Jumat, 5 Juni 2026

Giorgino Abraham Kenang Kesedihan Momen Final Piala Dunia 2010, Belanda Kalah dari Spanyol

Di ajang Piala Dunia 2026, Giorgino Abraham kembali berharap Belanda mampu memberikan kejutan menjadi juara. 

Tayang:
WartaKotalive.com/Arie Puji W
Giorgino Abraham ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026) ungkap adegan dewasa di series membuatnya dicap aktor panas. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demam Piala Dunia selalu menghadirkan kenangan tersendiri bagi Giorgino Abraham

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika menyaksikan Timnas Belanda gagal menjadi juara dunia setelah kalah dari Spanyol di partai final.

Piala Dunia 2026 kini kembali digelar dengan format 48 tim dan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko. 

Belanda kembali hadir sebagai salah satu peserta setelah berhasil lolos dari zona Eropa. Namun bagi Giorgino, ingatan tentang final 2010 masih sulit dilupakan. 

Baca juga: Punya Segalanya di Piala Dunia 2026, Prancis Cari Kado Perpisahan untuk Didier Deschamps

Saat ditanya mengenai kenangan menonton bareng Piala Dunia, aktor berusia 31 tahun itu langsung teringat malam pahit ketika Oranje harus mengakui keunggulan Spanyol.

"Ada. Itu Piala Dunia 2010. Eh aku lupa 2010 atau berapa, Belanda sama Spanyol di final," ujar Giorgino Abraham di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

"Wah itu aku sedih banget sih Belanda kalah sama Spanyol di final Piala Dunia itu," terusnya.

Kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan baginya karena Belanda tidak sesering negara-negara besar lain mencapai partai puncak Piala Dunia.

"Karena susah ya untuk sampai ke final itu untuk Belanda gitu. Kalau mungkin Brasil sering, Argentina, Jerman sering, Prancis sering," tuturnya.

"Belanda itu selalu hampir terus tapi nggak pernah," kata Giorgino

Ucapan Giorgino bukan tanpa alasan. Belanda memang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia, tetapi hingga kini belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi runner-up pada 1974, 1978, dan 2010. 

Kecintaannya kepada Oranje juga tercermin dari koleksi jersey yang masih disimpannya hingga sekarang. 

Meski bukan kolektor fanatik yang rela merogoh kocek dalam-dalam, Giorgino mengaku pernah mendapat hadiah jersey klasik Belanda dari keluarganya yang tinggal di Rotterdam.

"Oh nggak sih. Saya nggak suka yang mahal-mahal. Jadi saya maunya yang murah. Tapi dikasih yang mahal pernah sama keluarga," ucap Giorgino.

"Kebetulan saya ada keluarga di Rotterdam jadi dikasih baju klasiknya Belanda," ujarnya.

Kini, menjelang Piala Dunia 2026, Giorgino kembali berharap Belanda mampu memberikan kejutan. 

Meski mengaku pesimistis, dukungannya kepada tim berwarna oranye itu tetap tidak berubah, sama seperti saat dirinya menyaksikan final Piala Dunia belasan tahun lalu.  

 

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved