Breaking News:

PON 2016

Jatim Gerah, Tuduh Jabar Utak-atik Cabor PON 2016

Selain cabor menembak, dia menilai sikap 'nakal' Jabar juga terjadi di cabor Biliar dan balap sepeda.

ANTARAFOTO
ilustrasi balap sepeda 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tim PON Jawa Timur (Jatim) gerah dengan multievent PON Jawa Barat (Jabar) pada September 2016.

Manajer Pembinaan Prestasi (Binpres) Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda Jatim 100 Jilid III, Irmantara Subagya menilai ada cabang olahraga (cabor) yang diutak-atik demi kepentingan Jabar.

"Untuk cabor menembak, ada nomor standar yang sebenarnya itu untuk atlet junior. Tapi di PON dipertandingkan, karena itu memang nomornya Jabar," kata Irmantara pada wartawan, Selasa (10/11/2015).

Selain cabor menembak, dia menilai sikap 'nakal' Jabar juga terjadi di cabor Biliar dan balap sepeda.

Dari empat nomor putri yang ada, nanti tinggal satu nomor saja yang dipertandingkan. "Itu karena mereka tahu kalau biliar putri adalah nomornya DKI Jakarta," tambahnya lagi.

Sementara, tuan rumah juga batal melombakan nomor road race putri. Ia menilai sikap ini diambil, setelah tim putri Jatim mampu meraih medali emas road race putri di Pra PON kemarin.

"Saat kami menang di road race putri pada Pra PON, nomor putri langsung dihapus," tegasnya.

Sebaliknya terjadi di cabor dayung. Pada PON nanti akan dilombakan nomor slalom. Nomor ini tak pernah dipertandingkan di PON sebelumnya.

"Kami mana punya alatnya," tambah Ibag.

Dengan kondisi seperti ini, tim jatim menilai PON 2016 tak punya orientasi prestasi yang jelas. Ia juga menilai jika KONI Pusat terkesan lunak dan tutup mata dengan kelakuan Jabar itu.

"Orientasi PON menjadi tak jelas. Harusnya orientasi cabornya ke multievent internasional, seperti SEA Games dan Olimpiade. Meski begitu, kami tetap mempersiapkan atlet yang ada dan berjuang meraih juara umum," tegas Ibag.(Sudharma Adi/Surya)

Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved