proses produksinya. 

Mulai dari inspirasi sutradara yang terinspirasi penggemar K-Pop di dunia nyata, proses membangun grup idola fiktif Purple Tea, hingga pengalaman para pemain mendalami karakter yang sarat emosi. 

Seluruh elemen tersebut menjadikan serial ini lebih dari sekadar tontonan tentang fandom, tetapi juga kisah tentang persahabatan, harapan, dan perjalanan menuju kedewasaan.

Kisah Persahabatan dan Dunia Fandom K-Pop

Serial ini mengikuti perjalanan Muti yang diperankan Shenina Cinnamon dan Jenar yang dimainkan Nadya Syarifa. 

Keduanya bertemu saat bekerja di sebuah minimarket Korea dan sama-sama mengidolakan girl group bernama Purple Tea.

Persahabatan mereka diuji ketika berusaha mewujudkan impian untuk bertemu sang idola di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai masalah kehidupan yang harus dihadapi sehari-hari.

Baca juga: 3 Drama Korea Terbaru Netflix Juni 2026, Ada Serial Teach You a Lesson

Sutradara Monica Vanesa (Mica) Tedja menjelaskan bahwa inti utama serial ini adalah hubungan persahabatan perempuan yang kompleks namun penuh kasih sayang.

“Kami mencoba menangkap cerita persahabatan perempuan yang bisa terlihat rumit dan seperti rollercoaster dengan pertengkaran dan cekcok, tapi di balik itu ada cinta dan rasa peduli,” ujarnya, dikutip dari Netflix, Jumat (5/6/2026).

Terinspirasi dari Penggemar K-Pop di Kehidupan Nyata

Mica mengungkapkan bahwa ide cerita Night Shift for Cuties lahir dari pengalamannya melihat perubahan besar pada seorang teman dekat yang sangat menggemari K-Pop.

“Saya berteman dengannya sebelum dia menemukan idol, dan setelahnya dia jadi berbeda sekali. Matanya berbinar, kepribadian dan cara dia berpenampilan berubah ke arah yang lebih baik, dan hidupnya lebih berwarna. Melihat transformasi ini saya jadi sangat tertarik untuk membahas ada apa di balik passion dan obsesi ini.”

Menurutnya, fenomena fandom sering kali dipandang sebelah mata, padahal banyak penggemar yang mendapatkan semangat hidup, motivasi, bahkan kepercayaan diri dari sosok idola yang mereka kagumi.

Mengangkat Perspektif Perempuan Lewat Purple Tea

Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa, bintang utama Night Shift for Cuties
SERIAL INDONESIA NETFLIX - Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa, bintang utama Night Shift for Cuties dalam konfrensi pers Netflix Kamis (4/6/2026).

Penulis naskah Aline Djayasukmana yang mengembangkan serial ini bersama Mica menjelaskan alasan memilih dunia girl group sebagai latar cerita.

“Buat saya dunia Kpop ini menarik sekali, fandom terlihat sebagai sesuatu yang sangat magnetis, dan girl group adalah sesuatu yang dekat dengan kami. Perempuan menghadapi banyak sekali tantangan, ditambah adanya berbagai tuntutan ketika seseorang menjadi idol. Kami mencoba mendobrak batasan dengan mengajukan gagasan bagaimana kalau pentolan (leader) sebuah grup adalah seseorang yang plus size, sesuatu yang tidak konvensional di industri.”

Melalui Purple Tea, serial ini berusaha menghadirkan perspektif yang lebih luas tentang standar kecantikan, penerimaan diri, dan tekanan yang sering dihadapi perempuan dalam industri hiburan.

Shenina Cinnamon Tertarik Karena Karakter Fangirl

Bagi Shenina Cinnamon, Night Shift for Cuties menghadirkan pengalaman baru dalam karier aktingnya.

Ia mengaku langsung tertarik ketika mengetahui karakter Muti merupakan seorang penggemar K-Pop garis keras.

“Saya belum pernah memerankan fangirl yang habis-habisan seperti di sini. Dan di balik itu ada Muti yang sangat membanting tulang karena ia termasuk dalam sandwich generation. Saya membayangkan seru deh untuk bisa menggambarkan karakter yang terjepit tapi tidak pantang menyerah, mau berkembang demi menggapai mimpinya untuk bertemu idolanya.”

Shenina menilai Muti adalah sosok yang menghadapi banyak tekanan hidup namun tetap berusaha mencari kebahagiaan dari hal-hal yang ia sukai.

“Muti yang berumur 20-an tahun bisa mengambil keputusan-keputusan yang tidak dipikirkan dengan panjang. Tapi saya selalu ingat bahwa karakter ini menjalani perjuangan yang tidak mudah, ia ditinggal ayahnya dan harus menghidupi ibu dan adiknya. Di sisi lain dia punya keinginan sendiri yang harus dia capai dan membuat dia bahagia. Bagi dia, Purple Tea membuat dia bersemangat hidup dan memberikan motivasi kala semua orang di sekitar dia tidak melakukan itu.”

Nadya Syarifa Merasa Sangat Dekat dengan Karakter Jenar

Nadya Syarifa yang juga dikenal sebagai penyanyi SailorMoney mengaku langsung merasa cocok dengan proyek ini sejak pertama membaca konsep serialnya.

“Saat menerima proposal serial ini dengan referensi grup XG dan New Jeans tertera di situ, saya langsung merasa sangat relate dengan karakter Jenar dan topik-topik yang dibahas. Saat bicara dengan Shenina pun saya merasa ini proyek yang tepat untuk saya.”

Menurut Nadya, banyak sisi kehidupan Jenar yang mirip dengan pengalaman pribadinya.

“Karakter Jenar berumur 20 tahun dan saya melihat ada banyak sisi diri saya di Jenar, misalnya dihakimi orang lain maupun keluarga, segala perjuangan yang ia lakukan, hingga ‘meminjam’ kepercayaan diri idolanya agar dia juga bisa percaya diri dan pada akhirnya membuat dia bisa menjalani hidup.”

Tantangan Membangun Grup Idola Fiktif

Di balik layar, tim produksi menghadapi tantangan tersendiri dalam menciptakan dunia Purple Tea agar terasa autentik bagi para penggemar K-Pop.

Produser Kevin Ryan Himawan menjelaskan bahwa proses pembuatan lagu dan koreografi menjadi salah satu pekerjaan terbesar selama produksi.

“Membuat serial cukup menjadi tantangan tersendiri untuk tim produksi, tapi sekaligus tantangan yang sangat fun. Kami banyak sekali belajar hal baru, misalnya untuk lagu dan lirik kami bekerja sama dengan Kenny Gabriel dan Monica Eva Sancti (Moneva), dan ini jadi journey serta proses kolaboratif yang sangat menyenangkan.”

Surat Cinta untuk Penggemar K-Pop

Menutup konferensi pers, Mica Tedja menyebut Night Shift for Cuties sebagai bentuk penghargaan dan surat cinta untuk para penggemar K-Pop yang selama ini menemukan semangat hidup melalui idolanya.

“Di sini kami memilih bentuk penggemar yang mempunyai mimpi ingin menonton idolanya yang sudah menginspirasi dia dan memberikan gairah hidup yang baru. Serial ini seperti bawang, yang tampak sederhana tapi semakin dikupas semakin kita dibuat menangis; ada banyak layer emosi di serial ini. Kami ingin sekali penonton bisa merasakan seluruh emosi mereka dan menjadi diri mereka sendiri.”

Selain mengangkat budaya fandom, Night Shift for Cuties juga menyentuh isu kepercayaan diri, hubungan keluarga, tekanan ekonomi, dan proses tumbuh dewasa. 

Delapan episode yang penuh emosi dan warna, serial ini menjadi salah satu tayangan Indonesia terbaru Netflix yang layak masuk daftar tontonan pada Juni 2026.

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved