Commonwealth Bank Tournament 2011
Bartoli Menangis Kalah dari Anabel di Laga Penuh Drama
Pertarungan the strong versus the beauty benar-benar tersaji kala unggulan pertama, Marion Bartoli bertanding melawan Anabel
TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Pertarungan the strong versus the beauty benar-benar tersaji kala unggulan pertama, Marion Bartoli bertanding melawan Anabel Madina Garrigues di babak penyisihan Commonwealth Bank Tournament of Champions di lapangan indoor Westin Hotel and Resort, Nusa Dua, Bali, Jumat (4/11/2011).
Sayang pertarungan keras kedua pemain ini berbuah cedera buat Bartoli yang harus mundur dari laga setelah menjalani tiga set. Sebelumnya, Bartoli merebut set pertama 6-4. Anabel ngotot dan berhasil mencuri set kedua dengan skor 6-7 tie break 7-9. Di awal set ketiga, cedera menghampiri Bartoli. Anabel memenangkan laga penuh drama itu.
Marion mempertontonkan keperkasaan melalui sajian pukulan dan servis keras yang mematikan. Lawannya, Anabel tak kalah gemilang, hanya saja ia menunjukkan permainan anggun lewat sejumlah pukulan halus, baik forehand dan backhand spin, atau placing bola yang akurat.
Di awal game pertama, Bartoli rupanya masih menjajal lapangan. Sejumlah pukulan keras pengembalian bola Bartoli malah keluar lapangan. Empat kali bola out menghasilkan poin dan membuat Anabel merebut game pertama.
Game kedua, saat servis dipegang Bartoli, ketangguhannya benar-benar terlihat. Dua services aces dan smash mematikan ke sudut kiri pertahanan Anabel membuat petenis Perancis ini tak memberikan satu poin pun buat Anabel. Bartoli memenangkan game ini, skor 1-1.
Game ketiga, Anabel bereaksi. Pukulan keras Bartoli ia kembalikan secara menyilang di tempat yang sulit terjangkau. Bartoli pun kerap melakukan unforce error, bola pengembaliannya kerap menyangkut di net. Giliran Anabel mengambil alih game tanpa memberikan satu poin pun buat Bartoli.
Memasuki game keempat, Bartoli seolah mengamuk. Servis kerasnya membukukan 3 service aces beruntun dengan rata-rata kecepatan 178 kilometer per jam. Ia memenangkan game ini, skor 2-2.
Dua game berikutnya, Anabel tak mampu mengimbangi permainan cepat Bartoli. Secara cepat, Anabel kehilangan dua game beruntun, skor berubah menjadi 4-2 buat keunggulan Bartoli.
Pun, Ananbel bangkit. Tak ingin terus kehilangan game, ia ngotot. Ia bahkan memerotes sejumlah keputusan umpire yang tak menyatakan bola keluar buat pukulan keras Bartoli. Berpeluh, Anabel merebut game ketujuh, skor berubah 4-3.
Saling curi game antara kedua pemain terjadi berikutnya. Sampai akhirnya services aces Bartoli menyudahi perlawanan Anabel di set pertama dengan skor 6-4.
Set kedua kian seru. Anabel seolah menemukan sentuhannya lewat permainan 'lembut' menghadapi kekerasan pukulan Bartoli. Anabel melaju hingga sepertinya bisa menang mudah saat skor menunjukkan 5-1.
Hanya tinggal membukukan satu game guna merebut set kedua, Anabel malah nge-drop. Bartoli kembali perkasa dan mengejar ketertinggalan hingga skor sama kuat 5-5 di set kedua. Adu strategi berbalut pukulan mematikan khas kedua pemain, Bartoli dengan powernya dan Anabel dengan placingnya, set kedua harus ditentukan lewat tie break 7-9. Anabel secara sabar bisa merebut set ini dengan skor 6-7.
Petaka datang buat Bartoli di awal set ketiga. Memegang kendali servis, Bartoli ketinggalan poin 30-30. Bartoli terlihat meringis sambil memegang pergelangan kaki kanannya. Pertandingan sempat ditunda sekitar lima menit, sampai akhirnya Bartoli bersiap kembali melakukan serve.
Percuma, ia malah melakukan double foult. Skor berunah menjadi 30-40. Rupanya cedera yang ia rasa tak tertahankan. Ia terjatuh di sisi lapangan, tampak meringis bahkan menangis menahan sakit. Anabel datang menghampiri mencoba menghibur. Laga penuh drama itu dimenangkan Anabel yang sempat berdoa di pura sehari sebelum laga.
Anabel berhasil melaju ke semifinal menghadapi pemenang laga antara Daniela Hantuchova melawan Sabine Lisicki.