MotoGP

Dovizioso: Stoner Mengubah Banyak Hal di MotoGP

Pasalnya, Stoner selalu memberikan warna tersendiri bagi balapan paling bergengsi ini.

Dovizioso: Stoner Mengubah Banyak Hal di MotoGP
zimbio
Andrea Dovizioso

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Pembalap baru tim pabrik Ducati, Andrea Dovizioso, mengakui bahwa absennya Casey Stoner dari trek balapan musim 2013, akan menjadi sebuah kehilangan yang besar bagi kejuaraan dunia MotoGP.

Pasalnya, Stoner selalu memberikan warna tersendiri bagi balapan paling bergengsi ini.

Stoner memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2012, setelah dia merebut dua gelar juara dunia dan meraih 38 kemenangan di kelas premier.

Pembalap Australia ini gantung helm setelah membawa Ducati juara dunia 2007, sebelum menjadi juara 2011 bersama tim Repsol Honda.

Stoner masih menjadi satu-satunya pembalap yang tampil konsisten dalam meraih kemenangan bersama Ducati. Selain dia, belum ada pebalap yang dengan baik menjinakkan keliaran Desmosedici, termasuk Loris Capirossi, Marco Melandri, Nicky Hayden, dan terakhir sang legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Selama empat tahun bersama tim yang bermarkas di Bologna itu, Stoner sukses memenangkan 23 seri balapan. Dia juga yang membuat sejarah membawa Ducati juara dunia.

Nah, Dovizioso, yang saat ini menghadiri event Wrooom Press Ski Meeting, mencoba untuk meniru kesuksesan Stoner, setelah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Ducati. Dalam pernyataannya, pembalap Italia ini mengakui kehebatan mantan rekan setimnya di Repsol Honda tersebut.

"Banyak yang akan berubah. Sejak saya seorang penggemar motor, melihat Casey membalap merupakan sebuah pertunjukkan dan saya akan merindukan apa yang dilakukannya dan bagaimana dia melakukan dengan gayanya," ujar Dovizioso, dikutip dari MCN, Selasa (15/1/2013).

"Saya pikir Casey mengubah banyak hal di MotoGp. Contohnya, pendekatan uji coba dan garis yang diambilnya di trek. Semua pebalap berusaha belajar dan melakukan perbaikan, dan Casey termasuk salah satu pebalap itu yang kami ambil sebagai sebuah referensi.

"Jika anda melihat masa lalu, tak ada yang bisa tangguh dan cepat dari lap pertama atau kedua. Casey selalu melakukannya dan kami semua hampir mendekatinya. Saya mencoba mengingat kembali ketika Valentino (Rossi) mendominasi itu pada uji coba pasca-balapan, di mana dia bisa melakukannya dalam empat lap untuk melakukan yang sama ketika balapan. Tetapi Casey bisa melakukan ini pada lap pertama.

"Tetapi kami semua menyadari bahwa ini bisa dilakukan dan kami bisa mencoba melakukannya. Akan tetapi, tidak memiliki sebuah referensi yang kuat dan berbakat adalah hal yang akami selalu kami rindukan."

Editor: Ravianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved