Adhyaksa Dault Sangat Mengayomi kata Icuk Sugiarto

Mantan pebulutangkis nasional Indonesia, Icuk Sugiarto mencurahkan isi hatinya yang paling dalam kepada media tentang sosok Adhyaksa Dault

Adhyaksa Dault Sangat Mengayomi kata Icuk Sugiarto
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Adhyaksa Dault (kiri) dan Jelly Tobing (kanan) sedang menyanyi, dalam rangka menutup acara Pendaulatan Adhyaksa Dault sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022 di Hotel Atlet Century Park, Jl. Pintu Gelora 1, Tanahabang, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2015). TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan pebulutangkis nasional Indonesia, Icuk Sugiarto mencurahkan isi hatinya yang paling dalam kepada media tentang sosok Adhyaksa Dault.

Pria yang juga mantan juara dunia itu sangat rindu dengan prestasi Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

Menurut Icuk, Adhyaksa merupakan menteri dan tokoh yang punya banyak terobosan dan prestasi. Tidak benar jika pria yang juga Ketua KNPI itu tidak berbuat apa-apa saat menjadi Menpora. 

"Tanyakan saja satu persatu kepada atlet, karyawan, bahkan lingkungan olahraga saat itu. Adhyaksa itu justru tidak ada lawannya, dia penuh dengan terobosan dan berhasil,” ujar pria yang juga menjadi pengurus KONI DKI itu.

Icuk memberikan contoh dan bukti kalau Adhyaksa benar-benar telah memberikan kesan terhadap olahraga Indonesia.

”Bayangkan saja, mantan atlet semua diberikan rumah. Rumah-rumah itu kini ditempati kami, beliau sangat memanusiakan atlet, dan kami sangat rindu dengan kebijakan itu,” jelas ayah dari pebulutangkis Tommy Sugiarto itu.

Pria yang hobi mendaki gunung itu diakui Icuk juga berhasil menelurkan Undang-undang saat dirinya menjadi Menteri. UU tersebut adalah Sistem Keolahragaan Nasional No.3 tahun 2005. UU Kepemudaan No 40 tahun 2009.

Bukan itu saja, masih kata Icuk, ayah dua anak itu mengundang semua mantan atlet untuk bergabung berkarya di kementerian, mendengarkan pendapatnya, mendengarkan masukannya dan mengeksekusi di kebijakannya.

”Adhyaksa sangat mengayomi dan cepat dan mengerti serta paham betul dengan tugas-tugasnya. Kesejahteraan atlet benar-benar dipikirkan, beliau cari sponsor, untuk bonus kami, untuk anak istri atlet. Sangat kebapakan dan baik. Padahal anggaran Menpora saat itu sangat kecil dan jauh berbeda dengan menteri setelah beliau, yang paling ingat juga adalah beliau orangnya tegas,” papar Icuk.

Icuk juga sangat berang dengan beberapa pihak yang menilai bahwa dia bukanlah Islam yang taat yang bertoleransi.

”Yang mengatakan dia itu Islam Taliban dan garis keras orang gila. Saya sendiri lihat beliau mengabsen semua karyawannya. Yang kristen dikasih ke Jerusalem, yang Islam diperintahkan pengajian. Uangnya dari pejabat teras dipotong gajinya. Kebaktian dan pengajian semua dijalankan. Taliban dari mana beliau, beliau itu merangkul semua. Dasar orang gila yang ngomong seperti itu,” papar Icuk.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved