BSI Proliga 2012
Popsivo Polwan Juara Proliga
Tim putri Jakarta Popsivo Polwan mengukir sejarah dengan menjuarai kompetisi bola voli BSI Proliga 2012.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim putri Jakarta Popsivo Polwan mengukir sejarah dengan menjuarai kompetisi bola voli BSI Proliga 2012. Gelar ini merupakan yang pertama kalinya bagi Popsivo sejak mereka tampil mulai 2007 lalu.
Bermain di depan ribuan penonton yang memadati Istora Gelora Bung Karno, Minggu (22/5/2012), Popsivo menumbangkan juara bertahan Jakarta Electric PLN 3-2 (25-20, 27-29, 25-15, 15-25, 15-10).
Popsivo sebenarnya tampil tanpa formasi terbaiknya, karena salah satu pemain kuncinya, Jutarat Montripila, tidak tampil maksimal. Pemain Thailand ini gagal menampilkan permainan terbaiknya lantaran cedera pergelangan kaki. Dia hanya sesekali masuk lapangan sebagai pemain pengganti. Itu pun, ketika posisinya di belakang. Smes-smes keras darinya tidak muncul.
"Kemarin dia mengalami cedera. Tidak mungkin dia diturunkan penuh, saya memaksimalkan pemain yang ada. Jutarat memang sempat saya turunkan, itu untuk menyemangati rekan-rekannya," kata pelatih Popsivo Ansori.
Posisinya kemudian diisi pemain mungil Dhesi Saptiarini. Meskipun hanya bertinggi badan sekitar 160 cm, pemain asal Bandung ini beberapa kali menghujamkan smes-smes kerasnya. Hanya saja, Dhesi juga tidak dapat bermain dengan penuh lantaran mengalami cedera kaki kiri.
"Saya hanya meminta anak-anak bermain lepas saat tertinggal 5-8 di set kelima. Ternyata bisa," katanya.
Pemain timnas voli pantai Ayu Cahyaning Siam melakukan servis dengan baik saat tertinggal 9-10 pada set penentuan. Pemain asal Yogyakarta ini memborong semua servis hingga laga usai. Servisnya memang tidak keras, tetapi sulit untuk diolah menjadi umpan akurat. Keadaan ini membuat serangan PLN menjadi lemah dan berhasil dimanfaatkan Popsivo.
"Saya berharap Popsivo yang tertekan, justru kami yang tertekan dan tegang," kata asisten pelatih PLN, Eddy Setiadi.
Menurut Eddy, timnya sempat di atas angin ketika sudah memimpin di set kelima. "Sepertinya anak-anak menganggap pertandingan sudah selesai, dan lawan nothing to lose. Inilah pertandingan," tuturnya.
Simak juga:
- Indonesia Gelar Equestrian Nomor Show Jumping
- 35 Ribu Pelari Berebut Hadiah Rp 600 Juta
- Pagi Ini DKI Gelar Jakarta Internasional 10 Kilometer
- Rebecca Bross Bakal Bersinar di Lantai Senam
- Dwyane Wade Gagal Bawa Miami Menang