Takut Tiru Akting Orang Lain, Marshanda Enggan Tonton Film sebagai Referensi
Aktris Marshanda memiliki cara tersendiri untuk menjaga orisinalitas aktingnya ketika membintangi sebuah proyek baik film ataupun serial.
Ringkasan Berita:
- Di film "Saat Aku Bersuara", Marshanda didapuk memerankan tokoh utama bernama Nadia, perempuan yang mengalami trauma mendalam akibat pelecehan seksual.
- Memerankan karakter dengan beban emosional yang berat, Marshanda justru menolak menonton film-film lain yang bertema serupa sebagai referensi.
- Marshanda ingin karakter yang ia mainkan murni lahir dari hasil interpretasi dan bimbingan sutradara, tanpa ada bayang-bayang karakter dari film lain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Marshanda memiliki cara tersendiri untuk menjaga orisinalitas aktingnya ketika membintangi sebuah proyek baik film ataupun serial.
Kemudian ia pun mencontohkan film terbarunya yang segera tayang, Saat Aku Bersuara.
Dalam film itu, Marshanda didapuk memerankan tokoh utama bernama Nadia, seorang perempuan yang mengalami trauma mendalam akibat pelecehan seksual.
Menariknya, meski memerankan karakter dengan beban emosional yang berat, wanita yang akrab disapa Caca ini justru menolak menonton film-film lain yang bertema serupa sebagai referensi.
Padahal, diakuinya, saran untuk menonton film bertema sejenis sempat datang saat proses syuting berlangsung.
"Aku juga sempat disarankan untuk nonton film-film lain waktu itu ya aku ingat pas syuting, yang bertema sejenis, bertema sama gitu," kata Marshanda di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Bukan tanpa alasan, keputusan Marshanda menolak menonton film referensi tersebut didasari ketakutan akan terpengaruh oleh akting aktor lain.
Ia ingin karakter yang ia mainkan murni lahir dari hasil interpretasi dan bimbingan sutradara, tanpa ada bayang-bayang karakter dari film lain.
"Cuma aku memilih aku enggak mau nonton film-film itu karena aku takut jadi mirip dengan yang udah ada gitu," jelasnya.
Andalkan Bimbingan Sutradara dan Gali Rasa dari Diri Sendiri
Ketimbang meniru apa yang sudah pernah ada di layar lebar, Marshanda lebih memilih untuk berproses secara organik.
Ia lebih banyak berdiskusi dengan sutradara untuk mengarahkan ke mana karakter yang akan dibawa.
"Jadi aku coba memerankan nanti keluarnya seperti apa gitu, dan tentunya setiap step by step-nya itu dibimbing lah," lanjut Caca.
Sebagai gantinya, Marshanda memilih untuk menggali perasaan dari dalam dirinya sendiri serta melakukan riset dengan bertanya kepada para penyintas di dunia nyata.
Baginya, setiap korban pelecehan memiliki cara tersendiri dalam menghadapi keterpurukan, dan ia ingin Nadia memiliki ciri khasnya sendiri.
"Aku cuma bisa belajar, berlatih, dan berserah dengan apa yang dialami Nadia gitu. Kalau itu terjadi padaku, aku akan gimana gitu," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marshanda-1-15062026.jpg)