Rabu, 10 Juni 2026

Tasya Kamila Ajak Mahasiswa jadi Motor Penggerak Kebiasaan Memilah Sampah

Langkah yang digerakkan oleh Tasya Kamila dan para mahasiswa mendapat dukungan penuh dari pihak industri dan akademisi.

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
HO/IST
Kolaborasi Program Dropbox Sampah Kemasan (DSK) dalam acara talkshow edukatif yang mempertemukan perspektif akademisi, industri, dan komunitas, yang mengusung tema "Membangun Kesadaran dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan" di Kampus Universitas Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tasya Kamila menegaskan bahwa kekuatan mahasiswa sebagai agen perubahan lingkungan akan sangat masif jika didukung oleh ekosistem dan kolaborasi lintas sektor yang tepat.
  • Melalui kampanye ini, Tasya mengajak mahasiswa memulai perubahan besar dari tindakan sederhana, yaitu membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
  • Gerakan ini didukung langsung oleh Green Movement Indonesia dan mitra industri lewat program nyata seperti Dropbox Sampah Kemasan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder Green Movement Indonesia, Tasya Kamila, menegaskan bahwa kekuatan mahasiswa sebagai agen perubahan lingkungan sangat masif jika didukung oleh ekosistem yang tepat.

Hal tersebut disampaikannya dalam peluncuran Kampanye "Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi" di Universitas Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Kampanye yang digelar dalam rangka menyambut World Environment Day 2026 ini, digelar dengan sinergi lintas sektor.

Baca juga: Dukung Pengurangan Emisi, BTN Gandeng Komunitas Bank Sampah di Kudus

Tasya mendorong lingkungan kampus didorong untuk menjadi motor penggerak budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

“Memilah sampah mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana, tetapi dari kebiasaan sederhana itulah perubahan besar dimulai. Ketika generasi muda, kampus, industri, dan komunitas bergerak bersama, kita tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, masa depan bumi yang lebih baik dimulai dari aksi nyata yang kita lakukan hari ini,” ujar Tasya Kamila.

Untuk memfasilitasi gerakan mahasiswa tersebut, kampanye ini langsung mengimplementasikan empat program kreatif dan partisipatif guna mengubah ruang diskusi menjadi aksi nyata:

1. Dropbox Sampah Kemasan (DSK): Fasilitas fisik di kampus untuk mempermudah mahasiswa memilah sampah sejak dari sumbernya, yang kemudian akan disalurkan ke rantai daur ulang (ekonomi sirkular).

2. Waste Wise Podcast: Siniar dan mini dokumenter sebanyak 4 episode pada September 2026 yang digarap mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Teknik Lingkungan untuk menyuarakan isu lingkungan dari perspektif generasi muda.

3. Waste Wise Insta Challenge: Kompetisi konten video kreatif untuk memperluas edukasi pemilahan sampah di media sosial.

4. Waste Wise Treasure Hunt: Permainan edukatif berbasis barcode yang dirancang khusus oleh Green Movement Indonesia untuk menantang mahasiswa belajar memilah sampah secara interaktif.

Langkah yang digerakkan oleh Tasya Kamila dan para mahasiswa ini mendapat dukungan penuh dari pihak industri dan akademisi.

Andrew Ferdinand Hallatu, Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk., sepakat bahwa kampus adalah wadah terbaik untuk menumbuhkan kebiasaan positif yang berdampak luas.

Sementara itu, Kaprodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie, Ir. Aqil Azizi, Ph.D., menyatakan kesiapan institusi pendidikan dalam membangun budaya peduli lingkungan ini secara konsisten bersama para mitra.

Inisiatif ini juga berjalan selaras dengan kebijakan Pemerintah Pemprov DKI Jakarta yang tengah memperkuat implementasi pemilahan sampah dari sumber sebagai fondasi utama sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved