Blibli Bahas Strategi Omnichannel di Asian Economic Dialogue 2022 untuk Raup Pasar Pasca Pandemi

Konferensi geoekonomi terdepan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri India dan Pune International Center.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, menjadi pembicara Indonesia satu-satunya dalam Asian Economic Dialogue 2022, konferensi geoekonomi terdepan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri India dan Pune International Center. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Para pelaku usaha tengah membahas berbagai langkah yang harus diambil pasca pandemi Covid-19. Wadah untuk membahas hal-hal tersebut disediakan dalam Asian Economic Dialogue 2022.

Asian Economic Dialogue 2022 mempertemukan lebih dari 50 ahli di bidangnya, termasuk diantaranya gubernur bank sentral dari sejumlah negara, para pengambil kebijakan negara-negara di Asia, akademisi hingga pemimpin perusahaan dari berbagai negara untuk membahas dinamika ekonomi strategis tingkat Asia.

CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, menjadi pembicara Indonesia satu-satunya dalam Asian Economic Dialogue 2022, konferensi geoekonomi terdepan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri India dan Pune International Center.

Baca juga: Blibli dan Tiket.com Jalin Kerjasama, Integrasikan Akun Pengguna

Digelar pada 23–25 Februari 2022, kegiatan tersebut mengangkat tema "Resilient Global Growth in Post-Pandemic World" yang membahas dampak pandemi terhadap ekonomi, perdagangan, serta industri lainnya di Asia dan bagaimana strategi menghadapinya ke depan.

Dalam sesi berjudul "Start-Ups in a Post Pandemic World", Kusumo memaparkan bagaimana menavigasi e-commerce di pasar terbesar Asia Tenggara dan juga menjelaskan bagaimana lansekap e-commerce di masa pasca pandemi.

"Keterbatasan mobilisasi saat pandemi mengakibatkan layanan e-commerce menjadi primadona dalam membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari konsumen. E-commerce menunjukkan pertumbuhan yang eksponensial dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan tren ini masih akan terus berlanjut setidaknya dalam lima tahun ke depan," ungkap Kusumo dalam keterangan resmi.

Baca juga: Gantikan Rachmat Kaimuddin, Willix Halim Resmi Jadi CEO Bukalapak, Simak Profilnya

Kusumo menjelaskan pasar ritel telah beradaptasi pasca pandemi. Dukungan digitalisasi tidak lagi menjadi opsi, namun sebagai suatu keharusan.

Pasca pandemi, pasar ritel akan memasuki babak baru di mana omnichannel menjadi solusinya.

Menurut laporan Google dan Temasek, dalam kurun waktu 5 - 10 tahun ke depan, meski belanja offline masih dilakoni, pertumbuhan belanja online akan meningkat 4 kali lipat.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved