Profil dan Sosok
Profil Keanu Angelo, Selebgram yang Terseret Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah Hanania
Keanu Angelo jadi sorotan usai namanya dikaitkan dengan kasus Hanania Group. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Ringkasan Berita:
- Keanu Angelo ikut menjadi sorotan setelah pernah mempromosikan Hanania Group yang kini terseret kasus dugaan penipuan jamaah umrah.
- Pemilik nama asli Muhammad Miftah Huda ini dikenal sebagai selebgram, influencer, YouTuber, dan presenter dengan gaya humor khas.
- Kariernya melejit sejak 2019 lewat konten QnA di Instagram dan kemudian merambah dunia akting melalui film Keramat 2: Caruban Larang.
TRIBUNNEWS.COM - Nama Keanu Angelo mendadak jadi perbincangan publik setelah ikut terseret dalam kasus dugaan penipuan jamaah yang menyeret biro perjalanan umrah Hanania Group.
Sosok yang dikenal sebagai selebgram dengan gaya bicara ceplas-ceplos itu menjadi sorotan karena pernah bekerja sama dan mempromosikan layanan Hanania Group melalui media sosialnya.
Keanu bahkan telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan terkait kerja sama yang pernah dijalinnya dengan perusahaan tersebut.
Meski demikian, Keanu menegaskan bahwa dirinya tidak menerima aliran dana dari Hanania Group dan hanya menjalani kerja sama dalam bentuk barter promosi.
Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, banyak warganet yang kembali mencari tahu profil dan perjalanan karier Keanu Angelo yang selama ini dikenal sebagai salah satu kreator konten populer di Indonesia.
Mengutip TribunJambi, pemilik nama asli Muhammad Miftah Huda ini lebih dikenal publik dengan nama panggung Keanu Agl atau Keanu Angelo.
Ia lahir pada Juni 1998 dan berprofesi sebagai selebgram, influencer, YouTuber, sekaligus presenter.
Keanu juga aktif di berbagai platform media sosial.
Akun Instagram pribadinya menggunakan nama @keanuagl, sementara di TikTok ia dikenal melalui akun @keanuagl.
Selain itu, ia juga memiliki kanal YouTube bernama Keanu Angelo Official yang berisi beragam konten hiburan.
Karier Keanu di dunia digital mulai dikenal luas sejak tahun 2019.
Saat itu, namanya mencuri perhatian berkat interaksinya yang unik dengan para pengikut di media sosial, khususnya melalui fitur Question and Answer (QnA) di Instagram.
Berbeda dengan kreator konten pada umumnya, Keanu memiliki gaya komunikasi yang khas.
Ia kerap menjawab pertanyaan warganet dengan nada bicara tinggi, terkesan nyinyir, namun dibalut humor dan candaan yang menghibur.
Karakter tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri dan membuat namanya semakin populer di kalangan pengguna media sosial.
Popularitasnya terus meningkat hingga membuka jalan bagi berbagai peluang di dunia hiburan.
Keanu diketahui pernah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pelawak seperti mendiang Olga Syahputra yang dikenal memiliki kemampuan menghibur sekaligus dekat dengan penonton.
Tak hanya aktif sebagai kreator konten, Keanu juga merambah dunia seni peran.
Ia turut membintangi film horor "Keramat 2: Caruban Larang" yang tayang di bioskop pada tahun 2022.
Keterlibatannya dalam film tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan kariernya di industri hiburan Tanah Air.
Keanu Angelo Tegaskan Tak Terima Uang Sepeser pun dari Hanania Group
Selebgram Keanu Angelo memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan jamaah yang menyeret biro perjalanan umrah Hanania Group.
Didampingi kuasa hukumnya, Keanu penuhi pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Senin (9/6/2026).
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kerja sama yang pernah dijalin dengan Hanania Group tidak melibatkan pembayaran endorse ataupun aliran dana ke rekening pribadinya.
Keanu menjelaskan bahwa selama pemeriksaan dirinya mendapat sejumlah pertanyaan dari penyidik yang berfokus pada awal perkenalannya dengan pihak Hanania hingga bentuk kerja sama yang dijalankan saat itu.
"Aduh aku nggak ngitung, sekitar 20-25 pertanyaan.
"Pertanyaannya seputar kenal di mana, terus awal kerja samanya gimana, kontraknya seperti apa," ujar Keanu, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Selasa (9/6/2026).
Lebih lanjut, Keanu menegaskan bahwa dirinya telah menjelaskan secara rinci kepada penyidik mengenai bentuk kerja sama yang dijalankannya dengan Hanania Group.
Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan dengan sistem barter, bukan transaksi endorse berbayar.
"Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama sama Hanania tuh aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter," jelaskan.
Pria berusia 27 tahun ini mengatakan pihak Hanania saat itu memberangkatkannya untuk perjalanan umrah, sementara dirinya memberikan promosi berdasarkan pengalaman pribadi selama menggunakan layanan tersebut.
Baca juga: Dana Jemaah Umrah Hanania Group Dipakai Bayar Influencer, Polisi Berpotensi Periksa Keanu & Awkarin
"Jadi mereka berangkatkan aku, aku promoin, testimoni aku, pengalaman aku selama di sana."
Untuk memperkuat keterangannya, Keanu mengaku turut membawa dokumen rekening koran kepada penyidik sebagai bukti bahwa tidak ada transfer dana yang diterimanya dari perusahaan tersebut.
"Aku juga bawa rekening koran aku," terangnya.
Keanu menjelaskan bahwa rekening koran yang dibawanya mencakup periode saat keberangkatannya dua tahun lalu, termasuk satu bulan sebelum dan sesudah perjalanan.
Dari dokumen tersebut, ia mengklaim tidak ditemukan adanya aliran dana dari Hanania Group ke rekening pribadinya.
"Rekening koran aku, ee periode bulan aku berangkat yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari PT Hanania Grup ya," tegas Keanu.
Bos Hanania Travel jadi Tersangka
Pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan uang calon jemaah umrah.
Ahmad Syah Farhan sempat dipertemukan dengan para korban, namun tak dapat memberi jaminan pengembalian dana.
Hanania Travel merupakan biro perjalanan umrah yang berkantor di Kecamatan Tebet, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Hanania Travel mengusung konsep umrah milenial dan membayar influencer untuk mempromosikan paket umrah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menerangkan aliran uang para calon jemaah umrah digunakan untuk mempromosikan Hanania Travel.
"Hasil dari pengambilan keterangan terhadap terduga tersangka saat ini, uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari kepentingan perjalanan umrah para jamaah."
"Sebagian juga digunakan untuk membayar influencer, sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing," paparnya, Selasa (2/6/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.
Sejumlah influencer yang pernah bekerjasama dengan Hanania Travel akan dimintai keterangan.
Baca juga: Mitra Hanania Group Laporkan Bos Travel Umrah Ahmad Syah Farhan ke Polda Metro Jaya
"Tentunya kami juga akan mengambil keterangan terhadap para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umroh yang ditawarkan oleh PT Khazanah Tamma Internasional tersebut atau Hanania Group," tandasnya.
Berdasarkan penelusuran di media sosial Hanania Travel, influencer yang pernah diberangkatkan umrah seperti Keanu Agl, Awkarin sampai Dara Arafah.
Kesaksian Korban
Sebelumnya, salah satu calon jemaah Rosa (50), menjelaskan pemilik Hanania Travel sempat menemui para korban di kantor cabang perusahaannya yang berada di gedung EightyEight, kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Dalam mediasi tersebut, pemilik Hanania Travel mengakui kesalahannya tak dapat memberangkatkan calon jemaah umrah kloter Juni-Juli 2026 yang jumlahnya sekitar 1.260-an orang.
Opsi penyelesaian yang ditawarkan pemilik Hanania Travel yakni menggandeng travel umrah lain untuk pemberangkatan atau pengembalian dana dalam waktu dua tahun.
"Nah, itu kita tidak sepakat. Sempat terjadi adu argumen antara bapak-bapak calon jemaah tadi, dengan owner. Makanya lalu dibawa ke Polda," tukasnya.
Awalnya, Hanania Travel menggunakan alasan konflik timur tengah antara Iran dan Amerika Serikat untuk meredam kemarahan korban.
Baca juga: Direktur Travel Hananiah Diseret Calon Jemaah ke Polda Metro Jaya Buntut Dugaan Penipuan Umrah
Namun, setelah ditelusuri pihak travel menggunakan skema gali lubang tutup lubang.
Uang dari jemaah yang baru mendaftar tidak dibelikan tiket pesawat maupun hotel untuk jemaah tersebut, melainkan dipakai untuk memberangkatkan jemaah kloter sebelumnya yang tertunda.
Korban lain, Joko Setyo, mengaku telah membayar Rp60 juta untuk dua orang.
"Ya, promonya menarik dan secara cost memang murah ya dengan angka yang mereka tawarkan," bebernya, Jumat (29/5/2026).
Paket perjalanan yang ditawarkan seharga Rp 30 juta-35 juta sudah termasuk wisata ke Dubai.
"Ya dengan paket segitu plus Dubai sih memang low price lah ya," tuturnya.
Ia seharusnya diberangkatkan Maret 2026, namun hingga kini belum mendapat kejelasan.
Di hadapan para korban, tersangka membuat pernyataan sanggup mengembalikan uang calon jemaah.
"Tadi sebenarnya sebelum kita buat LP, kita sudah banyak diskusi ya sama Farhan. Akhirnya Farhan tidak berhasil meyakinkan kami selaku jemaah bahwa proses itu, refund itu, bisa dilakukan" jelasnya.
Dalam proses mediasi terungkap bahwa total kerugian yang dialami para korban mencapai sekitar Rp 60 miliar.
"Memang kekacauan ini sebenarnya terjadi bahkan sudah terjadi di 2025. Dia ada miss keuangan di internalnya Hanania sendiri," ucapnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bos Hanania Travel Jadi Tersangka Penipuan Umrah, Kini Mendekam di Penjara
(Tribunnews.com, Rinanda/Salma/ Mohay) (TribunJambi.com/Vira) (TribunJakarta.com/Annas)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.