Lukman Edy: Dari Dulu Saya Suka Tenis Meja

Lukman Edy, kelahiran Teluk Pinang, Riau, 26 November 1970, sebelumnya lebih banyak dikenal di jagat politik

Lukman Edy: Dari Dulu Saya Suka Tenis Meja
ist
Muhammad Lukman Edy (paling kiri) 

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - "Dari dulu saya suka tenis meja," ungkap Ir.H.Muhammad Lukman Edy, MSI, Ketua Umum PB PTMSI 2016-2020.

"Saya pernah juga menjadi pengurus sepakbola, tetapi kalau boleh memilih ya lebih senang di tenis meja."

Lukman Edy, kelahiran Teluk Pinang, Riau, 26 November 1970, sebelumnya lebih banyak dikenal di jagat politik. Di olahraga, ia tercatat pernah menjadi pengurus PS Pekanbaru saat masih berkiprah di ISL beberapa tahun lampau.

Lukman Edy memulai karirnya sebagai seorang kontraktor sebelum menjajaki dunia politik. Sederet jabatan penting sempat ia pegang walaupun usianya masih cukup muda.

Ia pernah diberi tanggung jawab sebagai Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO) Riau, Direktur Utama PT Inti Grup (Konsultan dan Kontraktor), Komisaris PT Transmalindo Energi (pertambangan dan power plan), Komisaris PT Megah Karya Prima (kontraktor), dan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Riau.

Lukman Edy juga pernah menjadi Komisaris Harian Rakyat Riau dan merupakan pendiri tabloid politik Pondasi.

Suami Gustini Zulianti ini memiliki perjalanan karir politik yang tergolong mulus tanpa hambatan berarti. Ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lalu mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota DPR Riau pada periode 1999-2004 mewakili Kepulauan Riau.

Di periode selanjutnya, yakni 2004-2005, ia berhasil kembali dilantik sebagai anggota DPR namun mewakili Kabupaten Indragiri Hilir. Edy selanjutnya terpilih untuk memegang jabatan sebagai Sekjen PKB versi Muhaimin.

Pria yang menamatkan studi Magisternya di Universitas Padjajaran ini kemudian menjadi salah satu menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu I.

Ia dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) untuk menggantikan Syaifullah Yusuf. Ia dilantik dalam usia yang tergolong sangat muda, yakni 37 tahun.

Sebagai konsekuensi keputusan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, Lukman Edy memilih undur diri dari jabatan sebagai menteri.

Pria kelahiran 1970 ini maju sebagai calon anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Riau 2 yang meliputi Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi.

Berhasil melenggang ke Senayan, Lukman Edy juga berhasil terpilih sebagai ketua Fraksi PKB di MPR.

Dalam Pileg 2014 Lukman Edy terpilih kembali sebagai anggota DPR.

PENDIDIKAN
SDN 01 Cinta Raja Pekanbaru
SMPN 04 Pekanbaru
SMAN 06 Pekanbaru
S1 Teknik Sipil Univ.Brawijaya, Malang (tamat 1995)
S2 Magister Sains pada program Administrasi Pembangunan, Univ.Padjajaran, Bandung (tamat 2004)
KARIR
Ketua DPD Gapensi, Riau
Ketua Bidang Sertifikasi dan Akreditasi Kadin, Riau
Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO), Riau
Direktur Utama PT Inti Grup (Konsultan dan Kontraktor)
Komisaris PT Transmalindo Energi (pertambangan dan power plan)
Komisaris PT Megah Karya Prima (kontraktor)
Komisaris Harian Rakyat Riau, Pekanbaru
Pendiri tabloid politik Pondasi
Anggota DPRD Riau, utusan Kepulauan Riau, 1999-2004
Anggota DPRD Riau, utusan Kabupaten Indragiri Hilir, 2004-2005
Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Riau, 2004-2009
Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Riau, 2004-2009
Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu, 2007-2009
Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Riau 2 (2009)
Anggota DPR (2014)
PENGHARGAAN
Sosialisasi nonstop 26 jam tanpa putus (versi Museum Rekor Indonesia). tb

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved