Sutil Sebut Hamilton Pengecut
MANTAN pembalap Force India asal Jerman, Adrian Sutil menyebut Lewis Hamilton sebagai seorang pengecut
TRIBUNNEWS.COM - MANTAN pembalap Force India asal Jerman, Adrian Sutil menyebut Lewis Hamilton sebagai seorang pengecut setelah pembalap McLaren itu tak mau datang pada saat persidangan yang akhirnya memvonis Sutil dengan hukuman 18 bulan penjara.
"Lewis adalah seorang pengecut, saya tak mau lagi berteman dengan orang seperti dia. Bagi saya dia bukan manusia, sekalipun ayahnya mengirimkan pesan SMS dan mendoakan saya tapi Lewis tak menghubungi saya sama sekali. Dia telah mengubah nomor teleponnya. Saya tak bisa menghubungi dia lagi," kata Sutil di media Jerman, Bild.
Karier dan masa depan Sutil semakin buram setelah pengadilan Jerman memutuskan menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 18 bulan kepada pembalap Jerman tersebut, Rabu (1/2).
Pembalap tim Force India pada musim 2011 itu dijatuhi hukuman karena kasus perkelahian dengan bos tim Lotus Renault, Eric Lux, di sebuah klub malam Shanghai. Lux terluka di leher dan mendapatkan 24 jahitan akibat perkelahian itu.
Insiden terjadi pada saat GP F1 Cina 2011 yang dimenangkan oleh pembalap McLaren, Lewis Hamilton. Saat insiden, Hamilton juga berada di lokasi. Pada saat digelar pengadilan dia dimintai keterangan sebagai saksi. Namun ia tak bisa hadir langsung di pengadilan itu karena terikat komitmen kontrak.
Sutil yang masih berusia 29 tahun mengaku bersalah dengan kejadian itu. Kejadian tersebut sudah terekam kamera CCTV. Ia mengaku awalnya bermaksud melempar isi gelasnya saja ke wajah Lux. Malang yang terjadi, justru gelasnya terlempar dan mengenai wajah Lux. "Saya benar-benar menyesal," ujar Sutil.
Ia ingin berdamai dengan Lux, Sutil mengaku senang setidaknya dia sudah berjabat tangan dengan Lux setelah kejadian tersebut.
Selain hukuman, Sutil juga harus membayar denda sebesar 200 ribu Euro atau sekitar Rp 2,4 miliar.
Tentang kariernya di masa depan, Sutil yang memiliki orang tua yang keduanya adalah musisi profesional mengisyaratkan untuk ganti profesi. "Mungkin saya akan mengambil pilihan lain yang sama sekali berbeda," katanya. (Tribunnews/mba)