Mourinho tidak mau disebut 'special one'
Manajer Real Madrid, Jose Mourinho, mengatakan ia lebih suka disebut "unique one" bukan "special one" atas berbagai prestasi yang ia raih.
Mourinho juara di empat negara, Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol.
Manajer Real Madrid, Jose Mourinho, mengatakan ia lebih suka disebut "unique one" bukan "special one" atas berbagai prestasi yang ia raih.
"Saya satu-satunya orang yang menjuarai tiga turnamen terbesar di dunia," kata Mourinho dalam wawancara dengan televisi Portugal, Sic.
"Jadi, suka atau tidak, jika orang ingin menghargai saya... mereka harus memanggil saya unik bukan spesial, sampai ada orang yang bisa menyamai prestasi saya," kata Mourinho.
Julukan the special one atau yang istimewa sebenarnya keluar dari Mourinho sendiri setelah diangkat menjadi manajer Chelsea pada 2004.
Ia pindah ke Chelsea setelah mengantarkan FC Porto menjuarai liga Portugal dan Liga Champions.
Di bawah asuhannya Chelsea menjuarai Liga Primer pada 2005 dan 2006.
Mourinho hanya tiga tahun memimpin Chelsea dan ia kemudian pindah ke klub Italia, Inter Milan.
Di Serie A Italia ini, lagi-lagi Mourinho menjadi manajer terbaik, dengan mengantarkan Inter menjuarai liga Italia pada 2009 dan 2010.
Seakan tak puas dengan deretan piala yang ia raih, pelatih asal Portugal ini berkarier di Spanyol dengan mengasuh salah satu klub terbesar di dunia, Real Madrid.
Gelar juara di Primera Liga ia rebut di tahun kedua mengasuh Real.
Prestasi ini membuat Mourinho menjadi satu dari hanya sedikit manajer yang pernah juara di empat negara yang berbeda, Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol.